Monday, 14 November 2011

Taman Buaya Indonesia Jaya

Ada acara kumpul keluarga di rumah Om Rus, siang 13 November 2011, sehari setelah Owien ulang tahun. Owien-pun langsung minta kita menengok salah satu binatang kesayangannya - Buaya (nggak pakek darat!). Jadilah setelah makan siang di rumah Om Rus di Perumahan Taman Mutiara Cikarang kami (Saya, Bimo,Ibu,Mbak Nana,Owien, Mbak Rita dan Mas Tunggal yang menyetir Xenia-nya) menuju ke Taman Buaya Indonesia Jaua Cibarusa Kec.Serang Bekasi - Cikarang.
Tiket masuk @ Rp 20.000 ,- , saya, Owien dan Bimo langsung masuk ke Arena Atraksi Joko Tingkir. Ya Allah, saya sih sekejab aja deh di arena tersebut karena sedang berlangsung Atraksi Debus. Hiks, saya khan pecinta kelembutan lowh... ;-)

Saya dan Owin di depan Area Atraksi Joko Tingkir
Owin (Duta Buaya Putih , walau bjilbab merah) dan Anna (Duta Buaya Buntung) ;-p

Di kandang Buaya Putih dan Buaya Buntung kita diperbolehkan sedekah dengan ayam, bebek dan sejenisnya untuk makanan buaya-buaya ini (yang gigi-nya pada nongol mengerikan ;-D) . Sebaiknya sih kalau mau sedekah diserahkan saja ke pengurus atau pawangnya supaya mereka yang memberikan makanan tersebut. Nggak ingin sedekah ayam atau bebek?? Sedekah "buaya darat" juga boleeeeh...hehehe...
Beberapa saat saya dan yang lainnya berkeliling di Taman Buaya Indonesia Jaya, juga membeli minuman. Bimo malah beli ice cream ;-D

Ada -/+ 500 ekor buaya dengan panjang 2 meter - 5 meter yang dapat di saksikan dari dekat di taman wisata ini.

Ada tulisan : "Jangan dekat2,Monyet Galak" di kandang ini.Tapi saya sangat 'tersentuh' melihat matanya memandang saya. Love you,Nyeeet ;-)
Atraksi Manusia dan Buaya di Arena Joko Tingkir.

Setelah berkeliling sejenak kami semua menyaksikan atraksi manusia dan buaya. Nggak ada larangan foto, tetapi dimohon tidak menggunakan lampu flash. Sebelum atraksi kita harus berdoa agar kita semua selamat selama atraksi berlangsung ya ;-) Menurut keterangan brosur-nya atraksi ini adalah satu-satunya pertunjukan spektakuler hanya ada di Indonesia. Kami jadi teringat buaya-buaya yang berkeliaran di Bangkok Thailand yang saat ini tengah banjir deh.
Mengunjungi Taman Buaya Indonesia Jaya membuat kita lebih mencintai Indonesia dan kekayaan satwa yang ada. Berkunjung deh ke sini, sambil memberi masukan kepada karyawan/ti dan lingkungan di sekitarnya. Miris banget begitu membaca artikel fashion yang menjelaskan bahwa salah 1 model tas yang menjadi trend 2012 (diproduksi oleh rumah fashion premium pastinya) bahannya dari cangkang telor buaya dan kulit buaya. Mereka menjualnya dengan harga yang setinggi langit, sedangkan para "pemelihara" buaya ini hidup sederhana - bertarung nyawa. 
Foto bersama patung buaya dan boneka buaya pink yang dibeli dari penjual yang menggelar dagangannya di pelataran dekat pintu masuk. Harga boneka buaya pink @ Rp 25.000 ,-. Sungguh, jangan ditawar lagi karena pedagang mengatakan bahwa ia hanya mengambil untung @ Rp 2000 ,- ! Ayo syukuri nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita untuk membeli boneka buaya ini ;-)

Ajak keluarga untuk berkunjung ke Taman Buaya Indonesia Jaya untuk mencintai wisata Indonesia anugerah Pencipta - dan bye...bye...buaya darat ;-D
Kalau mau informasi lebih lanjut mengenai Taman Buaya Indonesia Jaya, (Crodcodile Park) hubungi : 021 - 8995 - 2559. Buka setiap hari jam 08.00 - 16.00. Untuk atraksi Buaya/Ular dan Debus setiap hari Minggu dan libur jam 11.00 dan 14.00.


