Thursday, 16 January 2014

Ketika Aku Mengelilingi Bumi Pertiwi (2)



Kalau mau baca cerita tentang 2 perjalanan foto diatas, silakan di : Christmas Holiday in Bali & Lombok

Nah, kalau cerita tentang ke Suramadu, sekilas saya tulis awalnya di Sparkling Surabaya 2011

Tuesday, 18 June 2013

Ketika Aku Mengelilingi Bumi Pertiwi (1)

  



                    
Perjalanan dari Cengkareng Banten ke Makassar SulSel bisa dibaca : Landing @ Sultan Hassanuddin Airport (Oh Sukhoi...)

Posting tentang perjalanan daerah ini di Bumi Khatulistiwa : Pontianak

Sunday, 6 January 2013

Gili Trawangan,I'm Fallin' in Love With Yuuhh

Perjalanan dimulai dari Lombok Plaza Hotel di pusat kota Mataram seusai breakfast. Pak Mukhlis bersama dengan Toyota Avanza-nya menjemput kami, dan sebelum menuju ke Pelabuhan Bangsal kami mampir ke toko garment yang...oke-oke deh pakaian pantainya. Kakak saya membeli berbagai kaos untuk dipakai selama di Lombok (keponakan saya kehabisan pakaian bersih cuy!) , sedangkan saya hanya sempat menyambar 2 dress pantai berwarna cihuy ceria. Kalau nggak segera diingatkan barangkali saya masih menyambar berbagai dress pantai dan kaos untuk si Mr.Mistery.

Menuju Pelabuhan Bangsal di Kecamatan Pemenang kami melalui daerah Senggigi. Melewati Hotel Bintang Senggigi, tempat saya bermalam ketika pertama kali berlibur di Lombok bersama Mr.Past. Kakak saya berkomentar - tepatnya meledek,"Mau mampir di Senggigi, An? Barangkali mau bernostalgia di hotel tempat kamu menginap dulu....". Pyuuuh, justru berharap amnesia untuk peristiwa yang menurut orang kebanyakan adalah pengalaman yang membahagiakan ;p Beberapa poin wisata kami lewati, bahkan singgahi, seperti Pantai ...... yang dapat melempar pandangan ke 3 Gili dan Teluk Nare. Pak Mukhlis-pun dengan fasih memberikan informasi mengenai hotel yang kami lewati ber level premium, rate permalam-nya lebih dari 1 juta rupiah sampai 8.5 juta.
Oh ya, soal penginapan di Gili Trawangan kami "terpaksa" bermalam di cottage yang tidak terletak di pinggir pantai dikarenakan Villa Ombak, penginapan berbintang 4 di Gili Trawangan sudah penuh. Rate-nya juga lagi tinggi, yakni (Termurah) Rp 1.9juta/night. Sedangkan kami harus memakai 2 kamar,berarti khan mengeluarkan nyaris Rp 4 juta/night. Mendingan untuk jalan ke Labuhan Bajo deeeh...hehe. 8 bulan lalu keluarga kakak saya menginap di Villa Ombak, dan rate-nya belum setinggi itu. Menurut info penginapan ini adalah satu-satunya penginapan yang menyediakan air segar - bukan air payau. Sebenarnya kami ingin menginap di Villa Ombak di hari kedua karena keponakan saya agak rewel gitu kalau kami menginap di penginapan "standard" (Gaya banget deh nih anak, tapi gak apa-apa sih secara khan saya jadi kecipratan enaknya...hehe), namun karena masih juga fullbooking jadinya kami  berwisata di Gili Trawangan hanya semalam.



