Monday, 29 September 2014

Tangerang "Aroma" Amsterdam



Awalnya saya dan beberapa handai tolan berencana untuk piknik ke situs petualang ala Indiana Jones di wilayah Jawa Barat, namun apa daya, kakak saya mewanti-wanti dengan isi SMS,"An,pikirin lg klo mau jln2.(Cuaca gak nentu)..now aku lg terjebak.Dr jam 5 pg dr rmh nuju daan mogot,jam 9 baru smp cililitan tol.Ini msh stuck..*gila gak tuh,dah 4jam..." (29/01/2014 09:08:31)
Jleb dah nerima nih sms! Tapi kami bertekad harus tetap jalan-jalan, yang pasti bukan jalan-jalan di mall Jakarta. Kalau jalan di mall Jakarta mah setiap hari kaliii....
Baiklah, setelah kasak kusuk kami-pun menentukan tempat petualang yang bukan ala Indiana Jones. Beli 6 tiket ke Amsterdam Waterpark di Tangerang. Lumayaaaan, keluar juga khan dari Jakarta...hehehe...

Mirip di Volendam gak? ;-p

Pasar Minggu - Amsterdam Waterpark
Perjalanan susah-susah gampang deh. Ariel yang berulangkali ke Tangerang ikut bapaknya yang praktek di rumah sakit Tangerang ternyata nggak hafal jalan. GPS lagi nggak bisa beroperasi...hadeuuuh padahal gadget pada canggih semua! Pakek nyasar ke kuburan China dan rumah duka pulak. Untungnya siang hari. Tetapi syukur deh kami tiba di Amsterdam Waterpark waktunya tepat. Yak, tepat mau tutup! Hihihi...
Memang kami sengaja datang sore karena pada ogah kepanasan (Duh, saya pedagang Sunblock kok ya "takut" panas sih :p). 

Nyebur dan Foto
Niat kami kesini memang untuk berfoto ria. Bagi saya syukur-syukur bisa nostalgia saat saya belajar di negeri kincir ini. Tapi jangan berharap bisa bernostalgia di negeri yang perdana mentrinya yang sekarang jomblo ganteng, karena ...ya bedalah yaaaa. Untuk berfoto ria oke deh, pinter-pinternya nangkep background bagus aja, khususnya jangan dilewatkan berfoto di tulisan "I Amsterdam" ...walaupun ketahuan bohongnya sih karena di belakang kita pohon kelapa ikutan mejeng di lensa :D
Kami-pun hanya nyebur sebentar, kebetulan area berenangnya tidak sebesar waterpark lainnya. Beberapa permainan hanya dapat dilakukan untuk yang memiliki berat badan tertentu.Kakak saya ditolak waktu ingin mencoba trampoline karena berat badan.
Ya Amsterdam Waterpark memang lebih cocok untuk anak-anak. Kebersihannya oke, walaupun risih ngelihat banyak bapak-bapak yang nyebur ala kuda nil tanpa mengenakan pakaian renang. Harga makanan termasuk murah meriah untuk ukuran harga di tempat rekreasi.

Friday, 26 September 2014

Gratis Keliling Indonesia

Swissbell Panakukkang , Makassar - March 2014
Salah banget deh kalau saya sampai menanamkan mindset "gratis" ke jaringan dan orang-orang terdekat saya. Apapun dapat kita dapatkan dengan berdoa dan berusaha secara tekun dengan keyakinan. Termasuk jika kita ingin keliling Indonesia.Toch dengan tidak berharap gratisan maka kita bisa keliling Indonesia jika bergabung di bisnis yang sedang saya tekuni.

Beberapa hari ini saya mengamati laporan aktifitas jaringan bisnis saya di Oriflame. Waw, ternyata banyak downline saya yang bertebaran di penjuru Indonesia. Tenggarong Kalimantan, Batam, Semarang, Nganjuk, Surabaya, Purwokerto, Singosari, Bogor, Bau Bau di Pulau Buton dan berbagai daerah yang beberapa diantaranya belum pernah saya kunjungi.
Noted : Suatu saat saya akan berkunjung dan bersilaturahim dengan mereka, sekaligus mengadakan training bisnis kami. Nggak, saya nggak berharap mendapat penginapan atau makan gratis dari mereka kok :) Justru kunjungan atau traveling saya akan lebih bermanfaat bagi jaringan mereka juga. Nggak perlu gratis karena dari bisnis kami bisa mendapatkan bekal bagi kami ke depannya.