Monday, 3 October 2011

Ingin Menulis Tentang Medan

Entah kenapa kok tiba-tiba saya ingin menulis tentang Medan Sumatera Utara. Memang sih sepulang menunaikan tugas disana saya belum sempat menuliskan tentang Medan, justru begitu sampai di Medan saya sempat posting tentang kedatangan saya dari internet di lobby hotel, yaitu : Ini Medan, Bung! juga ketika saya sempat shock ketika baru tiba di Hermes Hotel karena Kamar Hotel Tanpa Jendela 

Mengenai suasana wisatanya belum saya tulis. Tetapi nantilah jika ada "kesempatan" saya akan menuliskan....#hmmm,kenapa gw jadi galau gini sih?!

 Saya di Istana Maimon Medan
.

Friday, 30 September 2011

Tour of Duty : Pulau Dewata


14 - 18 February 2011 : Saya berangkat dari Semarang,sedangkan Dina berangkat dari Jakarta. Penerbangan nan menawan itu saya tuliskan di SINI .Di bandara Ngurah Rai Bali merupakan titik point kami bertemu.Penerbangan kami hanya berselang tak sampai 1/2 jam.Begitu menjejakkan Pulau Dewata saya langsung menghubungi Fanny yang sehari sebelumnya sudah tiba di Bali.Begitu mengetahui saat itu juga Fanny akan ke Dreamland saya "jingkrak2" dari airport,"Fan...ke Dreamland-nya besok aja deeeh.Hari ini aku ada tugas ;(("...Yeee,berasa plesiran doang kali gw di Bali ;-p

Malam harinya kami baru bertemu Fanny dan temannya (Teman nih,Fan? ;-D) di Kuta Bali en ikut2an ngeraya'in Valentine di seputaran Kuta dan Legian...hehehe.Fisik sih ikutan Valentine,tapi hati berzikir krn keesokan harinya merupakan perayaan Maulid Nabi ;-D Sayangnya pocket camera digital yang saya bawa lowbatt,jd malam itu hanya Dina en Fanny yang jeprat jepret di Kuta en Legian nan ramai. 



Malam Valentine (Or Maulid Nabi?!) @ Kuta - Bali

Keesokan harinya karena kaki saya yang terkilir di kantor klien...hiks,jadi gak bisa parasailing,gak bisa nyewa motor keliling Bali.Mungkin dgn kondisi saat itu saya masih bisa diving,tp berhubung halangan hari pertama...gw ogah lagi diving gitu diembus2 hiu ;-p Sore sih sempet jalan2 ke Sanur.Siang nyantai2 aja di hotel - Pop!Haris Hotel yang Nasi Jinggo-nya bikin Dina terkejatkejit.Bahkan pihak klien begitu saya ceritakan bahwa menu breakfast kami adalah Nasi Jinggo mereka melongo,"Haaahh?? Klau cuma mau nasi Jinggo sih nanti kita beli'in deh.Enak dan 2000perak udah dapet banyak banget!".Ternyata big boss mereka kalau ke Denpasar juga sering menginap di hotel ini,tambah bingunglah mereka,komentarnya,"Para boss itu kok gak pernah cerita ya kalau breakfastnya cuma dikasih nasi Jinggo?" Hahaha...malah malu deh daku, para boss itu aja gak protes dikasih nasi tsb,kenapa kita "protes"? 



Kamar tidur merangkap kamar kerja selama di Bali ;-D

Hari terakhir di Bali,barulah kami berdua sempat ke Dreamland dan Pasar Sukowati.Di album foto ini ada juga yang berada di Tabanan Bali, rumah salah satu nasabah klien yang tajir melintir en masih single.Punya perkebunan en sawah organic berhektar-hektar.Di area rumahnya juga terdapat landasan pesawat terbang (kelas Cessna tapinya...)

Monday, 12 September 2011

Naar Boven : Sakura-pun Mekar di Indonesia

Liburan lebaran saya, ibu, Mas Tunggal, Mbak Rita, Sekar dan Seno ke Cibodas. Berlibur sambil nganterin ibu menyaksikan bunga Sakura yang mekar di Cibodas - Jawa Barat. Kami sempat beriringan dengan Honda Jazz yang dikemudikan Bimo (pax : Mbak Wien, Mbak Lien, Fajar) tetapi karena kondisi Honda Jazz yang nggak prima menghadapi macet - maka di Ciawi mereka balik arah ke Jakarta.

Mampir di salah satu hotel. 