GILI TRAWANGAN, Yeaaah....!
Sebelumnya Kakak Ipar saya menceritakan tentang pengalamannya menyebrang ke Gili Trawangan dengan menggunakan public boat. Agak tidak mengenakkan walaupun jika diingat-ingat hal tersebut membuat kami tertawa. 8 bulan lalu kakak ipar dan beberapa turis asing harus menahan lemari kaca milik pedagang pulsa yang juga ingin menyeberang ke Gili Trawangan. Turis asing-nya sempat marah-marah, sedangkan si pedagang pulsa malah asyik tidur di public boat tersebut. Hahaha...sukses juga tuh pedagang pulsa bikin kerjaan turis asing and kakak ipar saya yang memiliki jabatan tinggi di salah 1 company besar en ternama. Kali ini kakak ipar saya juga sempat keqi dikarenakan koper besarnya ditumpuk-tumpuk sembarangan oleh porter yang membawanya ke boat. Saya jadi ingat film Arisan 2 deh, "kelakuan" kami yang membawa berbagai koper dan travelbag kok jadi mirip mereka di film itu ya? Waktu nonton film itu sih saya ketawa ngakak melihat kelakuan Aida Nurmala yang membawa aneka koper (bukan carrier) ,lah ternyata sekarang giliran kami. Namun tetap aja tuh saya nggak minat membeli carrier (lagi) untuk traveling....hehehe...*Waktu jadi Ketua Pecinta Alam sih saya sempat punya 2 carrier.
Public boat merapat di pantai Gili Trawangan, semua penumpang menyemplung ke pinggir pantai sambil menenteng bawaan masing-masing. Nggak ada dermaga-nya yaaa...siap berbasah ria :)

Kakak saya minta penjemput (petugas cottage) untuk memanggil Cidomo untuk mengangkut barang bawaan. Yang penting barang bawaan kami deh, kalau kami sih jalan kaki juga oke. Eh kok ya malah koper kakak ipar saya diangkut dan langsung dibawa dengan sepeda. Berjalan sekitar 100meter-an akhirnya sampai juga di Lumbung Cottage. Waw, semakin ingat dengan film Arisan 2 deh!  Di kamar nggak tersedia TV, WiFi bagus kalau kita berada di pinggir kolam renang. Hal ini membuat 2 keponakan saya lebih betah berinternet di bale bengong alias gazebo pinggir kolam renang.



Di dalam kamar ber-AC saya merasa "mati gaya", siang cuaca terik dan jalanan becek! Nggak ada TV ,dan sinyal internetpun ogah-ogahan membaik.Mendadak kepengen manggil guru yoga privat seperti tokoh MeiMei di film Arisan 2 jadinya...hehe. Sekar asyik ber-WiFi ria di gazebo, kakak ipar saya sepertinya masih "sibuk" dengan kopernya yang "dizholimi" dan ternyata Seno bersama ayahnya menyewa sepeda berkeliling pulau. Saya-pun leyeh-leyeh ngadem di kamar sambil membaca novel yang dibeli Sekar di Mataram Mal. Saya juga sms dan menelpon Fajar di Jakarta untuk dikirimi pulsa....*Gak jelaslah saya ini sebenarnya "mati gaya" atau "males gerak"....hahaha. Akhirnya malah siang itu saya manfaatkan sekalian untuk nyuci pakaian dalam en celana panjang!  Menjelang sore hujan tercurah di Gili Trawangan....Alhamdulillah "mati gaya" jadi ada hikmahnya juga :)


28.12.2012 Saya menyempatkan diri berenang. Cuma saya dan kakak ipar yang berenang setelah sarapan.Air kolamnya payau.

Karena air payau maka sikat gigi-pun saya harus menggunakan air mineral kemasan,plus pasta gigi-nya Optifresh Oriflame :D

