Sunday, 15 April 2012

Imlek @ Ancol Superblock


Longweekend coming! (Yang sebenarnya gak terlalu berpengaruh untuk kehidupan saya sejak Oktober 2011 sih :D). Kakak saya no-3 sudah "memesan" beberapa hari sebelumnya (tgl 17 January 2012 saat Bimo birthday) agar saya ikut bermalam di Mercure Hotel Ancol pada longweekend kali ini. Nemenin ibu di kamar! Hhhmmmm,berarti stay overnigth at hotel kali ini bukan dengan maksud "me time" ya. Jadilah saya bersiap-siap untuk ber-longweekend Imlek tahun ini di Mercure Hotel. Baru 20 hari yang lalu saya menginap di chain hotel yang sama untuk merayakan tahun baru Masehi. 20 hari lalu kami menginap di Mercure Hotel yang di Hayam Wuruk.
Berangkat naik Innova dijemput My Sist en her husband and her son. Jam 3 check ini 3 kamar, saya and my mom menempati kamar bernomer 638, Galuh en Arif di 637 en My Sist en husband di 636. Dari jam 3 hingga menjelang Maghrib saya berinternet ria di kamar sambil nonton TV. Sekedar twitteran, FB en nulis berbagai artikel mini. Dari situ saya berkomunikasi dengan keponakan, dari yang berada di Magelang – Jogjakarta – Senayan City sampai ada yang di dekat lokasi Ancol. Maghrib-nya Sekar, Seno and their parents mampir ke hotel. Nostalgia keluarga nih, karena saat ayah saya masih bersama kami, keluarga kami seringkali menginap atau berpesta tahun baru-an di hotel yang dahulu bernama Hotel Horison Ancol.Jam 7 rombongan keluarga makan malam , masih di dalam area Ancol – yakni Bandar Jakarta.

Yang namanya Bandar Jakarta Resto pengunjungnya ampun-ampunan rame-nya. Kita harus mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan tempat. Setelah mengajukan nama untuk waiting list, kami berkeliling Ancol. Ancol dahulu berbeda dengan saat ini. Beberapa tahun lalu Ancol di waktu malam, dipinggir pantainya banyak “mobil goyang”, “tenda goyang” dan wanita-wanita penjaja seks! (Huh deh, seks yang merupakan salah satu ibadah kenapa harus dijajakan sih?Please deh…), atau hal menyeramkan seperti hantu wanita legendaries yang sampai pernah disinetronkan. Tapi kini (semoga) semua-nya sirna. Sekarang berdiri gagah apartmen Ancol Mansion, perumahan mewah dan di bagian yang dulu di anggap jin buang tuyul disana aja takut, kini berdiri stage konser music plus Ancol Bay City Lifestyle Mall. Weees, Mal di dekat pantai , cuy! Jadi Ancol sekarang udah benar-benar mirip superblock. Oke banget sih, apalagi ada Dufan, Sea World ditambah Eco Park yang baru. Jarak ke area wisata shopping di Mangga 2, Cempaka Mas dan Kelapa Gading sangat mudah dijangkau. Station kereta api dan pelabuhan laut-pun dekat. Bandara mudah terjangkau (Apalagi kalau bandara masih di Kemayoran seperti di komik Tin Tin yak?hehehe).Malam imlek saya dan keluarga makan malam di Planet Bakso, disamping hotel. Siangnya area tersebut dipakai untuk acara Hip Hip Hura – nya SCTV tuh.

Oleh karena-nya selama 3 hari di Ancol kami tidak keluar dari area tersebut. Selain makan malam di Bandar Jakarta bersama (Saya, My Mom, My Sist and her Husband, Galuh en Arif, Pandu, Sekar, Seno and 2 S’s parents) , keesokan harinya kami juga makan siang di Jimbaran Resto.