Setelah mampir di hotel tersebut, kami menuju Cibodas dan menyaksikan bunga Sakura yang mekar di sana. Sayangnya Sakura-nya tidak terlalu banyak karena musimnya hampir berakhir :)

SEKAR & SAKURA MEKAR

Monday, 11 July 2011

My Favorite Hotel in City : Dharmawangsa


@ Bimasena Dharmawangsa Hotel
Baju terusan : Gaudi (Beli di Gaudi MKG), Celana panjang : Beli di NZ, Manset : Beli di Royal Plaza Surabaya,Tas : MEXX (kado dari Mbak Dien, beli di Belanda), Jilbab : Rabbani (Rawamangun)



Pagi jam 2 sampai rumah dari Trans Studio Bandung, setelah matahari kelihatan berkemas meninggalkan rumah,sebelum shalat Jumat (1 July 2011) saya harus ngasih lembar-lembar form isian ke kantor Markplus. Dari depan kantor saya menyetop taksi Cipaganti (Rp 35.000 ,- dari depan kantor di Jl.Prof.Satrio ke depan Dharmawangsa Hotel) dan minta diantar ke venue. Disana Sekar (+ sopir Daihatsu Xenia-nya), Amel dan Tyas sudah tiba. Mereka ke Dharmawangsa Hotel dalam rangka mau foto-foto dengan juri Master Chef (RCTI)...ckckck...niat banget yak?
Kalau saya sih ke Dharmawangsa Hotel dengan niat survey. Survey apa'an???!!! *sok senyum misterius ;-D

"Plesiran" di sekitar swimming pool Dharmawangsa Hotel





Thursday, 7 July 2011

Trans Studio Bandung - Kedua Setelah Makassar


Mengakhiri bulan Juny 2011 kami (Saya, Bimo, Abi, Amel,Tyas dan Dilla) berlibur ke Bandung. Beeuuuh,bahasa awal saya udah seperti di pelajaran mengarang SD ;-D Sebenarnya bukan kota Bandung-nya yang kami tuju, tetapi kami fokus untuk bermain di 'TransStudio Bandung' yang baru saja dibuka, setelah yang di Makassar. Tentunya Trans Studio yang di Makassar sudah saya kunjungi juga doooong....*norak!



Memasuki kota Bandung, pukul 17:27 GPS langsung diaktifkan untuk menunjukkan arah ke Bandung Supermall. Tapi yang nyetir mobil dari Jakarta Bimo loh,bukan saya - saya lagi iseng aja sambil nunggu yang lainnya ke toilet di pom bensin dekat Pasteur.

Amel, saya dan Tyas beraksi sejenak begitu memasuki Bandung Super Mall,dimana TransStudio Bandung berada.


Tanpa membayar tiket masuk kamu-pun dapat bergaya di depan TransStudio Bandung.

Usai menjajal wahana 'Jelajah'. Antri lebih dari 1 jam, naik kereta gak sampai 10 menit dan rok+sandal basah! *kucrit tuh petugas2...saya khan niat ngelepas sandal,kok dilarang sih???!!

Wahana untuk anak TK, membuat saya ingin kembali mengajar mereka ;-)

Yamaha Racing Coaster yang tidak sempat kami naiki karena hujan. Menurut saya inilah wahana paling keren yang ada di Trans Studio baik yang di Bandung maupun di Makassar. Setelah memandanginya saya jadi berpikir..."Wih,bakal megap-megap gak nih gue melihat rel-nya yang sadis-kayak lagunya Afgan-?" Apalagi berdasarkan info dari official web-nya : roaller coaster ini merupakan tercepat di dunia, hanya ada 3 di dunia (2 di USA dan 1 di Trans Studio Bandung. HIDUP INDONESIA!!! MERDEKA BANDUNG LAUTAN WAHANA!!!). Tuh roaler coaster tetap meluncur di ketinggian 50 meter, dengan kecepatan 120 km/jam dalam 3,5 detik kemudian mundur dengan kecepatan yang sama. Wuuuuiii, emang sih kenyataannya waktu di sana kami akan menjajal wahana ini kemudian dilanjutkan ke wahana 'Dunia Lain'. Saya-pun nyelutuk,"Kalau tadi kita jadi naik ini kita bakal beneran ke dunia lain nih setelahnya...." hihihi....
Tapi tadi Bimo ketemua seorang ibu yang sudah sempat menjajal wahana Yamaha Racing Coaster.Huks,pasti itu ibu seharian di Trans Studio. Mungkin yaaa,si Bimo aja sampai bilang,"Iya tuh, sampai suaminya gak di masakin en dicuekin aja di rumah.Si Ibu asyik aja nyoba semua wahana yang ada disini." Good ;-D

Monday, 20 June 2011

Wayang Orang Indonesia??? Kweeerreeeen....!


