Sunday, April 30, 2017

Wisata di Kawasan Kelapa Gading - Pulo Mas - Rawamangun


Festival Fashion & Food terbesar di Jakarta yang diadakan setiap tahun (Dok.BozzMadyang)
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya tahun 2015 hingga 2016 saya blas gak keluar pulau Jawa. Ngubleg aja terus diseputaran Jawa. Tapi gak masalah sih kalau hanya kerap berkunjung "menghabisi" daerah wisata di pulau ini,toch daerah Jabodetabek saja banyak "wahana" yang belum sempat saya telusuri. Nggak perlu jauh-jauh deh,dalam radius 1 - 3 kilometer dari tempat tinggal saja masih ada area yang belum saya ubleg2 kembali, diantaranya :

Desain pengembangan equestrian untuk Asean Games 2018 (Dok.PT Pulo Mas Jaya 
  • Pacuan Kuda Pulo Mas, area pacuan kuda international ini sedang dalam tahap rebuilding untuk persiapan Asian Games 2018. Lokasi Pacuan Kuda ini hanya berjarak sekitar 200an meter dari rumah saya. Ketika  masih SD/SMP saya seringkali bermain sepeda dan berfoto-foto bersama sepupu di area Pacuan Kuda. Setiap Minggu pagi diadakan senam bersama - pesertanya kebanyakan lansia, tapi kami yang masih SD dengan pede mengikuti gerakan-gerakan yang diberikan oleh instrukturnya. Di sekitar Pacuan Kuda juga terdapat pedagang makanan yang bahasa kerennya disebut "street food", bahkan sejak SD sampai 2 tahun lalu saya bersama keluarga seringkali menikmati bubur ayam Pulo Mas yang berada di Kantin Pulo Mas. Namun sejak pembangunan kembali Pacuan Kuda yang dimulai tahun lalu, kami belum menemukan lokasi pindahnya "Kantin Pulo Mas" tersebut. Untungnya sekarang ada Bubur Ayam Banyumas yang sama lezatnya (namun beda versi) dengan bubur ayam langganan saya sejak SD itu. 
  • Velodrome alias arena balap sepeda akan menjadi arena  balap sepeda bertaraf international pertama di Indonesia. Memang sebelumnya Velodrome ini sudah menjadi arena balap sepeda bertaraf international, dan sekarang dipermegah kembali sesuai dengan rencana beberapa tahun sebelumnya. Seru-nya lagi nih, di depan velodrome juga sedang proses pembangunan jalur LRT rute Velodrome - Kelapa Gading. Yeaaah, keren banget deh sekitar sini. Berwisata kuliner di daerah ini??? Tenaaang, di Rawamangun banyak kuliner ngehitz bagi semua kalangan usia. Harga-harganya juga sangat terjangkau, apalagi di sekitar lokasi terdapat universitas negeri, dan berbagai universitas swasta terkenal. Boleh dikatakan kawasan ini di"kepung" oleh universitas terkenal, seperti UNJ, STIE, ASMI, Trisakti, Jayabaya, Kalbis, dll. 
  • Danau Ria Rio Pulo Mas .Jujur aja, saya belum pernah mampir kesini sejak dijadikan taman terbuka walaupun ratusan kali melewatinya. Kurang sreg karena seringkali saya melihat taman ini dijadikan tempat berpacaran remaja-remaja yang sepertinya kurang dana. Iyeee, pacaran gratis ye dimarih?  :p Semoga saja pimpinan daerah yang baru nanti dapat menertibkan dan membersihkan taman ini dari remaja-remaja yang berpacaran disana. Tambah mushola, taman bacaan, taman bermain dan cafe yach, Pak! 
  • ITC Cempaka Mas .Ini salah 1 pusat perbelanjaan terbesar di Asia Tenggara. Memang seringkali jika kesini terdengar suara pengumuman agar rombongan wisata dari Malaysia/Brunei/Singapore diminta berkumpul karena waktu belanja mereka telah habis. Masjid yang berada di pusat perbelanjaan ini juga sangat memadai. Mukena-mukena yang bersih dan harum terpelihara, dilengkapi dengan buku-buku bacaan Islami.   
  • Kelapa Gading . Daerah yang 1 ini sudah menjadi kota mandiri yang mapan. Mall-nya aja ada beberapa, dan selalu ramai. Mall Kelapa Gading sampai terangkai 5 mall (plus La Piazza), Mall Artha Gading dan Mall of Indonesia. Belum sebulan ini beroperasi Tera Bella Lifestyle yang letaknya berseberangan dengan apartmen Pulo Mas. 
  • Sarana olah raga di sekitar sini juga sangat banyak, selain Pacuan Kuda Pulo Mas, Velodrome Rawamangun dan Lapangan Golf Rawamangun. Sarana olahraga bertaraf international lainnya adalah : Klub Kelapa Gading. Disini terdapat kolam renang ukuran olimpic, dan lapangan bulutangkis-nya rutin dipakai oleh pasangan Allan Budi Kusuma dan Susi Susanti. Kenal mereka? Yess, mereka adalah pasangan peraih medali emas Olimpiade pertama yang dipersembahkan untuk Indonesia.
Kolam Renang Klub Kelapa Gading (Dok.Pribadi)
Masih banyak lagi tempat di sekitar Kelapa Gading – Pulo Mas dan Rawamangun yang bisa dikunjungi, bahkan pusat pemerintahan mudah di jangkau dari area – area ini. Demikian pula dengan tempat wisata Ancol, Jakarta International Expo Kemayoran, airport Halim Perdana Kusuma dan Pelabuhan Tanjung Priok.Nah di bulan Mei saya berulang tahun dan berminat untuk staycation serta melakukan me time di property yang dikelola oleh RedDoorz. Tentunya saya memilih properti yang tidak terlalu dekat dengan area yang saya sebutkan diatas, agar mendapatkan suasana baru. Properti yang ingin saya inapi adalah : RedDoorz S Parman