Makan siang di Jimbaran Resto tanpa Sekar ,Seno and her parents, namun kali ini kami kedatangan Owin en her Mom. Kami juga member makan kepada ratusan atau bahkan ribuan ekor ikan di Eco Park dengan makanan yang dapat dibeli disana seharga @ Rp 5000,-. Sedekah untuk ikan – makhluk hidup ciptaan-NYA merupakan salah satu kegiatan yang mengasyikkan. Kami juga jalan-jalan ke Pasar Seni. Saya pribadi berharap agar Ancol tetap mempertahankan bahkan menambah seni khas budaya Indonesia – khususnya Jakarta. Emaknya Sekar berarti mengatakan bahwa Ancol sebenarnya lebih oke disbanding Sentosa Singapore! Yang langsung disanggah oleh Sekar, anaknya….hahaha. Sekar mengatakan bahwa untuk urusan perawatan dan kebersihan sangat jauh lebih baik Sentosa Singapore. Weeei, dari sini seharusnya sebagai warga Jakarta kita bantu Ancol agar tetap asri dan terawatt. Prospek bisa mengalahkan “kehebatan” tempat wisata di Singapore khan tuh ;-D Gak perlu jor-joran ngebangun seperti Esplanade or Kincir Raksasa,tapi cukup warnai Ancol dengan kekayaan budaya (petugasnya mengenakan busana Abang None, misalnya) , keramahan  dan kedisiplinan (missal : menjaga kebersihan laut dan pantainya – ayo pengelola,Ancol ,tolong beri tong sampah berbentuk khas seperti ondel-ondel,misalnya.). Lebih asoy lagi kalau Ancol membuka akademi pariwisata di area Ancol…keren dah tuh!

My Sist and her husband malah sempat bersepeda ria di sekitar Ancol. Pagi hari berjalan kaki dari hotel ke pinggir kali Jln Lodan dan Eco Park, keesokan harinya bersepeda dari samping hotel ke dekat makam pahlawan Belanda. Waduh, kok saya baru ingat bahwa saya dulu pernah ikutan Rally Sepeda dan menjadi Juara 2 se-Jakarta ya.Rally sepeda itu berlangsung di Ancol juga!

Ketika check-out, pukul 11.30 kami sempat menyaksikan Barongsai di lobby hotel. Perjalanan pulang hanya memakan waktu 17 – 18 menit dari Ancol sampai depan rumah saya, padahal gak ngebut dan gak lewat toll loh.Sehingga siangnya saya masih janjian dengan Yuli di Mal Kelapa Gading.Sempat menyaksikan boy band Max 5 yang awalnya kami kira rombongan barongsai…hahaha.

BREAKFAST @ Mercure Ancol Hotel 

Oh ya, dari di Ancol sampai MKG semuanya bagai lautan manusia. Tapi justru saya jadi jarang melihat etnis China tuh. Justru etnis Melayu yang ramai. Atau barangkali etnis China justru makan-makan saja di rumah???
Tahun baru China kali ini saya merasakan penuh keramaian bersama keluarga dan rekan. Sedangkan tahun lalu saya berada di Surabaya, berkunjung ke Pecinan Surabaya yang juga justru sepi :D Baca kisahnya DISINI

Monday, 12 March 2012

Bogor di Bulan December

Dapat tawaran kamar kosong dari Mbak Wien di Hotel Royal Bogor. Melajulah saya ke Bogor. Naik Patas AC dari Terminal Pulo Gadung! Dengan instruksi dari Mpok CTJ yang lagi ngajar di IPB akhirnya saya sampai di depan Hotel Royal Bogor. "Loe naik angkotnya dari patung Kujang jangan sampai salah arah ya. Loe naik yang ke BTC." Mpok CTJ mewanti-wanti. Benerannya mau ngajak doski sekalian, berpiyama party ceritanyaaa,tp Nona Doctor (Ph.D) yang satu ini ada tugas mengajar sampai jam 11 malam. Beeeuuh, yang loe ajar sebenarnya mahasiswa/i or siapa sih? ;-D
Di depan pintu parkiran VIP saya melihat APV-nya Mbak Wien. Hihihi...gitu dong, untuk parkir di VIP Parkir nggak harus mobil Eropa mewah khan? ;-p

Disuruh milih kamar sendiri, akhirnya saya milih kamar di lantai 3.Di cermin ada penampakan saya lagi motretin kamar loh ;-D

Kamar mandi-pun tak luput dari potretan

Perlengkapan "perang" untuk memanjakan diri
View gunung dari jendela kamar yang saya tempati, dibawahnya kolam renang. Niatnya sih mau berenang saat breakfast, udah ngajak Mpok CTJ segala, tp doski malah komen,"Kalau berenang bakal jadi tontonan orang yang breakfast." Beneran, waktu saya breakfast para Om2 nongkrong di pinggir kolam renang. Iiiih, batal deh rencana berenang.