Saya siap menarikan Tari Golek di Anjungan JaTeng TMII

Hari gini gak mendukung wisata,seni,budaya Indonesia?! Ih, ndak gaul deh you! ;-p Kemane aje? Udah selesai gaul di mancanegara? Sempat cerita ke bulek-bulek kalau di Indonesia ada pagelaran wayang orang yang keren banget?? Bahkan salah 1-nya di selenggarakan di mall modern dengan harga tiket Rp 1 juta untuk kelas VIP-nya. Keren khan? Rakyat Indonesia jan sugih tenaaan...;-)

Hah?! Nggak ngerti? Weleh-weleh...please deh ah,Indonesia itu negeri yang diciptakan Tuhan dengan kekayaannya tidak tertandingi oleh negeri manapun. Sayangnya banyak masyarakatnya gak mensyukuri nikmat-Nya ini. Karena kaya-nya sampai kakak saya yang sudah puluhan tahun tinggal di Belanda "teriak" begitu melihat eskalator imut di pintu masuk Senayan City,"Hah??Ini khan pemborosan listrik! Siapa yang mau pakai eskalator sependek itu? Ini pasti satu-satu-nya di dunia ada eskalator sependek ini...". Dan kakak saya sempat bergidik begitu melihat seorang cowok muda kekar yang masuk ke Senayan City dengan menggunakan eskalator tersebut. Hehehe...

Setelah menyaksikan wayang orang modern yang ceritanya bisa dibaca disini, 3 minggu kemudian (Sabtu, 18 Juni 2011) saya dan keluarga menyaksikan Wayang Orang Bharata di Senen Jakarta Pusat - naik APV yang lumayan mudah mendapatkan parkir pada malam itu. Jalan Kalilio Senen juga tampak tenang - tak sesemraut di siang hari.
Lakon kali ini adalah "Wisanggeni Lahir". Pagelaran dibuka dengan tari "Gambyong Pareanom". ................Ya Allah nan maha Indah, kuteringat masa kecilku yang gemar menari Jawa ;-)

CANDRADIMUKA Untukmu, Gatot Kaca dan Wisanggeni


Sungguh,ini bukan bayi Gatot Kaca atau Wisanggeni saat saya membawakan Tari Bondan di Anjungan JaTeng TMII

Nonton 2x pementasan wayang orang dalam waktu gak sampai 1 bulan, keduanya lakon kelahiran 2 tokoh. Serunya lagi kedua-nya di cemplungin ke kawah candradimuka.
Disini saya baru 'ngeh' kalau Wisanggeni itu adalah anak dari Arjuna dan Dersonolo.
3 jam menyaksikan wayang orang tak terasa lama untuk saya yang mengerti bahasa Jawa. Apalagi banyak adegan kocak dari Batara Narada, Punakawan dan Wisanggeni. Namun untuk pengenalan wayang orang ke remaja saat ini sebaiknya lebih di persingkat. Bagi yang gak bisa boso Jowo...tenang aja, ada running text tentang masing-masing adegan kok ;-)

Join aja di FB Group : WO Bharata

My Dream :
  • Saya ingin turis-turis mancanegara memasukkan pementasan wayang orang merupakan kewajiban jika berkunjung ke Indonesia. Bharata Jakarta, Ngesti Pandhowo Semarang dan Sriwedari Surakarta bagai panggung Broadway yang dipenuhi oleh pecinta seni dan budaya dunia.
  • Walau 3/4 dunia sudah saya kelilingi, namun sekarang saya tidak ingin bermimpi menjadi duta pariwisata. Setidaknya impian saya kini "hanya" ingin agar wisata, seni dan budaya traditional Indonesia menjadi tuan rumah di bumi Nusantara.
My Past :
  • Hari Minggu 12 Juni 2011 saya , Mbak Lien, Ibu dan Mbak Nana menghadiri pernikahan di Sasono Adiguno TMII. Kami berempat justru hadir pada saat akad nikah - makan malam kami justru di Hema TIS. Hubungannya dengan wayang orang??? Ketika almarhum papie masih ada saya pernah diajak beliau menyaksikan wayang orang di lokasi ini. Kalau gak salah lakonnya : "Shinta Obong". Pertunjukan di siang hari.
  • Ketika SD saya aktif menari traditional Indonesia dari berbagai daerah. Sekarang saya merasa perlu aktif berolah raga, namun setelah saya pikir lagi , lebih baik saya kembali aktif berlatih tari Bali dan tari Jawa sebagai salah 1 cara untuk menjaga kesehatan. Ketika SD saya beberapa kali pentas di TMII . Oleh karenanya tanggal 12 Juni 2011 saya bernostalgia ketika usai menghadiri akad nikah tersebut kami berempat (dengan Hyundai Avega milik ibu dan dikendarai Mbak Lien) berkeliling TMII ;-)

