Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya tahun 2015 hingga 2016 saya blas gak keluar
pulau Jawa. Ngubleg aja terus diseputaran Jawa. Tapi gak masalah sih kalau
hanya kerap berkunjung "menghabisi" daerah wisata di pulau ini,toch
daerah Jabodetabek saja banyak "wahana" yang belum sempat saya
telusuri. Nggak perlu jauh-jauh deh,dalam radius 1 - 3 kilometer dari tempat
tinggal saja masih ada area yang belum saya ubleg2 kembali, diantaranya :
Sunday, 30 April 2017
Thursday, 30 March 2017
Hari Nyepi di Hotel Harris Summarecon Bekasi
Bagi sebagian orang Indonesia, tanggal 27
Maret 2017 banyak yang mengajukan cuti untuk menikmati long weekend. Hal
tersebut tidak berlaku untuk saya, everyday is holiday! And yess, sore tanggal
itu Mama Hana Sofia menawarkan kamar di Hotel Harris Summarecon Bekasi.
Walaupun saya mengetahui tawaran ini saat matahari sudah terbenam, saya tetap
mengiyakan tawaran tersebut. Hiyaaa, bisa melengkapi cerita saya di "5 Hotel Berbintang di Bekasi Yang Pernah Saya Singgahi"
Tiba di depan hotel pada pukul setengah 10
malam, diantar Grabbike yg drivernya sangat mengetahui jalan menuju kawasan
Summarecon. Ternyata orang Tambun toch!
Saya menunggu di lobby beberapa menit kemudian
menyusul Mama dan Ayah Hana Sofia ke mall-nya melalui pintu akses hotel. Berhubung
belum makan malam ,maka saya makan Mie Godog terlebih dahulu di Summarecon Mall
Bekasi. Masih ramaaaiii...riiiuuuh... Jam 11-an kami kembali ke hotel.
Room 1209
![]() |
| Meja di kamar, tapi tab tidak termasuk yach :D |
Saya menempati kamar nomer 1209, Ortu Hana Sofia di kamar 1208. Seperti hotel Harris lainnya, interior kamar terlihat
minimalis, dengan warna orange dan putih creme yang dominan. Kamarnya luas,
dibawah tv flat menempel sofa yang dapat digunakan untuk tidur juga. Jadi kalau
menginap disini bertiga, tidak diperlukan extra bed. Buat saya, sofa panjang
tersebut saya gunakan untuk meletakkan 2 tas . Terdapat 2 bed single yang didempetkan sehingga terkesan bed ukuran
queen. Ada guling juga loh, bahkan ada guling mini berwarna orange yang
tertuliskan ‘Harris Big Hug’...uhuk,
jadi saya merasa kaya pelukan di malam Nyepi...hihihi
Meja di sisi tv dan tempat tidur tidak ada
lacinya. Hanya papan dengan 4 kaki membentuk meja. Minimalis! Demikian pula
dengan lemari pakaian yang tidak menggunakan pintu. Untungnya bathroom ada
pintunya, bahkan ada tube (pintu kaca) yang memisahkan shower.
![]() | |
| Harum Shower Gel-nya semerbak, dan tertulis factory-nya. Sabun batang modelnya lucuk, tapi nggak saya gunakan |
Wednesday, 8 March 2017
Hidup Sehat dan Segar di Kota Jakarta, Tepatnya di Klub Kelapa Gading
Klub Kelapa Gading
Summarecon pada hari Minggu (26/02/2017) mengadakan acara Blogger Day. Waaaaw...asyiiik dekat rumah. Karena itulah jam 09.30 saya masih bobo leyehan di kamar....So jam setengah
11an saya baru tiba di Nirwana Room yang terletak di depan kolam renang-nya. Ini
bukan pertama kali saya berkunjung ke sini. Ibu saya mengadakan resepsi pernikahan
kakak ke-5 di Klub Kelapa Gading pada
tahun 90-an. Alhamdulillah pernikahan itu langgeng 20 tahun-an, dan kematian memisahkan
mereka 3 tahun lalu. Anaknya saat lulus dari SMA Lab School Rawamangun Jakarta
Timur, juga merayakan wisuda-nya di Klub Kelapa Gading. 3 bulan lalu saya juga
masih sempat hadir ke resepsi pernikahan di Grand Ballroom. Jadi sebenarnya
bukan suatu yang asing bagi keluarga besar kami. Klub Kelapa Gading
dibangun sejak tahun 1984. Saat saya masih super imut almarhum Ayah sering mengajak
kami ke daerah ini *Ketahuan deh umur!