Semoga tercapai di hari ulang tahun saya :)

Thursday, March 30, 2017

Hari Nyepi di Hotel Harris Summarecon Bekasi

Bagi sebagian orang Indonesia, tanggal 27 Maret 2017 banyak yang mengajukan cuti untuk menikmati long weekend. Hal tersebut tidak berlaku untuk saya, everyday is holiday! And yess, sore tanggal itu Mama Hana Sofia menawarkan kamar di Hotel Harris Summarecon Bekasi. Walaupun saya mengetahui tawaran ini saat matahari sudah terbenam, saya tetap mengiyakan tawaran tersebut. Hiyaaa, bisa melengkapi cerita saya di "5 Hotel Berbintang di Bekasi Yang Pernah Saya Singgahi"
Tiba di depan hotel pada pukul setengah 10 malam, diantar Grabbike yg drivernya sangat mengetahui jalan menuju kawasan Summarecon. Ternyata orang Tambun toch!
Saya menunggu di lobby beberapa menit kemudian menyusul Mama dan Ayah Hana Sofia ke mall-nya melalui pintu akses hotel. Berhubung belum makan malam ,maka saya makan Mie Godog terlebih dahulu di Summarecon Mall Bekasi. Masih ramaaaiii...riiiuuuh... Jam 11-an kami kembali ke hotel.

Room 1209
Meja di kamar, tapi tab tidak termasuk yach :D
Saya menempati kamar nomer 1209, Ortu Hana Sofia di kamar 1208. Seperti hotel Harris lainnya, interior kamar terlihat minimalis, dengan warna orange dan putih creme yang dominan. Kamarnya luas, dibawah tv flat menempel sofa yang dapat digunakan untuk tidur juga. Jadi kalau menginap disini bertiga, tidak diperlukan extra bed. Buat saya, sofa panjang tersebut saya gunakan untuk meletakkan 2 tas . Terdapat 2 bed single yang didempetkan sehingga terkesan bed ukuran queen. Ada guling juga loh, bahkan ada guling mini berwarna orange yang tertuliskan ‘Harris Big Hug’...uhuk, jadi saya merasa kaya pelukan di malam Nyepi...hihihi
Meja di sisi tv dan tempat tidur tidak ada lacinya. Hanya papan dengan 4 kaki membentuk meja. Minimalis! Demikian pula dengan lemari pakaian yang tidak menggunakan pintu. Untungnya bathroom ada pintunya, bahkan ada tube (pintu kaca) yang memisahkan shower.