GILI TRAWANGAN, Nightlive...
Semula kami ingin bersepeda menuju tempat makan malam, tetapi sepeda yang kami sewa khan hanya 2 (kami makan malam bertiga) apalagi saya tersadar bahwa saya mengenakan rok panjang, jadinya kami berjalan kaki ke Night Food Market. Rameeee bangeeetzz, dan sumpe dah, susah ndapetin turis domestik disini. Berbagai petugas resto/bar/cafe menawarkan kami bertiga untuk singgah di tempatnya, bahkan ada yang menyodorkan menu dengan penawaran,"Disini murah-murah,Pak...Nasi Goreng cuma Rp 15.000.". Kami tersenyum dan mengucapkan terimakasih atas penawaran mereka.
Lah, pandangan saya kok lebih interest ke bulek-bulek handsome yang malam itu bertebaran di cafe-cafe  ya? Hahaha...parah! Emang ciyus nih, enelan deh cowok-cowok bulek disini tuh emang terlihat rapi,bersih dan mirip para aktor Holywood.Eaaalaaah, malah saya merasa melihat Chris Pine sedang menikmati hidangan malamnya. Beda deh sama bulek yang berseliweran di Kuta Bali yang menurut pandangan saya udah agak bluwek...hahaha...* Oh Gili Trawangan, I'm fallin love with yuuuuh!


Berbagai cafe/resto ada di Gili Trawangan, salah 1-nya Tir Na Nog, konon The Irish Bar yang terdapat di pulau terkecil paling jauh dari negeri asalnya. *Ngebayangin U2 show di bar tersebut :D


Yang membuat saya jatuh cinta dengan kehidupan malam Gili Trawangan , diantaranya :

Nggak ada yang protes atas nama ini, padahal di Jakarta ada yang protes kalau dijadikan bar/cafe. Ya iyaaalaaah...nama sesuatu yang mulia kok dijadikan tempat "mabok2an" :D Kalau untuk nama Diving Course gak apa2 kali yak?

  • Turis international yang makan malam terkesan rapih dan bukan bulek yang ngumbar-ngumbar aurat disini. Mereka bisa menempatkan diri , barangkali mereka akan berbikini ria jika di siang hari - itupun di pantai.
  • Mereka banyak yang membawa anak-anak. Kesan 'family tour', bukan solo traveler. Pada sempat lari-larian di dekat saya, tetapi saya kok merasa oke-oke aja yah nyaris ditubruk oleh mereka. Orang tua mereka sih sempat mengingatkan agar mereka tidak berlarian di dalam resto.
  • Saat menyusuri jalanan, seringkali pengendara Cidomo dan sepeda berkata,"Excus me...Excusme...". Pejalan kaki menepi dan jalanan dilalui oleh mereka. Tenang bangeet deh, gak ada polusi BBM atau suara. Bahkan polisi juga tidak ada, tetap amaaaan.
  • Suara pengajian terdengar jelas dari mesjid yang terdapat di pulau tersebut. Suaranya terkesan selaras dengan suara musik yang saya dengar dari cafe/bar di sekitar. Rasanya nggak akan bisa kita dapati hal ini di Kuta Bali, Legian, Seminyak atau Ubud.
  • Dan seperti yang saya katakan sebelumnya....cowok-cowok bulek-nya ganteng ganteeeeng .....
Duuh, dari tadi ngomongin si bulek melulu.Trus kami bertiga makan malam dimana???

Scallywags Organic Seafood Bar


Dari awal datang ke gili ini Sekar udah ngoceh-ngoceh mengenai es krim yang terdapat disini. Jadilah kami bertiga menuju ke Scallywags Organic Seafood Bar.
Si Mas yang melayani sampai ngerti banget,"Sebelumnya pernah kesini ya?".
My Bro and Sekar manggut-manggut.
Tanya si Mas lagi : "Nginep di Villa Ombak?"
My Bro,"Nggak kedapetan tuh,full. Waktu liburan lalu nginep disana..."
Dan seterusnya ......
Saya memesan ice cream rasa coklat yang emang asyik banget. Langsung ngebayain jadi ibu kucing yang mandiin anak-nya. Nikmat euy! Jadi termotivasi masuk sorga deh aaah....*Sampai Jakarta harus sedekah ke kucing2 di rumah nih en cari ice cream merk ini...hihihi

Food Market Gili Trawangan

Kami memesan beberapa Sate Seafood disini, sedangkan My Bro membelikan keponakan saya Nasi Goreng seharga @ Rp 15.000. Kalau Sate Udang Pedas yang saya pesan harga peporsi (3 tusuk) Rp 25.000. Sate Cumi Rp 30.000/tusuk.Di kasih bonus nasi plus Bakwan Jagung. Menikmati makanan tersebut di cottage. Pedas-nya mantap! Kebayang banget kalau bulek yang makan....apa gak kejang-kejang ya mereka??? *Ngebayangin Chris Pine kepedesan....