Hihihi...👧👶
Yaaa, tetapi baru minggu lalu loh saya
tersadar *Lah?, bahwa di dalam keramaian kota Jakarta ini ada sebuah tempat
yang membuat kita sehat dan segar. Asli loh, berada di dalamnya kita seperti
sedang berlibur di Bali atau Lombok. Pada kenyataannya memang Klub Kelapa
Gading ini merupakan klub keluarga terlengkap dan ternyaman di kota mandiri
Summarecon Kelapa Gading Jakarta Utara.
![]() |
| Kolam air hangat...whirpool |
Berbagai fasilitas tersedia disini , yaitu : Kolam
Renang (Olympic Size) , Kolam Renang Anak, Whirlpool, Lapangan Tennis, Lapangan
Badminton Indoor, Lapangan Squash, Lapangan Basket, Tenis Meja, Karaoke,
Jogging Track, Fitness Center, Sauna, Kid's Club, Taman Bermain.
Labels:
City Tour,
Family,
Jakarta Utara,
Kelapa Gading,
Property,
Sport Club
Thursday, 2 March 2017
5 Hotel Berbintang di Bekasi Yang Pernah Saya Singgahi
Bekasi yang pernah di-bully oleh
netizen justru terlihat pengembangannya begitu pesat. Bahkan ketika saya
melakukan survey mengenai kota mandiri dan property kebanyakan tenant ,
business development atau marketing manager berbagai industri mengatakan bahwa
omzet penjualan mereka terbanyak dari Bekasi setelah Jakarta. Diantaranya
menyatakan bahwa "Bekasi is the second metropolitan in Indonesia".
Penjualan mereka lebih tinggi di Bekasi dibandingkan dari Surabaya, Medan,
Jogjakarta, Bandung, Semarang,Solo,dan semua kota besar lainnya di Indonesia!
Wow sekali bukan?! Masih berani nge-bully Bekasi?
Saya putri kelahiran Jakarta Selatan, masa kecil di Jakarta Pusat dan ber-ktp Jakarta Timur juga memiliki "kekaguman" terhadap daerah yang hanya dibatasi 1-2 kecamatan dr kediaman saya ini. Hotel berbintang 4 juga sudah bertaburan di kota Bekasi. Bersyukur saya memiliki kesempatan bermalam di hotel2 tersebut, 3 hotel saya bermalam dan 2 hotel saya mengikuti acara serta pastinya menikmati F & B di hotel tersebut. Apa saja? Inilah 5 hotel berbintang 4 yang pernah saya singgahi untuk bermalam dan hadir dalam suatu acara :
![]() |
| Kamar Hotel Horison Bekasi 2015 (Pic @balqis57) |
Ini hotel berbintang 4 di Bekasi
yang pertama kali saya singgahi. Lebih dari 10 tahun lalu saya dan Bimo hadir
dalam seminar motivasi yang diselenggarakan oleh perusahaan MLM yg kami ikuti.
Sejak saat itu beberapa kali saya menginap di Hotel Horison Bekasi yang
terintegrasi oleh Metropolitan Mall Bekasi. 2 tahun lalu hotel ini di renovasi,
mengalami perubahan yang significant. Paska renovasi kembali saya mendapatkan
keberuntungan menginap di hotel ini. Bulan Oktober 2015 kesempatan menginap di
New Horison Hotel Bekasi. Saya baru sempat menuliskannya tentang resto-nya , “MetskyDine Lounge, Menikmati Atmosfer Kota Bekasi Dari Hotel Horison”
Jl. KH. Noer Ali, Kayuringin Jaya
Bekasi Selatan
Kota Bekasi
Jawa Barat 17148
Jl. KH. Noer Ali, Kayuringin Jaya
Bekasi Selatan
Kota Bekasi
Jawa Barat 17148
Phone:(021) 30028500
Waktu itu saya sedang browsing,
pandangan saya terhenti lama pada website/blog yang me-review hotel ini.
