Friday, 22 September 2017

Cerita Tidore di Fola Barakati Depok

Tidore, sebuah pulau dari belasan ribu pulang yang dimiliki oleh Indonesia. Potensi alam dan sumber daya manusianya belum sepenuhnya tergali oleh negeri ini, padahal betapa kaya rayanya pulau ini. Bahkan rempah-rempah yang dahulu diincar oleh penjajah begitu melimpah di Tidore.
Pada akhir pekan tertanggal 12 Februari 2017 saya berkesempatan menghadiri acara yang juga dikunjungi oleh Yang Mulia Sultan Tidore ke-37 dan Sang Walikota Tidore. Oh ya, Perdana Mentri-nya juga hadir loh!
Bersyukurlah saya yang bisa bertemu langsung dengan beliau-beliau ini. Bimo, keponakan saya  pernah bertugas di salah 1 BUMN terkemuka dan tinggal di Tidore. 

Kami mendapatkan kesempatan berkunjung ke Tidore tanpa membayar dengan uang jika menjadi bagian pemenang lomba blog Tidore. Saya tidak sempat menuliskan blog tersebut, jadi nggak ada harapan untuk menang-lah. Harapan ke Tidore masih terus bersinar. Suatu saat saya berkunjung ke pulau ini.
Oh ya, tempat berlangsungnya acara Blogger Gathering bertempat di Fola Barakati di daerah Cimanggis Depok. Fola Barakati yang berarti rumah yang diberkahi.

Wednesday, 16 August 2017

Pantai Menganti Kebumen , Suatu Hari Aku Akan Kembali

Banyak hal yang bisa saya ceritakan tentang Kebumen, diantaranya kuliner Sate Ambal, Benteng Van der Wijk, Rumah masa kecil Ibu Martha Tilaar, Goa Jati Jajar, sarang burung Walet dan berbagai pantai Selatan yang indah membentang. Tetapi kali ini saya hanya ingin bercerita mengenai objek wisata baru yang dibuka untuk umum di tahun 2011, yaitu : Pantai Menganti.

Pantai Menganti, Suatu Hari Aku Akan Kembali
Dari beberapa sumber bacaan di internet, saya mendapat informasi bahwa Pantai Menganti merupakan salah satu New Zealand-nya Indonesia. Sebenarnya  "not fair" jika ada pernyataan seperti itu. Secara nggak elok kita membandingkan negeri pertiwi nan cantik ini dengan negeri lain. Berhubung saya pernah tinggal di Auckland New Zealand (sehingga nyaris menganggap bahwa NZ merupakan kampung halaman), maka saya penasaran dengan pernyataan yang "not fair" itu. Apalagi Kebumen adalah juga nyaris saya anggap kampung halaman karena Nenek dan Kakek dimakamkan di daerah ini, dan almarhum Ayah masih memiliki sawah dan kebun di beberapa kelurahan hingga sekarang. Assisten Rumah Tangga dan Business Assisten kami juga berasal dari Kebumen.
Loh kok ceritanya sampai kemana2??? Padahal tadi khan bilang bahwa hanya mau cerita tentang Pantai Menganti? Yaaa, ini diantara penyebab hasrat berkunjung ke Pantai Menganti begitu tinggi. Memiliki kaitan emosional yang tinggi terhadap Kebumen, serta sering ditulis sebagai NZ-nya Indonesia. Kebangetan khan kalau saya nggak berkunjung kesana.