Tuesday, 1 May 2012

Horee...Taman Safari Indonesia

Hanya dalam tempo 2 minggu "simpanan" keinginan pikiran terwujud! Yeaah, Taman Safari Indonesia! Beberapa tahun lalu saya pernah bermalam di Safari Garden Hotel (*4), kali ini Mbak Lien sebagai tuan rumah yang berulang tahun membooking 1 bungalow 3 kamar dengan rate Rp 1.500.000 ,-/night di Taman Safari Lodge (Penginapan di area Taman Safari Indonesia).
Longweekend, 24 Maret 2012 saya berangkat dari Pulomas. Menumpang Innova-nya Mbak Yoen. Kami berangkat di mobil tersebut : Mbak Yoen, Pandu, Ibu, Mbak Nana, Owien dan Mbak Lien. Yang menyetir sopirnya Mbak Yoen. Mereka berniat langsung kembali ke Jakarta.

Makan siang di salah 1 resto dekat TSI


Menanti waktu check in yg jam 2 siang. Maen ayunan duyyuuu...

Menjelang sore saya, Mbak Wien, Asti dan Ariel berenang di kolam renang Taman Safari Bungalow/Caravan di sebelah restaurant yang keesokan paginya dipakai untuk breakfast tamu yang menginap. Kolam renangnya nggak dalam, dan terdapat jacuzi. Kami tidak memanfaatkan jacuzy sore itu, tapi keesokan harinya Gege, Hana, Dian dan Kany yang justru memanfaatkan.

Kecipak Kecipuk....Saya-pun maen aiiiirr....

Keesokan harinya yang breakfast di restaurantnya : Saya, Gege, Dian, Fajar, Hana, Dian's Dad,,,en Kany's Mom yang hanya mengambil setangkup roti dan membawanya ke bungalow. Setelah breakfast dan membeli beberapa pernak-pernik di minimarket beberapa diantara kami berenang hingga waktunya check out, dan siangnya kami masih berjalan-jalan di Taman Safari Indonesia nan ramaiiiiiii...

Check out dari bungalow en menuju TSI


Sebelum kelupaan saya mau mengatakan bahwa Taman Safari Indonesia ini kalau ditata dengan jujur,disiplin, tanggung jawab, adil, peduli dan kerjasama bakal jadi object wisata yang paling cihuy di dunia! Waduw...waktu ke Jurong Bird Singapore saya nih sampai terkaget-kaget waktu naik monorail. Ekeh pikir perjalanannya jauh dan areanya segede gambreng, ternyata duuh masih lebih besar Ragunan deh. Waktu diajak tourguide ke air terjun dan dijelaskan bahwa air terjun tersebut merupakan daya tarik alam Singapore saya melongo dan dalam hati berkata,"Sekampung-kampungnya desa di negara gue, air pancuran di selokannya lebih oke dibanding air terjun ini..."
Pengalaman berkesan dapat kita dapatkan dengan berkeliling mengendarai gajah, Rp 250.000 ,- kita persiapakan untuk pengalaman unik, berkesan dan keren ini!

 Indonesia juga kaya akan satwa...seharusnya kita semua mengerti ini. Sayangilah satwa tersebut, karena satwa tersebut merupakan ciptaan Tuhan dengan tujuan tertentu. Menjaga kelestariannya akan berdampak sangat baik bagi kehidupan kita sebagai penghuni semesta ;-) Sisihkan uang kita untuk satwa ini yuk!