Kalau kamu tinggal di Indonesia bagian mana? Boleh saya kunjungi, silaturahim dan memberikan training ke tempatmu? Tentunya setelah kamu join di jaringan bisnis saya :)

Hubungi saya di :
balqis57@gmail.com
SMS : 0818477757
Instagram : @balqis57
Twitter : @balqis57
Facebook : facebook.com/balqis57

Wednesday, 17 September 2014

Liburan Gratiiiis yuuuukkkks!

Liburan gratiiissss yuuuks!
Bukan ala solo traveler atau backpackers!
Mau??? 




Hubungi : 
Email : balqis57@gmail.com
SMS : 0818477757
Instagram : @balqis57

Friday, 21 February 2014

Thursday, 16 January 2014

Ketika Aku Mengelilingi Bumi Pertiwi (2)



Kalau mau baca cerita tentang 2 perjalanan foto diatas, silakan di : Christmas Holiday in Bali & Lombok

Nah, kalau cerita tentang ke Suramadu, sekilas saya tulis awalnya di Sparkling Surabaya 2011

Tuesday, 18 June 2013

Ketika Aku Mengelilingi Bumi Pertiwi (1)

  



                    
Perjalanan dari Cengkareng Banten ke Makassar SulSel bisa dibaca : Landing @ Sultan Hassanuddin Airport (Oh Sukhoi...)

Posting tentang perjalanan daerah ini di Bumi Khatulistiwa : Pontianak

Sunday, 6 January 2013

Gili Trawangan,I'm Fallin' in Love With Yuuhh

Perjalanan dimulai dari Lombok Plaza Hotel di pusat kota Mataram seusai breakfast. Pak Mukhlis bersama dengan Toyota Avanza-nya menjemput kami, dan sebelum menuju ke Pelabuhan Bangsal kami mampir ke toko garment yang...oke-oke deh pakaian pantainya. Kakak saya membeli berbagai kaos untuk dipakai selama di Lombok (keponakan saya kehabisan pakaian bersih cuy!) , sedangkan saya hanya sempat menyambar 2 dress pantai berwarna cihuy ceria. Kalau nggak segera diingatkan barangkali saya masih menyambar berbagai dress pantai dan kaos untuk si Mr.Mistery.

Menuju Pelabuhan Bangsal di Kecamatan Pemenang kami melalui daerah Senggigi. Melewati Hotel Bintang Senggigi, tempat saya bermalam ketika pertama kali berlibur di Lombok bersama Mr.Past. Kakak saya berkomentar - tepatnya meledek,"Mau mampir di Senggigi, An? Barangkali mau bernostalgia di hotel tempat kamu menginap dulu....". Pyuuuh, justru berharap amnesia untuk peristiwa yang menurut orang kebanyakan adalah pengalaman yang membahagiakan ;p Beberapa poin wisata kami lewati, bahkan singgahi, seperti Pantai ...... yang dapat melempar pandangan ke 3 Gili dan Teluk Nare. Pak Mukhlis-pun dengan fasih memberikan informasi mengenai hotel yang kami lewati ber level premium, rate permalam-nya lebih dari 1 juta rupiah sampai 8.5 juta.
Oh ya, soal penginapan di Gili Trawangan kami "terpaksa" bermalam di cottage yang tidak terletak di pinggir pantai dikarenakan Villa Ombak, penginapan berbintang 4 di Gili Trawangan sudah penuh. Rate-nya juga lagi tinggi, yakni (Termurah) Rp 1.9juta/night. Sedangkan kami harus memakai 2 kamar,berarti khan mengeluarkan nyaris Rp 4 juta/night. Mendingan untuk jalan ke Labuhan Bajo deeeh...hehe. 8 bulan lalu keluarga kakak saya menginap di Villa Ombak, dan rate-nya belum setinggi itu. Menurut info penginapan ini adalah satu-satunya penginapan yang menyediakan air segar - bukan air payau. Sebenarnya kami ingin menginap di Villa Ombak di hari kedua karena keponakan saya agak rewel gitu kalau kami menginap di penginapan "standard" (Gaya banget deh nih anak, tapi gak apa-apa sih secara khan saya jadi kecipratan enaknya...hehe), namun karena masih juga fullbooking jadinya kami  berwisata di Gili Trawangan hanya semalam.