Harum Shower Gel-nya semerbak, dan tertulis factory-nya. Sabun batang modelnya lucuk, tapi nggak saya gunakan

Wednesday, March 8, 2017

Hidup Sehat dan Segar di Kota Jakarta, Tepatnya di Klub Kelapa Gading

Klub Kelapa Gading Summarecon pada hari Minggu (26/02/2017) mengadakan acara Blogger Day. Waaaaw...asyiiik dekat rumah. Karena itulah jam 09.30 saya masih bobo leyehan di kamar....So jam setengah 11an saya baru tiba di Nirwana Room yang terletak di depan kolam renang-nya. Ini bukan pertama kali saya berkunjung ke sini. Ibu saya mengadakan resepsi pernikahan kakak ke-5 di Klub Kelapa Gading  pada tahun 90-an. Alhamdulillah pernikahan itu langgeng 20 tahun-an, dan kematian memisahkan mereka 3 tahun lalu. Anaknya saat lulus dari SMA Lab School Rawamangun Jakarta Timur, juga merayakan wisuda-nya di Klub Kelapa Gading. 3 bulan lalu saya juga masih sempat hadir ke resepsi pernikahan di Grand Ballroom. Jadi sebenarnya bukan suatu yang asing bagi keluarga besar kami. Klub Kelapa Gading dibangun sejak tahun 1984. Saat saya masih super imut almarhum Ayah sering mengajak kami  ke daerah ini *Ketahuan deh umur! Hihihi...👧👶


Yaaa, tetapi baru minggu lalu loh saya tersadar *Lah?, bahwa di dalam keramaian kota Jakarta ini ada sebuah tempat yang membuat kita sehat dan segar. Asli loh, berada di dalamnya kita seperti sedang berlibur di Bali atau Lombok. Pada kenyataannya memang Klub Kelapa Gading ini merupakan klub keluarga terlengkap dan ternyaman di kota mandiri Summarecon Kelapa Gading Jakarta Utara.

Kolam air hangat...whirpool
Berbagai fasilitas tersedia disini , yaitu : Kolam Renang (Olympic Size) , Kolam Renang Anak, Whirlpool, Lapangan Tennis, Lapangan Badminton Indoor, Lapangan Squash, Lapangan Basket, Tenis Meja, Karaoke, Jogging Track, Fitness Center, Sauna, Kid's Club, Taman Bermain.

Thursday, March 2, 2017

5 Hotel Berbintang di Bekasi Yang Pernah Saya Singgahi

Bekasi yang pernah di-bully oleh netizen justru terlihat pengembangannya begitu pesat. Bahkan ketika saya melakukan survey mengenai kota mandiri dan property kebanyakan tenant , business development atau marketing manager berbagai industri mengatakan bahwa omzet penjualan mereka terbanyak dari Bekasi setelah Jakarta. Diantaranya menyatakan bahwa "Bekasi is the second metropolitan in Indonesia". Penjualan mereka lebih tinggi di Bekasi dibandingkan dari Surabaya, Medan, Jogjakarta, Bandung, Semarang,Solo,dan semua kota besar lainnya di Indonesia! Wow sekali bukan?! Masih berani nge-bully Bekasi?

Saya putri kelahiran Jakarta Selatan, masa kecil di Jakarta Pusat dan ber-ktp Jakarta Timur juga memiliki "kekaguman" terhadap daerah yang hanya dibatasi 1-2 kecamatan dr kediaman saya ini. Hotel berbintang 4 juga sudah bertaburan di kota Bekasi. Bersyukur saya memiliki kesempatan bermalam di hotel2 tersebut, 3 hotel saya bermalam dan 2 hotel saya mengikuti acara serta pastinya menikmati F & B di hotel tersebut. Apa saja? Inilah 5 hotel berbintang 4 yang pernah saya singgahi untuk bermalam dan hadir dalam suatu acara :