Arah ke Mercusuar Tj Karangbata Menganti (Pic. @balqis57)

Friday, 23 June 2017

Day Tour to Cirebon Bersama ILDI dan Big Bird

Cirebon bukanlah kota asing bagi saya. Saat kecil, orangtua sering mengajak plesiran di kota ini. Rata-rata dalam setahun bisa 2 - 3x saya berkunjung ke Cirebon sebagai kota yang kami lalui jika orang tua ingin menjenguk kakek nenek kami di Jawa Tengah. Jika telah tiba di Cirebon maka kami akan bersorak gembira karena merupakan tanda bahwa kami telah menempuh setengah perjalanan dari Jakarta. Tugu perbatasan Jawa Barat - Jawa Tengah merupakan kebahagiaan tersendiri bagi saya. Ketika kecil saya seringkali difoto dan di-shot video oleh camera Ayah. Oleh karenanya tidak heran jika orang tua sekarang sering melakukan hal yang dilakukan Ayah lebih dari 25 tahun lalu. Jika telah sampai Cirebon pula, Ayah seringkali mampir bersilaturahmi dengan kerabatnya yang tinggal di kota udang ini. Sekejap, hanya bersalaman, menanyakan kabar dan saya dipersilakan untuk numpang buang air kecil di toilet-nya...hahaha...
Tahun 1997 saya dan keluarga kakak juga "terpaksa" bermalam di Cirebon selama 2 malam karena mobil mengalami kerusakan, sedangkan bengkel resmi brand mobil tersebut tidak beroperasi di hari Minggu, sehingga kami harus menginap di salah 1 hotel di Cirebon. Selama menunggu mobil di service saya dan keponakan berwisata keliling Cirebon dengan menyewa becak. Sungguh bahagia!
Tahun 2007 kunjungan ke Cirebon untuk kesekian kalinya. Mengantar sepupu lamaran ke keluarga calon istrinya,beberapa waktu kemudian kunjungan berikutnya saya hadir ke resepsi pernikahannya yang berlangsung di Hotel Patra Jasa Cirebon. Saya dan beberapa kakak dengan mobil pribadi berangkat pagi dari Jakarta, kembali ke Jakarta setelah resepsi siang hari.
Tahun 2017 kunjungan ke Cirebon tanpa bermalam kembali saya lakukan. Kali ini tidak bersama keluarga, namun bersama members Indonesia Lifestyle Digital Influencers serta difasilitasi oleh Big Bird.


Kami berkumpul pukul 6 pagi di Blue Bird Headquarter yang terletak di Mampang Jakarta Selatan. Rombongan terbagi dalam 2 Big Bird yang masing-masing berkapasitas 25 orang. Awal 2017 saya mengetahui informasi program Big Bird Jalan Jalan ke berbagai daerah di Indonesia. Saya mengetahui program tersebut dari media social, kota Bandung dan Cirebon adalah 2 kota yang masuk dalam program ini. Ketika menaiki Big Bird saya menemukan lembaran kertas putih, notebook hitam dan pulpen di setiap seat yang akan kami duduki. Ternyata kertas berukuran HVS A4 tersebut memaparkan program Big Bird Jalan Jalan tujuan Jogjakarta.

Saturday, 17 June 2017

Orchardz Hotel di Kemayoran, Bukan di Singapura

Handphone berbunyi saat saya sedang antri membayar teh kotak di minimarket Rawamangun. Semula sih nggak niat jawab, pikir saya paling-paling telemarketing yang menawarkan produk en jasa. Eh ternyata saya lihat di layar yang muncul salah satu nomer Simboke Bimo. Kebetulan saya mau nelp beliau untuk minta transferan...hahaha.

Simboke Bimo : Assalamu'alaikum wr.wb. Lagi dimana,An?
Saya (sambil menyodorkan 50ribuan ke kasir minimarket) : Rawamangun
Simboke Bimo : Mau nginep hotel gak malam ini?
Saya : Hotel apa?
Simboke Bimo : Orchardz Hotel
Saya : Boleh deh, ada berapa kamar?
Simboke Bimo balas nanya,"Kamu mau sama siapa?"
Saya : Sendirian aja deh...aku pengen sendirian di kamar. Klau ada yang mau dateng jg, di kamar lain aja. (Sok banget yach , kesannya daku yg punya kamar hotel...hehehe)
Simboke Bimo : Jam berapa mau dateng?
Saya : Setelah Maghrib yach. Sekitar jam 8 deh sampai hotel. Oh ya, transferan udah ada? Uti-nya Kany udah balik dari Amerika. Transferan akan segera dilakukan...
Huahaha...ditawarin kamar hotel gratisan ,eh dakunya malah nagih "hutang"...