GILI TRAWANGAN, Yeaaah....!
Sebelumnya Kakak Ipar saya menceritakan tentang pengalamannya menyebrang ke Gili Trawangan dengan menggunakan public boat. Agak tidak mengenakkan walaupun jika diingat-ingat hal tersebut membuat kami tertawa. 8 bulan lalu kakak ipar dan beberapa turis asing harus menahan lemari kaca milik pedagang pulsa yang juga ingin menyeberang ke Gili Trawangan. Turis asing-nya sempat marah-marah, sedangkan si pedagang pulsa malah asyik tidur di public boat tersebut. Hahaha...sukses juga tuh pedagang pulsa bikin kerjaan turis asing and kakak ipar saya yang memiliki jabatan tinggi di salah 1 company besar en ternama. Kali ini kakak ipar saya juga sempat keqi dikarenakan koper besarnya ditumpuk-tumpuk sembarangan oleh porter yang membawanya ke boat. Saya jadi ingat film Arisan 2 deh, "kelakuan" kami yang membawa berbagai koper dan travelbag kok jadi mirip mereka di film itu ya? Waktu nonton film itu sih saya ketawa ngakak melihat kelakuan Aida Nurmala yang membawa aneka koper (bukan carrier) ,lah ternyata sekarang giliran kami. Namun tetap aja tuh saya nggak minat membeli carrier (lagi) untuk traveling....hehehe...*Waktu jadi Ketua Pecinta Alam sih saya sempat punya 2 carrier.
Public boat merapat di pantai Gili Trawangan, semua penumpang menyemplung ke pinggir pantai sambil menenteng bawaan masing-masing. Nggak ada dermaga-nya yaaa...siap berbasah ria :)

Kakak saya minta penjemput (petugas cottage) untuk memanggil Cidomo untuk mengangkut barang bawaan. Yang penting barang bawaan kami deh, kalau kami sih jalan kaki juga oke. Eh kok ya malah koper kakak ipar saya diangkut dan langsung dibawa dengan sepeda. Berjalan sekitar 100meter-an akhirnya sampai juga di Lumbung Cottage. Waw, semakin ingat dengan film Arisan 2 deh!  Di kamar nggak tersedia TV, WiFi bagus kalau kita berada di pinggir kolam renang. Hal ini membuat 2 keponakan saya lebih betah berinternet di bale bengong alias gazebo pinggir kolam renang.



Di dalam kamar ber-AC saya merasa "mati gaya", siang cuaca terik dan jalanan becek! Nggak ada TV ,dan sinyal internetpun ogah-ogahan membaik.Mendadak kepengen manggil guru yoga privat seperti tokoh MeiMei di film Arisan 2 jadinya...hehe. Sekar asyik ber-WiFi ria di gazebo, kakak ipar saya sepertinya masih "sibuk" dengan kopernya yang "dizholimi" dan ternyata Seno bersama ayahnya menyewa sepeda berkeliling pulau. Saya-pun leyeh-leyeh ngadem di kamar sambil membaca novel yang dibeli Sekar di Mataram Mal. Saya juga sms dan menelpon Fajar di Jakarta untuk dikirimi pulsa....*Gak jelaslah saya ini sebenarnya "mati gaya" atau "males gerak"....hahaha. Akhirnya malah siang itu saya manfaatkan sekalian untuk nyuci pakaian dalam en celana panjang!  Menjelang sore hujan tercurah di Gili Trawangan....Alhamdulillah "mati gaya" jadi ada hikmahnya juga :)


28.12.2012 Saya menyempatkan diri berenang. Cuma saya dan kakak ipar yang berenang setelah sarapan.Air kolamnya payau.

Karena air payau maka sikat gigi-pun saya harus menggunakan air mineral kemasan,plus pasta gigi-nya Optifresh Oriflame :D