1. Hotel Horison Bekasi
Kamar Hotel Horison Bekasi 2015 (Pic @balqis57)


Ini hotel berbintang 4 di Bekasi yang pertama kali saya singgahi. Lebih dari 10 tahun lalu saya dan Bimo hadir dalam seminar motivasi yang diselenggarakan oleh perusahaan MLM yg kami ikuti. Sejak saat itu beberapa kali saya menginap di Hotel Horison Bekasi yang terintegrasi oleh Metropolitan Mall Bekasi. 2 tahun lalu hotel ini di renovasi, mengalami perubahan yang significant. Paska renovasi kembali saya mendapatkan keberuntungan menginap di hotel ini. Bulan Oktober 2015 kesempatan menginap di New Horison Hotel Bekasi. Saya baru sempat menuliskannya tentang resto-nya , “MetskyDine Lounge, Menikmati Atmosfer Kota Bekasi Dari Hotel Horison

Jl. KH. Noer Ali, Kayuringin Jaya
Bekasi Selatan
Kota Bekasi 
Jawa Barat 17148
Phone:(021) 30028500

2. Amaroossa Grande Hotel Bekasi
Waktu itu saya sedang browsing, pandangan saya terhenti lama pada website/blog yang me-review hotel ini. Terkesan "aristokrat" desainnya. Saya berniat suatu saat menginap atau menghadiri acara di hotel yang 1 group dengan Grand Serella Bandung - dimana hotel ini pernah saya inapi ketika berkunjung ke Bandung sekian tahun lampau. 
Cerita saya bermalam di Amarrossa Hotel Bekasi dapat dibaca “Rezeki Wanita Sholeha : Stay at Amaroossa GrandeBekasi
Mohon dimaklumi kalau ada penulisan nama hotel yang keliru , karena selama menginap di hotel tersebut saya dan saudara-saudara sering mengucapkan nama hotel ini dengan "tepat" berulangkali. Nggak jelas huruf apa aja yang dobel... :D

Amarossa Grande Bekasi
Jln Jend.Ahmad Yani 88
Bekasi Barat - Indonesia

Sunday, February 5, 2017

Social Traveling To Lampung Timur

Bahagia banget deh mendapat undangan menghadiri suatu acara di Lampung. Apalagi kali ini menggunakan transportasi darat + ferry dari Pelabuhan Merak hingga Bakauheni. Yippiiii...mengulang pengalaman beberapa tahun lalu (Nggak perlu dijelasin kapan tepatnya, ntar ketahuan umur deh :p ), yang pasti saat itu sama di bulan January - beberapa hari sebelum keberangkatan ke New Zealand (Karena setelah kembali Ke Jakarta pihak Kedutaan Besar NZ nyari2 saya). Sebelum meninggalkan Indonesia saya khan mau maen dulu ke belahan Indonesia, so saya en Jeng Dion dengan pede-nya menuju Lahat Sumatera Selatan (Sumpe,Jeng, gw kagum sm diri kita yang kok yach tahan amat ke Lahat (Sumsel) naek kendaraan darat non AC. Sumpeee, skrg andai dibayar-pun msh mikir2 dah 😂

Kali ini, 20 January 2017 saya berangkat dari Filantrophy Building dengan mobil milik Dompet Dhuafa. Kami berenam dlm 1 mobil (AC ya,Buuuuk...). Melalui BSD kami menuju Pelabuhan MerakBanten , mampir bertemu dengan rombongan media di RM Berkah Bhayangkara. Makan siang, rombongan pria melakukan shalat Jumat.
Ampun deh, toilet yang hrs bayar Rp 2000 terlihat tidak terawat. Haloooo...Pak, daripada tidur njagain bayaran toilet gitu lebih baik lebih aktif membersihkan semuanya. Percaya deh, kebersihan sebagian dari iman dan bila kita semakin bersih maka rezeki juga semakin banyak berkah. Aamiin...😊🙏