Terkesan "aristokrat" desainnya. Saya berniat suatu saat menginap
atau menghadiri acara di hotel yang 1 group dengan Grand Serella Bandung -
dimana hotel ini pernah saya inapi ketika berkunjung ke Bandung sekian tahun
lampau.
Cerita saya bermalam di Amarrossa
Hotel Bekasi dapat dibaca “Rezeki Wanita Sholeha : Stay at Amaroossa GrandeBekasi”
Mohon dimaklumi kalau ada penulisan nama hotel yang keliru , karena selama menginap di hotel tersebut saya dan saudara-saudara sering mengucapkan nama hotel ini dengan "tepat" berulangkali. Nggak jelas huruf apa aja yang dobel... :D
Amarossa Grande Bekasi
Jln Jend.Ahmad Yani 88
Bekasi Barat - Indonesia
Amarossa Grande Bekasi
Jln Jend.Ahmad Yani 88
Bekasi Barat - Indonesia
Labels:
Bekasi,
hotel,
Hotel Amaroossa Grande,
Hotel Aston,
Hotel Horison,
Hotel Santika,
jawa barat
Sunday, 5 February 2017
Social Traveling To Lampung Timur
Bahagia banget deh mendapat
undangan menghadiri suatu acara di Lampung. Apalagi kali ini menggunakan
transportasi darat + ferry dari Pelabuhan Merak hingga Bakauheni.
Yippiiii...mengulang pengalaman beberapa tahun lalu (Nggak perlu dijelasin
kapan tepatnya, ntar ketahuan umur deh :p ), yang pasti saat itu sama di bulan
January - beberapa hari sebelum keberangkatan ke New Zealand (Karena setelah
kembali Ke Jakarta pihak Kedutaan Besar NZ nyari2 saya). Sebelum meninggalkan
Indonesia saya khan mau maen dulu ke belahan Indonesia, so saya en Jeng Dion
dengan pede-nya menuju Lahat Sumatera Selatan (Sumpe,Jeng, gw kagum sm diri
kita yang kok yach tahan amat ke Lahat (Sumsel) naek kendaraan darat non AC.
Sumpeee, skrg andai dibayar-pun msh mikir2 dah 😂)
Kali ini, 20 January 2017 saya
berangkat dari Filantrophy Building dengan mobil milik Dompet Dhuafa. Kami berenam dlm 1 mobil (AC ya,Buuuuk...). Melalui
BSD kami menuju Pelabuhan Merak – Banten , mampir bertemu dengan
rombongan media di RM Berkah Bhayangkara.
Makan siang, rombongan pria melakukan shalat Jumat.
Ampun deh, toilet yang hrs bayar
Rp 2000 terlihat tidak terawat. Haloooo...Pak, daripada tidur njagain bayaran
toilet gitu lebih baik lebih aktif membersihkan semuanya. Percaya deh,
kebersihan sebagian dari iman dan bila kita semakin bersih maka rezeki juga semakin
banyak berkah. Aamiin...😊🙏
Ferry Keberangkatan : Farina Nusantara
Kami masuk ke dalam kapal. Banyak
cowok2 yang menawarkan diri untuk terjun ke laut asalkan di bayar dengan uang
kertas. Huh, saya mah nggak peduli yang seperti itu! Lain halnya dengan teman
seperjalanan saya yang "meladeni" ocehan orang-orang itu. Saya justru
merasa terganggu sebenarnya, tetapi setelah dicuekin orang-orang itupun
menyingkir dari hadapan saya.
Ternyata bener khaaaan, teman
seperjalanan pada kena tipu. Sudah menyerahkan uang, tapi cowok2 itu malah
kabur. Ya iyalah, secara kalau mereka terjun trus sampai nggak muncul lagi ke
permukaan air atau kepentok besi kapal ,bisa2 kita loh yang bertanggung jawab.
Secara mereka menawarkan dirinya dengan kalimat,"Ayolah Teh/Mbak/Bu Haji,
untuk hiburan di kapal bayar pakek uang kertas, nanti saya nyebur."
Jiaaah, boro2 kehibur kalau saya mah... mending ke laut sono,Bang!!