GILI TRAWANGAN, Nightlive...
Semula kami ingin bersepeda menuju tempat makan malam, tetapi sepeda yang kami sewa khan hanya 2 (kami makan malam bertiga) apalagi saya tersadar bahwa saya mengenakan rok panjang, jadinya kami berjalan kaki ke Night Food Market. Rameeee bangeeetzz, dan sumpe dah, susah ndapetin turis domestik disini. Berbagai petugas resto/bar/cafe menawarkan kami bertiga untuk singgah di tempatnya, bahkan ada yang menyodorkan menu dengan penawaran,"Disini murah-murah,Pak...Nasi Goreng cuma Rp 15.000.". Kami tersenyum dan mengucapkan terimakasih atas penawaran mereka.
Lah, pandangan saya kok lebih interest ke bulek-bulek handsome yang malam itu bertebaran di cafe-cafe  ya? Hahaha...parah! Emang ciyus nih, enelan deh cowok-cowok bulek disini tuh emang terlihat rapi,bersih dan mirip para aktor Holywood.Eaaalaaah, malah saya merasa melihat Chris Pine sedang menikmati hidangan malamnya. Beda deh sama bulek yang berseliweran di Kuta Bali yang menurut pandangan saya udah agak bluwek...hahaha...* Oh Gili Trawangan, I'm fallin love with yuuuuh!


Berbagai cafe/resto ada di Gili Trawangan, salah 1-nya Tir Na Nog, konon The Irish Bar yang terdapat di pulau terkecil paling jauh dari negeri asalnya. *Ngebayangin U2 show di bar tersebut :D


Yang membuat saya jatuh cinta dengan kehidupan malam Gili Trawangan , diantaranya :

Nggak ada yang protes atas nama ini, padahal di Jakarta ada yang protes kalau dijadikan bar/cafe. Ya iyaaalaaah...nama sesuatu yang mulia kok dijadikan tempat "mabok2an" :D Kalau untuk nama Diving Course gak apa2 kali yak?

  • Turis international yang makan malam terkesan rapih dan bukan bulek yang ngumbar-ngumbar aurat disini. Mereka bisa menempatkan diri , barangkali mereka akan berbikini ria jika di siang hari - itupun di pantai.
  • Mereka banyak yang membawa anak-anak. Kesan 'family tour', bukan solo traveler. Pada sempat lari-larian di dekat saya, tetapi saya kok merasa oke-oke aja yah nyaris ditubruk oleh mereka. Orang tua mereka sih sempat mengingatkan agar mereka tidak berlarian di dalam resto.
  • Saat menyusuri jalanan, seringkali pengendara Cidomo dan sepeda berkata,"Excus me...Excusme...". Pejalan kaki menepi dan jalanan dilalui oleh mereka. Tenang bangeet deh, gak ada polusi BBM atau suara. Bahkan polisi juga tidak ada, tetap amaaaan.
  • Suara pengajian terdengar jelas dari mesjid yang terdapat di pulau tersebut. Suaranya terkesan selaras dengan suara musik yang saya dengar dari cafe/bar di sekitar. Rasanya nggak akan bisa kita dapati hal ini di Kuta Bali, Legian, Seminyak atau Ubud.
  • Dan seperti yang saya katakan sebelumnya....cowok-cowok bulek-nya ganteng ganteeeeng .....
Duuh, dari tadi ngomongin si bulek melulu.Trus kami bertiga makan malam dimana???

Scallywags Organic Seafood Bar


Dari awal datang ke gili ini Sekar udah ngoceh-ngoceh mengenai es krim yang terdapat disini. Jadilah kami bertiga menuju ke Scallywags Organic Seafood Bar.
Si Mas yang melayani sampai ngerti banget,"Sebelumnya pernah kesini ya?".
My Bro and Sekar manggut-manggut.
Tanya si Mas lagi : "Nginep di Villa Ombak?"
My Bro,"Nggak kedapetan tuh,full. Waktu liburan lalu nginep disana..."
Dan seterusnya ......
Saya memesan ice cream rasa coklat yang emang asyik banget. Langsung ngebayain jadi ibu kucing yang mandiin anak-nya. Nikmat euy! Jadi termotivasi masuk sorga deh aaah....*Sampai Jakarta harus sedekah ke kucing2 di rumah nih en cari ice cream merk ini...hihihi