Ferry Keberangkatan : Farina Nusantara
Kami masuk ke dalam kapal. Banyak cowok2 yang menawarkan diri untuk terjun ke laut asalkan di bayar dengan uang kertas. Huh, saya mah nggak peduli yang seperti itu! Lain halnya dengan teman seperjalanan saya yang "meladeni" ocehan orang-orang itu. Saya justru merasa terganggu sebenarnya, tetapi setelah dicuekin orang-orang itupun menyingkir dari hadapan saya.
Ternyata bener khaaaan, teman seperjalanan pada kena tipu. Sudah menyerahkan uang, tapi cowok2 itu malah kabur. Ya iyalah, secara kalau mereka terjun trus sampai nggak muncul lagi ke permukaan air atau kepentok besi kapal ,bisa2 kita loh yang bertanggung jawab. Secara mereka menawarkan dirinya dengan kalimat,"Ayolah Teh/Mbak/Bu Haji, untuk hiburan di kapal bayar pakek uang kertas, nanti saya nyebur." Jiaaah, boro2 kehibur kalau saya mah... mending ke laut sono,Bang!!
Peringatan aja nih buat kamu2 yang naik ferry menyebrangi Selat Sunda. Nggak usah ditanggepin kalau ada tawaran seperti ini. Justru yang harusnya ditanggepin adalah Abang Penjual Empek2 yang menawarkan 1 potongnya Rp 3000. Awalnya saya underestimate terhadap kelezatan Empek2 yang ia jual. Karena mondar-mandir dan nggak ada yang berminat beli, maka saya niatkan sedekah dengan membelinya. Cuma beli 1 potong sih, secara saya masih kenyang. Setelah saya gigit...duh saya kaget!!! Dengan kondisi kenyang, saya masih merasa Empek2 itu enak, ikannya terasa di lidah. Jualannya juga bersih, dengan plastik baru. Huaaa, sayangnya saya mengetahui hal ini terlambat. Kalau sejak awal saya coba,pastinya saya beli lebih banyaklah. Ini faktor selera ya, secara dengan harga Rp 3000 saya pikir cuma terasa kanji. Jadi jangan juga dibandingkan dengan Empek2 yang harga Rp 15.000 -  30.000/potong.
Kalau ferry Farina Nusantara ini ukuran kapalnya tidak terlalu besar, dan sepertinya kapal lama. Di cafetaria dan ruang lesehannya luas dan ada televisi-nya, tetapi...puaaannaaas, jadi mending kami berdua duduk di luar kapal sambil menikmati pandangan ke laut. Untungnya kapal angkutan tersebut tidak terlalu ramai, tetapi tetap aja kami merasa sudah nggak nyaman dan langsung ke ruang VIP yang full AC. Ruangannya biasa saja, di layar televisi tampak film jadul yang nggak ada selera untuk kami tonton. Jeng Yanti sempat tertidur, dan saya membaca surat Kahfi – kebetulan khan hari Jumat.

Welcome to Sumatera
Barangkali sekitar jam setengah 4 sore kami tiba di Pelabuhan Bakauheni - Lampung Selatan. Kemudian mampir sejenak di Indomaret Menara Bakau (Siger) membeli cemilan dan minuman, kemudian melanjutkan perjalanan. Pemukiman warga di sekitar situ banyak berdiri pura di depan rumahnya. Saya malah jadi ngerasa mendarat di Negara Bali...hahaha...Namun traffic-nya berbeda sih. Di Lampung banyak truck dan kendaraan besar yang ngebut, kendaraan pribadi jarang berpapasan dengan kami. Tak tampak pula kendaraan umum sejenis angkot. Wiiih, penduduknya pada kemana yach?
Jam 5an kami tiba di RS AKA Medika Sribhawono Dompet DhuafaLampung Timur yang sedang dipersiapkan untuk diresmikan keesokan harinya. Kami khan diundang ke Sribhawono Lampung Timur memang untuk meliput dan menyebarkan info program ini. So plis yach untuk yang niatnya plesiran gratis....jangan kebangetan deh .