Help Our Wildlife : Masukkan uang kita ke kotak ini atau beli t-shirt di dekat kotak

Ada Onta di Indonesia

Sunday, 15 April 2012

Imlek @ Ancol Superblock


Longweekend coming! (Yang sebenarnya gak terlalu berpengaruh untuk kehidupan saya sejak Oktober 2011 sih :D). Kakak saya no-3 sudah "memesan" beberapa hari sebelumnya (tgl 17 January 2012 saat Bimo birthday) agar saya ikut bermalam di Mercure Hotel Ancol pada longweekend kali ini. Nemenin ibu di kamar! Hhhmmmm,berarti stay overnigth at hotel kali ini bukan dengan maksud "me time" ya. Jadilah saya bersiap-siap untuk ber-longweekend Imlek tahun ini di Mercure Hotel. Baru 20 hari yang lalu saya menginap di chain hotel yang sama untuk merayakan tahun baru Masehi. 20 hari lalu kami menginap di Mercure Hotel yang di Hayam Wuruk.
Berangkat naik Innova dijemput My Sist en her husband and her son. Jam 3 check ini 3 kamar, saya and my mom menempati kamar bernomer 638, Galuh en Arif di 637 en My Sist en husband di 636. Dari jam 3 hingga menjelang Maghrib saya berinternet ria di kamar sambil nonton TV. Sekedar twitteran, FB en nulis berbagai artikel mini. Dari situ saya berkomunikasi dengan keponakan, dari yang berada di Magelang – Jogjakarta – Senayan City sampai ada yang di dekat lokasi Ancol. Maghrib-nya Sekar, Seno and their parents mampir ke hotel. Nostalgia keluarga nih, karena saat ayah saya masih bersama kami, keluarga kami seringkali menginap atau berpesta tahun baru-an di hotel yang dahulu bernama Hotel Horison Ancol.Jam 7 rombongan keluarga makan malam , masih di dalam area Ancol – yakni Bandar Jakarta.

Yang namanya Bandar Jakarta Resto pengunjungnya ampun-ampunan rame-nya. Kita harus mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan tempat. Setelah mengajukan nama untuk waiting list, kami berkeliling Ancol. Ancol dahulu berbeda dengan saat ini. Beberapa tahun lalu Ancol di waktu malam, dipinggir pantainya banyak “mobil goyang”, “tenda goyang” dan wanita-wanita penjaja seks! (Huh deh, seks yang merupakan salah satu ibadah kenapa harus dijajakan sih?Please deh…), atau hal menyeramkan seperti hantu wanita legendaries yang sampai pernah disinetronkan. Tapi kini (semoga) semua-nya sirna. Sekarang berdiri gagah apartmen Ancol Mansion, perumahan mewah dan di bagian yang dulu di anggap jin buang tuyul disana aja takut, kini berdiri stage konser music plus Ancol Bay City Lifestyle Mall. Weees, Mal di dekat pantai , cuy! Jadi Ancol sekarang udah benar-benar mirip superblock. Oke banget sih, apalagi ada Dufan, Sea World ditambah Eco Park yang baru. Jarak ke area wisata shopping di Mangga 2, Cempaka Mas dan Kelapa Gading sangat mudah dijangkau. Station kereta api dan pelabuhan laut-pun dekat. Bandara mudah terjangkau (Apalagi kalau bandara masih di Kemayoran seperti di komik Tin Tin yak?hehehe).Malam imlek saya dan keluarga makan malam di Planet Bakso, disamping hotel. Siangnya area tersebut dipakai untuk acara Hip Hip Hura – nya SCTV tuh.

Oleh karena-nya selama 3 hari di Ancol kami tidak keluar dari area tersebut. Selain makan malam di Bandar Jakarta bersama (Saya, My Mom, My Sist and her Husband, Galuh en Arif, Pandu, Sekar, Seno and 2 S’s parents) , keesokan harinya kami juga makan siang di Jimbaran Resto.