Setelah breakfast Mbak Wien check out di FO. Dengan APV kami  langsung menuju Jln Pahlawan. Mbak Wien belanja karpet, sedangkan saya beli...itu tuh yang untuk mata dari Arab.

Bermalam tanggal 16 - 17 December 2011

Tuesday, 27 December 2011

Tak Perlu ke Finlandia (Tahun Ini) Untuk Suasana Christmas

Christmas Day 2011 telah terlewati...and suasana Natal tahun ini di Indonesia terasa banget yah. Gak seperti suasana Natal tahun lalu. Lucky me, tahun lalu saya menikmati suasana Natal di Singapore. Read my experience here : 4 Days in Singapore : Christmas.
Keinginan saya menikmati suasana Christmas ala Eropa terlaksana loh, walaupun nggak harus ke Finlandia. Cukup di Indonesia - murah dan meriah. Yang pasti KEREN!

Lobby Borobudur Intercontinental Hotel , Central Jakarta
Atrium Grand Indonesia Shopping Town , Central Jakarta
The Forum Mall Kelapa Gading 5, North Jakarta
The newest lifestyle centre in Jakarta - Kuningan City
Yaaa..itulah sebagian foto saya ketika menikmati suasana Christmas - walaupun saya tidak merayakannya. Yang pasti bahagia-nya turus merasakan dong ;-)


Saturday, 17 December 2011

Thanks,God for Cantiknya Indonesia ;-)

Minggu lalu saya hanya berada di kota metropolitan Indonesia, namun dari depan monitor PC saya merasa berada di tengah alam Indonesia yang cantiknya nggak ketulungan. Thanks, God! Memang saya pernah menikmati kedamaian negeri kiwi yang kecantikan alamnya luar biasa, namun keberagaman Indonesia itu looooh...mantap sekali! Apalagi sekarang banyak event yang mengangkat wisata Indonesia yang nggak hanya Bali dan Candi Borobudur.
Dua event yang saya datangi untuk membuat saya semakin berterimakasih kepada Allah atas kekayaan alam dan budaya negeri Khatulistiwa ini adalah : 

PERTAMA :
PictFest 2011 di fX Sudirman tanggal 9 - 10 December 2011. Saya datang kesana bersama Mbak Lien (Nyetir mobilnya ...hehe), Mbak Nana, Ndarti, Widya and Yuli sepulang dari acara di Radio Dalam. Mampir ke PictFest sekaligus melihat foto saya yang dipamerkan di booth KeluaRumah dan mengambil tiket RealWOW juga di booth tersebut (karena menang kuis ;-D).

Salah satu foto saya yang numpang pameran di PictFest 2011 booth @keluarumah : Pulau Khayangan Sulawesi Selatan (Yang pasir putih ada 1 kapal-nya tuh!)

KEDUA :
Peluncuran Program Marketeers Real WOW : Konser Keajaiban Indonesia
Yeaaay, akhirnya saya datang ke acaranya Markplus sebagai undangan or tamu. Periode November 2008 sampai September 2011 saya khan aktif sebagai Freelancer di Markplus Insight. Maka kini tibanya sebagai undangan/tamu dong ;-) Selama jadi aktifis FIELD Department saya tidak pernah menyaksikan Bapak Hermawan K melakukan speech - walaupun seringkali naik dalam 1 lift kantor atau bertemu di kantor pusat Jln Prof.Satrio. Hehehe, apalagi kali ini saya duduk di kursi VIP, hanya berselisih beberapa kursi dengan pimpinan (?) Kellogg School of Management ;-) Saya datang bersama Widya, sedangkan Ika Cs walaupun datang, tapi kami nggak sempat ketemu. Ramaaai sekali BallRoom Ritz Carlton Pacific Place malam itu.
Tentang acaranya saya copy paste aja nih ya...hehehe..
Penampilan artisnya mantep semua! Pas Tari Saman juga rasanya pengen ikutan gerak, trus pas lagu daerah Sumatera Utara dikumandangkan cowok di sebelah saya malah bergaya nari Tortor...ckckck...saya mendadak pengen nyinden juga nih ;-D