Sunday, 30 April 2017

Wisata di Kawasan Kelapa Gading - Pulo Mas - Rawamangun


Festival Fashion & Food terbesar di Jakarta yang diadakan setiap tahun (Dok.BozzMadyang)
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya tahun 2015 hingga 2016 saya blas gak keluar pulau Jawa. Ngubleg aja terus diseputaran Jawa. Tapi gak masalah sih kalau hanya kerap berkunjung "menghabisi" daerah wisata di pulau ini,toch daerah Jabodetabek saja banyak "wahana" yang belum sempat saya telusuri. Nggak perlu jauh-jauh deh,dalam radius 1 - 3 kilometer dari tempat tinggal saja masih ada area yang belum saya ubleg2 kembali, diantaranya :

Thursday, 30 March 2017

Hari Nyepi di Hotel Harris Summarecon Bekasi

Bagi sebagian orang Indonesia, tanggal 27 Maret 2017 banyak yang mengajukan cuti untuk menikmati long weekend. Hal tersebut tidak berlaku untuk saya, everyday is holiday! And yess, sore tanggal itu Mama Hana Sofia menawarkan kamar di Hotel Harris Summarecon Bekasi. Walaupun saya mengetahui tawaran ini saat matahari sudah terbenam, saya tetap mengiyakan tawaran tersebut. Hiyaaa, bisa melengkapi cerita saya di "5 Hotel Berbintang di Bekasi Yang Pernah Saya Singgahi"
Tiba di depan hotel pada pukul setengah 10 malam, diantar Grabbike yg drivernya sangat mengetahui jalan menuju kawasan Summarecon. Ternyata orang Tambun toch!
Saya menunggu di lobby beberapa menit kemudian menyusul Mama dan Ayah Hana Sofia ke mall-nya melalui pintu akses hotel. Berhubung belum makan malam ,maka saya makan Mie Godog terlebih dahulu di Summarecon Mall Bekasi. Masih ramaaaiii...riiiuuuh... Jam 11-an kami kembali ke hotel.

Room 1209
Meja di kamar, tapi tab tidak termasuk yach :D
Saya menempati kamar nomer 1209, Ortu Hana Sofia di kamar 1208. Seperti hotel Harris lainnya, interior kamar terlihat minimalis, dengan warna orange dan putih creme yang dominan. Kamarnya luas, dibawah tv flat menempel sofa yang dapat digunakan untuk tidur juga. Jadi kalau menginap disini bertiga, tidak diperlukan extra bed. Buat saya, sofa panjang tersebut saya gunakan untuk meletakkan 2 tas . Terdapat 2 bed single yang didempetkan sehingga terkesan bed ukuran queen. Ada guling juga loh, bahkan ada guling mini berwarna orange yang tertuliskan ‘Harris Big Hug’...uhuk, jadi saya merasa kaya pelukan di malam Nyepi...hihihi
Meja di sisi tv dan tempat tidur tidak ada lacinya. Hanya papan dengan 4 kaki membentuk meja. Minimalis! Demikian pula dengan lemari pakaian yang tidak menggunakan pintu. Untungnya bathroom ada pintunya, bahkan ada tube (pintu kaca) yang memisahkan shower.