Peringatan aja nih buat kamu2
yang naik ferry menyebrangi Selat Sunda. Nggak usah ditanggepin kalau ada
tawaran seperti ini. Justru yang harusnya ditanggepin adalah Abang Penjual
Empek2 yang menawarkan 1 potongnya Rp 3000. Awalnya saya underestimate terhadap
kelezatan Empek2 yang ia jual. Karena mondar-mandir dan nggak ada yang berminat
beli, maka saya niatkan sedekah dengan membelinya. Cuma beli 1 potong sih,
secara saya masih kenyang. Setelah saya gigit...duh saya kaget!!! Dengan
kondisi kenyang, saya masih merasa Empek2 itu enak, ikannya terasa di lidah.
Jualannya juga bersih, dengan plastik baru. Huaaa, sayangnya saya mengetahui
hal ini terlambat. Kalau sejak awal saya coba,pastinya saya beli lebih
banyaklah. Ini faktor selera ya, secara dengan harga Rp 3000 saya pikir cuma
terasa kanji. Jadi jangan juga dibandingkan dengan Empek2 yang harga Rp 15.000
- 30.000/potong.
Kalau ferry Farina Nusantara ini
ukuran kapalnya tidak terlalu besar, dan sepertinya kapal lama. Di cafetaria
dan ruang lesehannya luas dan ada televisi-nya, tetapi...puaaannaaas, jadi
mending kami berdua duduk di luar kapal sambil menikmati pandangan ke laut.
Untungnya kapal angkutan tersebut tidak terlalu ramai, tetapi tetap aja kami
merasa sudah nggak nyaman dan langsung ke ruang VIP yang full AC. Ruangannya
biasa saja, di layar televisi tampak film jadul yang nggak ada selera untuk
kami tonton. Jeng Yanti sempat tertidur, dan saya membaca surat Kahfi –
kebetulan khan hari Jumat.
Welcome to Sumatera
Barangkali sekitar jam setengah 4
sore kami tiba di Pelabuhan Bakauheni - Lampung
Selatan. Kemudian mampir sejenak di Indomaret
Menara Bakau (Siger) membeli cemilan dan minuman, kemudian melanjutkan
perjalanan. Pemukiman warga di sekitar situ banyak berdiri pura di depan
rumahnya. Saya malah jadi ngerasa mendarat di Negara Bali...hahaha...Namun
traffic-nya berbeda sih. Di Lampung banyak truck dan kendaraan besar yang
ngebut, kendaraan pribadi jarang berpapasan dengan kami. Tak tampak pula
kendaraan umum sejenis angkot. Wiiih, penduduknya pada kemana yach?
Jam 5an kami tiba di RS AKA Medika Sribhawono Dompet Dhuafa –
Lampung Timur yang sedang
dipersiapkan untuk diresmikan keesokan harinya. Kami khan diundang ke
Sribhawono Lampung Timur memang untuk meliput dan menyebarkan info program ini.
So plis yach untuk yang niatnya plesiran gratis....jangan kebangetan deh .
Labels:
Bahari,
Lampung,
Social Traveler,
transportasi,
wisata edukasi,
wisata kerja
Thursday, 2 February 2017
Al Azhar Memorial Garden, Terminal Terakhir di Dunia
![]() |
| Temu Blogger di Al Azhar Memorial Garden Krawang |
Beberapa tahun lampau
pemakaman dianggap sebagai suatu tempat yang menakutkan, angker alias banyak
setan-nya. Padahal kematian merupakan kehidupan abadi yang sesungguhnya, dan
pastilah kematian adalah menuju keindahan abadi bagi kita yang beramal ibadah
baik karena Allah swt selama kehidupannya di dunia.
Merupakan fardhu kifayah,
kewajiban bagi umat memandikan dan mengkafani jenazah sesama muslim.
Memakamkannya di tempat yang baik, karena inilah peristirahatan terakhir bagi
jasad untuk berikutnya mencapai tahap menghadap kembali kepada Sang Pemilik.
Tidak perlu mewah, tetapi sangat dianjurkan makam tersebut indah. Sederhana dan
indah.