Jakarta, 5 Desember 2011. Majalah Marketeers bersama dengan MarkPlus, Inc tengah membantu promosi pariwisata Indonesia melalui program kampanye “The Real Wonder of the World (WOW).” Program ini merupakan insiatif kami sebagai perusahaan media swasta dalam rangka memasarkan pariwisawa Indonesia sebagai situs dunia yang penuh dengan keajaiban terutama dalam aspek budaya dan alam.
Program yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ini merupakan inisiatif kami dalam rangka memasarkan objek, situs, dan destinasi pariwisata di Indonesia yang memang layak disebut “The Real Wonder of the World” sebagai turunan dari program kampanye “Wonderful Indonesia.”    
Program “The Real Wonder of the World” ini  pula bertujuan sebagai platform rujukan untuk mempromosikan sederetan panjang objek, situs, dan destinasi pariwisata Indonesia yang selama ini masuk dalam UNESCO World Heritage List seperti Taman Nasional Ujung Kulon, Hutan Sumatera, Taman Nasional Komodo, Candi Prambanan, Candi Borobudur, Carstensz Pyramid, dan Sangiran Early Men Site, dan juga mereka yang selama ini masih dalam posisi “tentative status” sebagai World Heritage List, seperti Raja Ampat, Taman Laut Bunaken, Taman Laut Wakatobi, Pura Besakih, Derawan Archipelago, Muara Takus, dan lain sebagainya.  Program ini pula akan menjadi platform untuk promosi benda-benda intangible dan tangible yang merupakan warisan budaya Indonesia seperti Wayang, Batik, Keris, Angklung, dan sebagainya, juga untuk promosi pelestarian flora dan fauna khas Indonesia seperti Orang Utan, Badak Jawa Bercula Satu, Harimau Sumatera, Kangguru Papua, Burung Cendrawasih, Gajah Sumatera, dan lain sebagainya.
Sebagai peluncuran program untuk mempromosikan deretan panjang keajaiban budaya dan alam di Indonesia ini, kami akan menyelenggarakan  “Real WOW Party: Konser Keajaiban Indonesia” yang rencananya akan diselenggarakan di Ballroom Ritz Carlton – Pacific Place, Jakarta, pada 15 Desember 2011 pukul 19.30-22.00 WIB.
Berkolaborasi dengan Kompas Gramedia Production dan KompasTV, Marketeers akan menampilkan pagelaran seni musik rakyat, tarian daerah, dan juga video footage mengenai Keajaiban alam dan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Konser ini juga akan menampilkan Dwiki Dharmawan & World Peace Ensemble, Dwiki Dharmawan & World Peace Ensembel, Elfa's Singers, Lea Simanjuntak, Ivan Nestorman, Zaneta Naomi, Bayang Paris (Fauzan Ja'Far), dan sebagainya.***

Monday, 14 November 2011

Taman Buaya Indonesia Jaya

Ada acara kumpul keluarga di rumah Om Rus, siang 13 November 2011, sehari setelah Owien ulang tahun. Owien-pun langsung minta kita menengok salah satu binatang kesayangannya - Buaya (nggak pakek darat!). Jadilah setelah makan siang di rumah Om Rus di Perumahan Taman Mutiara Cikarang kami (Saya, Bimo,Ibu,Mbak Nana,Owien, Mbak Rita dan Mas Tunggal yang menyetir Xenia-nya) menuju ke Taman Buaya Indonesia Jaua Cibarusa Kec.Serang Bekasi - Cikarang.
Tiket masuk @ Rp 20.000 ,- , saya, Owien dan Bimo langsung masuk ke Arena Atraksi Joko Tingkir. Ya Allah, saya sih sekejab aja deh di arena tersebut karena sedang berlangsung Atraksi Debus. Hiks, saya khan pecinta kelembutan lowh... ;-)