Makan siang di Jimbaran Resto tanpa Sekar ,Seno and her parents, namun kali ini kami kedatangan Owin en her Mom. Kami juga member makan kepada ratusan atau bahkan ribuan ekor ikan di Eco Park dengan makanan yang dapat dibeli disana seharga @ Rp 5000,-. Sedekah untuk ikan – makhluk hidup ciptaan-NYA merupakan salah satu kegiatan yang mengasyikkan. Kami juga jalan-jalan ke Pasar Seni. Saya pribadi berharap agar Ancol tetap mempertahankan bahkan menambah seni khas budaya Indonesia – khususnya Jakarta. Emaknya Sekar berarti mengatakan bahwa Ancol sebenarnya lebih oke disbanding Sentosa Singapore! Yang langsung disanggah oleh Sekar, anaknya….hahaha. Sekar mengatakan bahwa untuk urusan perawatan dan kebersihan sangat jauh lebih baik Sentosa Singapore. Weeei, dari sini seharusnya sebagai warga Jakarta kita bantu Ancol agar tetap asri dan terawatt. Prospek bisa mengalahkan “kehebatan” tempat wisata di Singapore khan tuh ;-D Gak perlu jor-joran ngebangun seperti Esplanade or Kincir Raksasa,tapi cukup warnai Ancol dengan kekayaan budaya (petugasnya mengenakan busana Abang None, misalnya) , keramahan  dan kedisiplinan (missal : menjaga kebersihan laut dan pantainya – ayo pengelola,Ancol ,tolong beri tong sampah berbentuk khas seperti ondel-ondel,misalnya.). Lebih asoy lagi kalau Ancol membuka akademi pariwisata di area Ancol…keren dah tuh!

My Sist and her husband malah sempat bersepeda ria di sekitar Ancol. Pagi hari berjalan kaki dari hotel ke pinggir kali Jln Lodan dan Eco Park, keesokan harinya bersepeda dari samping hotel ke dekat makam pahlawan Belanda. Waduh, kok saya baru ingat bahwa saya dulu pernah ikutan Rally Sepeda dan menjadi Juara 2 se-Jakarta ya.Rally sepeda itu berlangsung di Ancol juga!

Ketika check-out, pukul 11.30 kami sempat menyaksikan Barongsai di lobby hotel. Perjalanan pulang hanya memakan waktu 17 – 18 menit dari Ancol sampai depan rumah saya, padahal gak ngebut dan gak lewat toll loh.Sehingga siangnya saya masih janjian dengan Yuli di Mal Kelapa Gading.Sempat menyaksikan boy band Max 5 yang awalnya kami kira rombongan barongsai…hahaha.

BREAKFAST @ Mercure Ancol Hotel 

Oh ya, dari di Ancol sampai MKG semuanya bagai lautan manusia. Tapi justru saya jadi jarang melihat etnis China tuh. Justru etnis Melayu yang ramai. Atau barangkali etnis China justru makan-makan saja di rumah???
Tahun baru China kali ini saya merasakan penuh keramaian bersama keluarga dan rekan. Sedangkan tahun lalu saya berada di Surabaya, berkunjung ke Pecinan Surabaya yang juga justru sepi :D Baca kisahnya DISINI

Monday, 12 March 2012

Bogor di Bulan December

Dapat tawaran kamar kosong dari Mbak Wien di Hotel Royal Bogor. Melajulah saya ke Bogor. Naik Patas AC dari Terminal Pulo Gadung! Dengan instruksi dari Mpok CTJ yang lagi ngajar di IPB akhirnya saya sampai di depan Hotel Royal Bogor. "Loe naik angkotnya dari patung Kujang jangan sampai salah arah ya. Loe naik yang ke BTC." Mpok CTJ mewanti-wanti. Benerannya mau ngajak doski sekalian, berpiyama party ceritanyaaa,tp Nona Doctor (Ph.D) yang satu ini ada tugas mengajar sampai jam 11 malam. Beeeuuh, yang loe ajar sebenarnya mahasiswa/i or siapa sih? ;-D
Di depan pintu parkiran VIP saya melihat APV-nya Mbak Wien. Hihihi...gitu dong, untuk parkir di VIP Parkir nggak harus mobil Eropa mewah khan? ;-p