“Sesungguhnya Allah SWT
itu suci yang menyukai hal-hal yang suci. Dia Maha Bersih yang menyukai
kebersihan,Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai
keindahan...” (HR Tirmidzi)
Keindahan peristirahat
terakhir ini juga dapat menjadi syiar Islam dengan mengajak peziarah untuk
mengingat hari akhir, sekaligus dengan memandang indahnya taman, mengajak
peziarah untuk menginat hari akhir, sekaligus
dengan memandang indahnya taman, mengajak peziarah untuk mengingat
kebesaran, keagungan, kemuliaan dan keindahan Allah SWT yang telah menciptakan
alam dengan sempurna.
Al Azhar Memorial Garden
melalui Yayasan Pesantren Islam Al Azhar menyediakan lahan pemakaman yang
memenuhi unsur keindahan tersebut, tentunya dengan menuruti syarat makam
syariah.
·
Areal pemakaman hanya ditujukan untuk
memakamkan dan ziarah saja, tidak ada fasilitas lain yang dapat menimbulkan
tindakan pemborosan dan berlebihan dalam pemakaman.
Berdasarkan syarat makam
syariah tersebutlah maka makam di Al Azhar Memorial Garden berbentuk sederhana,
tidak dibuat beraneka model dan tidak dibangun apapun, hanya gundukan tanah
setinggi 10 cm yang ditanami rerumputan. Diantara makam satu dengan lainnya
diberi jalan setapak agar peziarah dapat berjalan tanpa menginjak-injak atau
melangkahi makam. Perawatan dan pengelolaan makam hanya dibayarkan pada awal
pemakaman.
Labels:
Garden Park,
jawa barat,
Karawang,
Pemakaman,
wisata religi
Friday, 30 December 2016
Kampung Wisata Djampang Zona Madina Bogor
Haaaiii....
2 minggu yang lalu, tepatnya hari Jumat tanggal 16 Desember 2016 saya mendapat kesempatan untuk mengikuti Blogger Trip to Zona Madina Parung Bogor. Kampung Djampang yang menjadi lokasi Zona Madina juga dikembangkan sebagai Kampung Wisata loh!
Cerita dari saya bisa didapatkan di postingan : Blogger Trip to Zona Madina Bogor, Menyaksikan Hasil Pemberdayaan Masyarakat.
Selamat membaca dan segera kunjungi Kampung Wisata Djampang (setelah berdonasi melalui Dompet Dhuafa tentunya lebih asyik deh! :) )
Sunday, 4 December 2016
Aula Simfonia di Jakarta, Tempat Konser Musik Klasik Serasa di Austria
Menyaksikan konser musik atau
paduan suara di Austria menjadi impian saya sejak TK. Maklum, penggemar berat ‘Sound of The Music’ jadi alam bawah
sadar sudah menyatakan harus ke negeri tersebut. Walaupun sudah menjejakkan
kaki ke Eropa namun saya belum memiliki kesempatan menyaksikan konser musik di
Austria. Malah di Belanda saya menyaksikan bulek-bulek bermain
gamelan...hehehe...
Oh kiranya, kini di dekat
rumah-pun ada tempat konser musik klasik asyik yang beroperasi sejak Oktober
2009! Tepatnya di Kemayoran Jakarta Pusat yang hanya berjarak sekitar 7
kilometer dari rumah. Jujur, saya kagum pertama kali menyaksikan konser di
ruangan ini. Apalagi pertama kali saya menyaksikan orchestra Palestina yang
level-nya memang sudah international. Saat datang saya masuk dari ruang parkir
bawah, sehingga belum ada kesan khusus selain gedung yang di depannya terlihat
kubah serta salib besar. Dari parkiran langsung menuju lift dan keluar dari
lift terdapat loket pada umumnya. Bahkan lebih terlihat keren loket tiket
nonton di sinema. Barulah setelah memasuki ruangan konser saya terkagum-kagum
seperti anak pasar induk yang masuk auditorium hotel berbintang 6....hihihi...
(Silakan baca juga : Palestina Damai Mewujud Dalam Ochestra Di Tanah Airku, Indonesia)
Labels:
Aula Simfonia Jakarta,
jakarta,
Jakarta Pusat,
mice
Subscribe to:
Posts (Atom)
