Saya dan Owin di depan Area Atraksi Joko Tingkir
Owin (Duta Buaya Putih , walau bjilbab merah) dan Anna (Duta Buaya Buntung) ;-p

Di kandang Buaya Putih dan Buaya Buntung kita diperbolehkan sedekah dengan ayam, bebek dan sejenisnya untuk makanan buaya-buaya ini (yang gigi-nya pada nongol mengerikan ;-D) . Sebaiknya sih kalau mau sedekah diserahkan saja ke pengurus atau pawangnya supaya mereka yang memberikan makanan tersebut. Nggak ingin sedekah ayam atau bebek?? Sedekah "buaya darat" juga boleeeeh...hehehe...
Beberapa saat saya dan yang lainnya berkeliling di Taman Buaya Indonesia Jaya, juga membeli minuman. Bimo malah beli ice cream ;-D

Ada -/+ 500 ekor buaya dengan panjang 2 meter - 5 meter yang dapat di saksikan dari dekat di taman wisata ini.

Ada tulisan : "Jangan dekat2,Monyet Galak" di kandang ini.Tapi saya sangat 'tersentuh' melihat matanya memandang saya. Love you,Nyeeet ;-)
Atraksi Manusia dan Buaya di Arena Joko Tingkir.

Setelah berkeliling sejenak kami semua menyaksikan atraksi manusia dan buaya. Nggak ada larangan foto, tetapi dimohon tidak menggunakan lampu flash. Sebelum atraksi kita harus berdoa agar kita semua selamat selama atraksi berlangsung ya ;-) Menurut keterangan brosur-nya atraksi ini adalah satu-satunya pertunjukan spektakuler hanya ada di Indonesia. Kami jadi teringat buaya-buaya yang berkeliaran di Bangkok Thailand yang saat ini tengah banjir deh.
Mengunjungi Taman Buaya Indonesia Jaya membuat kita lebih mencintai Indonesia dan kekayaan satwa yang ada. Berkunjung deh ke sini, sambil memberi masukan kepada karyawan/ti dan lingkungan di sekitarnya. Miris banget begitu membaca artikel fashion yang menjelaskan bahwa salah 1 model tas yang menjadi trend 2012 (diproduksi oleh rumah fashion premium pastinya) bahannya dari cangkang telor buaya dan kulit buaya. Mereka menjualnya dengan harga yang setinggi langit, sedangkan para "pemelihara" buaya ini hidup sederhana - bertarung nyawa. 
Foto bersama patung buaya dan boneka buaya pink yang dibeli dari penjual yang menggelar dagangannya di pelataran dekat pintu masuk. Harga boneka buaya pink @ Rp 25.000 ,-. Sungguh, jangan ditawar lagi karena pedagang mengatakan bahwa ia hanya mengambil untung @ Rp 2000 ,- ! Ayo syukuri nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita untuk membeli boneka buaya ini ;-)

Ajak keluarga untuk berkunjung ke Taman Buaya Indonesia Jaya untuk mencintai wisata Indonesia anugerah Pencipta - dan bye...bye...buaya darat ;-D
Kalau mau informasi lebih lanjut mengenai Taman Buaya Indonesia Jaya, (Crodcodile Park) hubungi : 021 - 8995 - 2559. Buka setiap hari jam 08.00 - 16.00. Untuk atraksi Buaya/Ular dan Debus setiap hari Minggu dan libur jam 11.00 dan 14.00.


Monday, 3 October 2011

Ingin Menulis Tentang Medan

Entah kenapa kok tiba-tiba saya ingin menulis tentang Medan Sumatera Utara. Memang sih sepulang menunaikan tugas disana saya belum sempat menuliskan tentang Medan, justru begitu sampai di Medan saya sempat posting tentang kedatangan saya dari internet di lobby hotel, yaitu : Ini Medan, Bung! juga ketika saya sempat shock ketika baru tiba di Hermes Hotel karena Kamar Hotel Tanpa Jendela 

Mengenai suasana wisatanya belum saya tulis. Tetapi nantilah jika ada "kesempatan" saya akan menuliskan....#hmmm,kenapa gw jadi galau gini sih?!