Disuruh milih kamar sendiri, akhirnya saya milih kamar di lantai 3.Di cermin ada penampakan saya lagi motretin kamar loh ;-D

Kamar mandi-pun tak luput dari potretan

Perlengkapan "perang" untuk memanjakan diri
View gunung dari jendela kamar yang saya tempati, dibawahnya kolam renang. Niatnya sih mau berenang saat breakfast, udah ngajak Mpok CTJ segala, tp doski malah komen,"Kalau berenang bakal jadi tontonan orang yang breakfast." Beneran, waktu saya breakfast para Om2 nongkrong di pinggir kolam renang. Iiiih, batal deh rencana berenang.

Setelah breakfast Mbak Wien check out di FO. Dengan APV kami  langsung menuju Jln Pahlawan. Mbak Wien belanja karpet, sedangkan saya beli...itu tuh yang untuk mata dari Arab.

Bermalam tanggal 16 - 17 December 2011

Tuesday, 27 December 2011

Tak Perlu ke Finlandia (Tahun Ini) Untuk Suasana Christmas

Christmas Day 2011 telah terlewati...and suasana Natal tahun ini di Indonesia terasa banget yah. Gak seperti suasana Natal tahun lalu. Lucky me, tahun lalu saya menikmati suasana Natal di Singapore. Read my experience here : 4 Days in Singapore : Christmas.
Keinginan saya menikmati suasana Christmas ala Eropa terlaksana loh, walaupun nggak harus ke Finlandia. Cukup di Indonesia - murah dan meriah. Yang pasti KEREN!

Lobby Borobudur Intercontinental Hotel , Central Jakarta
Atrium Grand Indonesia Shopping Town , Central Jakarta
The Forum Mall Kelapa Gading 5, North Jakarta
The newest lifestyle centre in Jakarta - Kuningan City
Yaaa..itulah sebagian foto saya ketika menikmati suasana Christmas - walaupun saya tidak merayakannya. Yang pasti bahagia-nya turus merasakan dong ;-)


Saturday, 17 December 2011

Thanks,God for Cantiknya Indonesia ;-)

Minggu lalu saya hanya berada di kota metropolitan Indonesia, namun dari depan monitor PC saya merasa berada di tengah alam Indonesia yang cantiknya nggak ketulungan. Thanks, God! Memang saya pernah menikmati kedamaian negeri kiwi yang kecantikan alamnya luar biasa, namun keberagaman Indonesia itu looooh...mantap sekali! Apalagi sekarang banyak event yang mengangkat wisata Indonesia yang nggak hanya Bali dan Candi Borobudur.
Dua event yang saya datangi untuk membuat saya semakin berterimakasih kepada Allah atas kekayaan alam dan budaya negeri Khatulistiwa ini adalah : 

PERTAMA :
PictFest 2011 di fX Sudirman tanggal 9 - 10 December 2011. Saya datang kesana bersama Mbak Lien (Nyetir mobilnya ...hehe), Mbak Nana, Ndarti, Widya and Yuli sepulang dari acara di Radio Dalam. Mampir ke PictFest sekaligus melihat foto saya yang dipamerkan di booth KeluaRumah dan mengambil tiket RealWOW juga di booth tersebut (karena menang kuis ;-D).

Salah satu foto saya yang numpang pameran di PictFest 2011 booth @keluarumah : Pulau Khayangan Sulawesi Selatan (Yang pasir putih ada 1 kapal-nya tuh!)