Thursday, February 2, 2017

Al Azhar Memorial Garden, Terminal Terakhir di Dunia

Temu Blogger di Al Azhar Memorial Garden Krawang

Beberapa tahun lampau pemakaman dianggap sebagai suatu tempat yang menakutkan, angker alias banyak setan-nya. Padahal kematian merupakan kehidupan abadi yang sesungguhnya, dan pastilah kematian adalah menuju keindahan abadi bagi kita yang beramal ibadah baik karena Allah swt selama kehidupannya di dunia. 
Merupakan fardhu kifayah, kewajiban bagi umat memandikan dan mengkafani jenazah sesama muslim. Memakamkannya di tempat yang baik, karena inilah peristirahatan terakhir bagi jasad untuk berikutnya mencapai tahap menghadap kembali kepada Sang Pemilik. Tidak perlu mewah, tetapi sangat dianjurkan makam tersebut indah. Sederhana dan indah.
“Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci. Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan,Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan...” (HR Tirmidzi)

Keindahan peristirahat terakhir ini juga dapat menjadi syiar Islam dengan mengajak peziarah untuk mengingat hari akhir, sekaligus dengan memandang indahnya taman, mengajak peziarah untuk menginat hari akhir, sekaligus  dengan memandang indahnya taman, mengajak peziarah untuk mengingat kebesaran, keagungan, kemuliaan dan keindahan Allah SWT yang telah menciptakan alam dengan sempurna.
Al Azhar Memorial Garden melalui Yayasan Pesantren Islam Al Azhar menyediakan lahan pemakaman yang memenuhi unsur keindahan tersebut, tentunya dengan menuruti syarat makam syariah.
·         Areal pemakaman hanya ditujukan untuk memakamkan dan ziarah saja, tidak  ada fasilitas lain yang dapat menimbulkan tindakan pemborosan dan berlebihan dalam pemakaman.
Berdasarkan syarat makam syariah tersebutlah maka makam di Al Azhar Memorial Garden berbentuk sederhana, tidak dibuat beraneka model dan tidak dibangun apapun, hanya gundukan tanah setinggi 10 cm yang ditanami rerumputan. Diantara makam satu dengan lainnya diberi jalan setapak agar peziarah dapat berjalan tanpa menginjak-injak atau melangkahi makam. Perawatan dan pengelolaan makam hanya dibayarkan pada awal pemakaman.

Friday, December 30, 2016

Kampung Wisata Djampang Zona Madina Bogor

Haaaiii....
2 minggu yang lalu, tepatnya hari Jumat tanggal 16 Desember 2016 saya mendapat kesempatan untuk mengikuti Blogger Trip to Zona Madina Parung Bogor. Kampung Djampang yang menjadi lokasi Zona Madina juga dikembangkan sebagai Kampung Wisata loh!
Selamat membaca dan segera kunjungi Kampung Wisata Djampang (setelah berdonasi melalui Dompet Dhuafa tentunya lebih asyik deh! :) )




Sunday, December 4, 2016

Aula Simfonia di Jakarta, Tempat Konser Musik Klasik Serasa di Austria

Menyaksikan konser musik atau paduan suara di Austria menjadi impian saya sejak TK. Maklum, penggemar berat ‘Sound of The Music’ jadi alam bawah sadar sudah menyatakan harus ke negeri tersebut. Walaupun sudah menjejakkan kaki ke Eropa namun saya belum memiliki kesempatan menyaksikan konser musik di Austria. Malah di Belanda saya menyaksikan bulek-bulek bermain gamelan...hehehe...


Oh kiranya, kini di dekat rumah-pun ada tempat konser musik klasik asyik yang beroperasi sejak Oktober 2009! Tepatnya di Kemayoran Jakarta Pusat yang hanya berjarak sekitar 7 kilometer dari rumah. Jujur, saya kagum pertama kali menyaksikan konser di ruangan ini. Apalagi pertama kali saya menyaksikan orchestra Palestina yang level-nya memang sudah international. Saat datang saya masuk dari ruang parkir bawah, sehingga belum ada kesan khusus selain gedung yang di depannya terlihat kubah serta salib besar. Dari parkiran langsung menuju lift dan keluar dari lift terdapat loket pada umumnya. Bahkan lebih terlihat keren loket tiket nonton di sinema. Barulah setelah memasuki ruangan konser saya terkagum-kagum seperti anak pasar induk yang masuk auditorium hotel berbintang 6....hihihi...