Dulu belum ada camdig,jadi gak ngerti kalau hasil fotonya blur total.Tapi masih tetap terlihat khan saya menarikan Tari Golek di pernikahan Mbak Nti di Kebumen JaTeng?

Curcol : Pengen banget nonton live 'Matah Ati'. Karena pas pementasan di TIM saya lagi hectic sama kerjaan...Ada lagiii duuung ..

Sunday, 19 June 2011

Gaya Hidup Modern : Cinta Seni Traditional Indonesia


Gaya hidup modern?! Mencintai seni dan budaya traditional Indonesia dong....Itu nama-nya sosialita sejati! Hidupkan budaya dan wisata Indonesia yang melimpah ruah dan tiada yang menandingi. Tuhan menganugrahkan bumi Indonesia dengan kelimpahan keindahan yang tiada tara.

Salah satu cara adalah mendukung seni budaya Indonesia. Wayang orang! Alhamdulillah, keluarga saya adalah pecinta wayang Jawa. Tanggal 27 - 28 Mei 2011 bertepatan dengan hari ulang tahun saya, Seni dan Budaya Indonesia menghadiahkan kepada saya sebuah pertunjukan spektakuler pertama di dunia. Memadukan elemen hiburan,yakni sinema, wayang orang, wayang kulit, sinema dan orkestra. Wayang modern "Jabang Tetuko" : The Birth of The True Superhero hadir di Senayan City Ballroom Lantai 8. Tiket seharga @ Rp 1000.000 ,- sampai @ Rp 100.000 ,- terjual laris oleh masyarakat Indonesia. Ehmmm...saya ditraktir oleh kakak saya,Mbak Wien dengan tiket seharga @ Rp 250.000 ,-/orang . Kami ber-8 ( Mas Tunggal,Mbak Rita,Sekar,Seno,Ibu,Mbak Wien dan Mbak Dien yang sehari sebelumnya datang dari Belanda) menyaksikan hiburan yang musik-nya ditata oleh Deane Ogden, gak tanggung-tanggung Deane adalah penata musik film-film Hollywood, diantara hasil karyanya bisa didengar dalam film Surrogates (yang sungguh bukan adaptasi film Malam 1 Suro-nya Susana ;-D), Tron dan The Hitlist. Penata laga-nya juga dari "sono", Benjamin Rowe yang menata laga film Fast & Furious dan Transformer 3. Para pemain, tentunya dari Wayang Orang Bharata plus Ki Dalang Agus Sambowo pastinya berperan besar dalam lakon ini.

Melihat Gatot Kaca dan Batara Surya yang benar-benar melayang-layang (pakai tali pastinya) asyik banget.Keren! Nilai lebih lainnya di pementasan kali ini??? Di kanan kiri stage terdapat giant screen.Jadi saat Arjuna dan Karna (Putra Surya) rebutan alat pusaka mereka bertarung di stage, kemudian saat berlarian...di giant screen mereka juga tampak bertarung di outdoor alias semacam hutan gitu deh ;-D

Pertunjukan berlangsung hanya 1 jam. Agak risih sih menyaksikan wayang orang yang sedemikian keren namun tidak menggunakan bahasa Jawa. Tetapi pertunjukan ini sangat baik untuk generasi (sangat) muda untuk mengenal budaya traditional Indonesia. Hihihi,dalam hati saya ngomong : "Duuh,dari kemarin gue kerja keras semalam suntuk.Pulang dari kantor aja sampai jam 11-an gara2 FGD.Hiburannya cuma sejam dengan menyaksikan wayang.Biasanya sih orang pada nonton wayang semalam suntuk.Kerjanya???....hihihi,gak tau deh!"

Semalam (Sabtu, 18 Juni 2011) kami bertujuh (Saya, Ibu saya, Mbak Wien, Mas Yono, Arum,Fajar,Kany) menyaksikan kembali pagelaran di Gedung Kesenian Bharata Senen, dengan lakon "Wisanggeni Lahir". Ulasan-nya menyusul di tulisan saya berikutnya ya ;-)