KEDUA :
Peluncuran Program Marketeers Real WOW : Konser Keajaiban Indonesia
Yeaaay, akhirnya saya datang ke acaranya Markplus sebagai undangan or tamu. Periode November 2008 sampai September 2011 saya khan aktif sebagai Freelancer di Markplus Insight. Maka kini tibanya sebagai undangan/tamu dong ;-) Selama jadi aktifis FIELD Department saya tidak pernah menyaksikan Bapak Hermawan K melakukan speech - walaupun seringkali naik dalam 1 lift kantor atau bertemu di kantor pusat Jln Prof.Satrio. Hehehe, apalagi kali ini saya duduk di kursi VIP, hanya berselisih beberapa kursi dengan pimpinan (?) Kellogg School of Management ;-) Saya datang bersama Widya, sedangkan Ika Cs walaupun datang, tapi kami nggak sempat ketemu. Ramaaai sekali BallRoom Ritz Carlton Pacific Place malam itu.
Tentang acaranya saya copy paste aja nih ya...hehehe..
Penampilan artisnya mantep semua! Pas Tari Saman juga rasanya pengen ikutan gerak, trus pas lagu daerah Sumatera Utara dikumandangkan cowok di sebelah saya malah bergaya nari Tortor...ckckck...saya mendadak pengen nyinden juga nih ;-D


Jakarta, 5 Desember 2011. Majalah Marketeers bersama dengan MarkPlus, Inc tengah membantu promosi pariwisata Indonesia melalui program kampanye “The Real Wonder of the World (WOW).” Program ini merupakan insiatif kami sebagai perusahaan media swasta dalam rangka memasarkan pariwisawa Indonesia sebagai situs dunia yang penuh dengan keajaiban terutama dalam aspek budaya dan alam.
Program yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ini merupakan inisiatif kami dalam rangka memasarkan objek, situs, dan destinasi pariwisata di Indonesia yang memang layak disebut “The Real Wonder of the World” sebagai turunan dari program kampanye “Wonderful Indonesia.”    
Program “The Real Wonder of the World” ini  pula bertujuan sebagai platform rujukan untuk mempromosikan sederetan panjang objek, situs, dan destinasi pariwisata Indonesia yang selama ini masuk dalam UNESCO World Heritage List seperti Taman Nasional Ujung Kulon, Hutan Sumatera, Taman Nasional Komodo, Candi Prambanan, Candi Borobudur, Carstensz Pyramid, dan Sangiran Early Men Site, dan juga mereka yang selama ini masih dalam posisi “tentative status” sebagai World Heritage List, seperti Raja Ampat, Taman Laut Bunaken, Taman Laut Wakatobi, Pura Besakih, Derawan Archipelago, Muara Takus, dan lain sebagainya.  Program ini pula akan menjadi platform untuk promosi benda-benda intangible dan tangible yang merupakan warisan budaya Indonesia seperti Wayang, Batik, Keris, Angklung, dan sebagainya, juga untuk promosi pelestarian flora dan fauna khas Indonesia seperti Orang Utan, Badak Jawa Bercula Satu, Harimau Sumatera, Kangguru Papua, Burung Cendrawasih, Gajah Sumatera, dan lain sebagainya.
Sebagai peluncuran program untuk mempromosikan deretan panjang keajaiban budaya dan alam di Indonesia ini, kami akan menyelenggarakan  “Real WOW Party: Konser Keajaiban Indonesia” yang rencananya akan diselenggarakan di Ballroom Ritz Carlton – Pacific Place, Jakarta, pada 15 Desember 2011 pukul 19.30-22.00 WIB.
Berkolaborasi dengan Kompas Gramedia Production dan KompasTV, Marketeers akan menampilkan pagelaran seni musik rakyat, tarian daerah, dan juga video footage mengenai Keajaiban alam dan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Konser ini juga akan menampilkan Dwiki Dharmawan & World Peace Ensemble, Dwiki Dharmawan & World Peace Ensembel, Elfa's Singers, Lea Simanjuntak, Ivan Nestorman, Zaneta Naomi, Bayang Paris (Fauzan Ja'Far), dan sebagainya.***