Food Market Gili Trawangan

Kami memesan beberapa Sate Seafood disini, sedangkan My Bro membelikan keponakan saya Nasi Goreng seharga @ Rp 15.000. Kalau Sate Udang Pedas yang saya pesan harga peporsi (3 tusuk) Rp 25.000. Sate Cumi Rp 30.000/tusuk.Di kasih bonus nasi plus Bakwan Jagung. Menikmati makanan tersebut di cottage. Pedas-nya mantap! Kebayang banget kalau bulek yang makan....apa gak kejang-kejang ya mereka??? *Ngebayangin Chris Pine kepedesan....

Tuesday, 1 May 2012

Horee...Taman Safari Indonesia

Hanya dalam tempo 2 minggu "simpanan" keinginan pikiran terwujud! Yeaah, Taman Safari Indonesia! Beberapa tahun lalu saya pernah bermalam di Safari Garden Hotel (*4), kali ini Mbak Lien sebagai tuan rumah yang berulang tahun membooking 1 bungalow 3 kamar dengan rate Rp 1.500.000 ,-/night di Taman Safari Lodge (Penginapan di area Taman Safari Indonesia).
Longweekend, 24 Maret 2012 saya berangkat dari Pulomas. Menumpang Innova-nya Mbak Yoen. Kami berangkat di mobil tersebut : Mbak Yoen, Pandu, Ibu, Mbak Nana, Owien dan Mbak Lien. Yang menyetir sopirnya Mbak Yoen. Mereka berniat langsung kembali ke Jakarta.

Makan siang di salah 1 resto dekat TSI


Menanti waktu check in yg jam 2 siang. Maen ayunan duyyuuu...

Menjelang sore saya, Mbak Wien, Asti dan Ariel berenang di kolam renang Taman Safari Bungalow/Caravan di sebelah restaurant yang keesokan paginya dipakai untuk breakfast tamu yang menginap. Kolam renangnya nggak dalam, dan terdapat jacuzi. Kami tidak memanfaatkan jacuzy sore itu, tapi keesokan harinya Gege, Hana, Dian dan Kany yang justru memanfaatkan.

Kecipak Kecipuk....Saya-pun maen aiiiirr....

Keesokan harinya yang breakfast di restaurantnya : Saya, Gege, Dian, Fajar, Hana, Dian's Dad,,,en Kany's Mom yang hanya mengambil setangkup roti dan membawanya ke bungalow. Setelah breakfast dan membeli beberapa pernak-pernik di minimarket beberapa diantara kami berenang hingga waktunya check out, dan siangnya kami masih berjalan-jalan di Taman Safari Indonesia nan ramaiiiiiii...

Check out dari bungalow en menuju TSI


Sebelum kelupaan saya mau mengatakan bahwa Taman Safari Indonesia ini kalau ditata dengan jujur,disiplin, tanggung jawab, adil, peduli dan kerjasama bakal jadi object wisata yang paling cihuy di dunia! Waduw...waktu ke Jurong Bird Singapore saya nih sampai terkaget-kaget waktu naik monorail. Ekeh pikir perjalanannya jauh dan areanya segede gambreng, ternyata duuh masih lebih besar Ragunan deh. Waktu diajak tourguide ke air terjun dan dijelaskan bahwa air terjun tersebut merupakan daya tarik alam Singapore saya melongo dan dalam hati berkata,"Sekampung-kampungnya desa di negara gue, air pancuran di selokannya lebih oke dibanding air terjun ini..."
Pengalaman berkesan dapat kita dapatkan dengan berkeliling mengendarai gajah, Rp 250.000 ,- kita persiapakan untuk pengalaman unik, berkesan dan keren ini!

 Indonesia juga kaya akan satwa...seharusnya kita semua mengerti ini. Sayangilah satwa tersebut, karena satwa tersebut merupakan ciptaan Tuhan dengan tujuan tertentu. Menjaga kelestariannya akan berdampak sangat baik bagi kehidupan kita sebagai penghuni semesta ;-) Sisihkan uang kita untuk satwa ini yuk!

Help Our Wildlife : Masukkan uang kita ke kotak ini atau beli t-shirt di dekat kotak

Ada Onta di Indonesia