 Saya di Istana Maimon Medan
.

Friday, 30 September 2011

Tour of Duty : Pulau Dewata


14 - 18 February 2011 : Saya berangkat dari Semarang,sedangkan Dina berangkat dari Jakarta. Penerbangan nan menawan itu saya tuliskan di SINI .Di bandara Ngurah Rai Bali merupakan titik point kami bertemu.Penerbangan kami hanya berselang tak sampai 1/2 jam.Begitu menjejakkan Pulau Dewata saya langsung menghubungi Fanny yang sehari sebelumnya sudah tiba di Bali.Begitu mengetahui saat itu juga Fanny akan ke Dreamland saya "jingkrak2" dari airport,"Fan...ke Dreamland-nya besok aja deeeh.Hari ini aku ada tugas ;(("...Yeee,berasa plesiran doang kali gw di Bali ;-p

Malam harinya kami baru bertemu Fanny dan temannya (Teman nih,Fan? ;-D) di Kuta Bali en ikut2an ngeraya'in Valentine di seputaran Kuta dan Legian...hehehe.Fisik sih ikutan Valentine,tapi hati berzikir krn keesokan harinya merupakan perayaan Maulid Nabi ;-D Sayangnya pocket camera digital yang saya bawa lowbatt,jd malam itu hanya Dina en Fanny yang jeprat jepret di Kuta en Legian nan ramai. 



Malam Valentine (Or Maulid Nabi?!) @ Kuta - Bali

Keesokan harinya karena kaki saya yang terkilir di kantor klien...hiks,jadi gak bisa parasailing,gak bisa nyewa motor keliling Bali.Mungkin dgn kondisi saat itu saya masih bisa diving,tp berhubung halangan hari pertama...gw ogah lagi diving gitu diembus2 hiu ;-p Sore sih sempet jalan2 ke Sanur.Siang nyantai2 aja di hotel - Pop!Haris Hotel yang Nasi Jinggo-nya bikin Dina terkejatkejit.Bahkan pihak klien begitu saya ceritakan bahwa menu breakfast kami adalah Nasi Jinggo mereka melongo,"Haaahh?? Klau cuma mau nasi Jinggo sih nanti kita beli'in deh.Enak dan 2000perak udah dapet banyak banget!".Ternyata big boss mereka kalau ke Denpasar juga sering menginap di hotel ini,tambah bingunglah mereka,komentarnya,"Para boss itu kok gak pernah cerita ya kalau breakfastnya cuma dikasih nasi Jinggo?" Hahaha...malah malu deh daku, para boss itu aja gak protes dikasih nasi tsb,kenapa kita "protes"? 



Kamar tidur merangkap kamar kerja selama di Bali ;-D

Hari terakhir di Bali,barulah kami berdua sempat ke Dreamland dan Pasar Sukowati.Di album foto ini ada juga yang berada di Tabanan Bali, rumah salah satu nasabah klien yang tajir melintir en masih single.Punya perkebunan en sawah organic berhektar-hektar.Di area rumahnya juga terdapat landasan pesawat terbang (kelas Cessna tapinya...)

Monday, 12 September 2011

Naar Boven : Sakura-pun Mekar di Indonesia

Liburan lebaran saya, ibu, Mas Tunggal, Mbak Rita, Sekar dan Seno ke Cibodas. Berlibur sambil nganterin ibu menyaksikan bunga Sakura yang mekar di Cibodas - Jawa Barat. Kami sempat beriringan dengan Honda Jazz yang dikemudikan Bimo (pax : Mbak Wien, Mbak Lien, Fajar) tetapi karena kondisi Honda Jazz yang nggak prima menghadapi macet - maka di Ciawi mereka balik arah ke Jakarta.

Mampir di salah satu hotel. 


Setelah mampir di hotel tersebut, kami menuju Cibodas dan menyaksikan bunga Sakura yang mekar di sana. Sayangnya Sakura-nya tidak terlalu banyak karena musimnya hampir berakhir :)

SEKAR & SAKURA MEKAR