Harum Shower Gel-nya semerbak, dan tertulis factory-nya. Sabun batang modelnya lucuk, tapi nggak saya gunakan

Wednesday, 8 March 2017

Hidup Sehat dan Segar di Kota Jakarta, Tepatnya di Klub Kelapa Gading

Klub Kelapa Gading Summarecon pada hari Minggu (26/02/2017) mengadakan acara Blogger Day. Waaaaw...asyiiik dekat rumah. Karena itulah jam 09.30 saya masih bobo leyehan di kamar....So jam setengah 11an saya baru tiba di Nirwana Room yang terletak di depan kolam renang-nya. Ini bukan pertama kali saya berkunjung ke sini. Ibu saya mengadakan resepsi pernikahan kakak ke-5 di Klub Kelapa Gading  pada tahun 90-an. Alhamdulillah pernikahan itu langgeng 20 tahun-an, dan kematian memisahkan mereka 3 tahun lalu. Anaknya saat lulus dari SMA Lab School Rawamangun Jakarta Timur, juga merayakan wisuda-nya di Klub Kelapa Gading. 3 bulan lalu saya juga masih sempat hadir ke resepsi pernikahan di Grand Ballroom. Jadi sebenarnya bukan suatu yang asing bagi keluarga besar kami. Klub Kelapa Gading dibangun sejak tahun 1984. Saat saya masih super imut almarhum Ayah sering mengajak kami  ke daerah ini *Ketahuan deh umur! Hihihi...👧👶


Yaaa, tetapi baru minggu lalu loh saya tersadar *Lah?, bahwa di dalam keramaian kota Jakarta ini ada sebuah tempat yang membuat kita sehat dan segar. Asli loh, berada di dalamnya kita seperti sedang berlibur di Bali atau Lombok. Pada kenyataannya memang Klub Kelapa Gading ini merupakan klub keluarga terlengkap dan ternyaman di kota mandiri Summarecon Kelapa Gading Jakarta Utara.

Kolam air hangat...whirpool
Berbagai fasilitas tersedia disini , yaitu : Kolam Renang (Olympic Size) , Kolam Renang Anak, Whirlpool, Lapangan Tennis, Lapangan Badminton Indoor, Lapangan Squash, Lapangan Basket, Tenis Meja, Karaoke, Jogging Track, Fitness Center, Sauna, Kid's Club, Taman Bermain.

Thursday, 2 March 2017

5 Hotel Berbintang di Bekasi Yang Pernah Saya Singgahi

Bekasi yang pernah di-bully oleh netizen justru terlihat pengembangannya begitu pesat. Bahkan ketika saya melakukan survey mengenai kota mandiri dan property kebanyakan tenant , business development atau marketing manager berbagai industri mengatakan bahwa omzet penjualan mereka terbanyak dari Bekasi setelah Jakarta. Diantaranya menyatakan bahwa "Bekasi is the second metropolitan in Indonesia". Penjualan mereka lebih tinggi di Bekasi dibandingkan dari Surabaya, Medan, Jogjakarta, Bandung, Semarang,Solo,dan semua kota besar lainnya di Indonesia! Wow sekali bukan?! Masih berani nge-bully Bekasi?

Saya putri kelahiran Jakarta Selatan, masa kecil di Jakarta Pusat dan ber-ktp Jakarta Timur juga memiliki "kekaguman" terhadap daerah yang hanya dibatasi 1-2 kecamatan dr kediaman saya ini. Hotel berbintang 4 juga sudah bertaburan di kota Bekasi. Bersyukur saya memiliki kesempatan bermalam di hotel2 tersebut, 3 hotel saya bermalam dan 2 hotel saya mengikuti acara serta pastinya menikmati F & B di hotel tersebut. Apa saja? Inilah 5 hotel berbintang 4 yang pernah saya singgahi untuk bermalam dan hadir dalam suatu acara :

1. Hotel Horison Bekasi
Kamar Hotel Horison Bekasi 2015 (Pic @balqis57)


Ini hotel berbintang 4 di Bekasi yang pertama kali saya singgahi. Lebih dari 10 tahun lalu saya dan Bimo hadir dalam seminar motivasi yang diselenggarakan oleh perusahaan MLM yg kami ikuti. Sejak saat itu beberapa kali saya menginap di Hotel Horison Bekasi yang terintegrasi oleh Metropolitan Mall Bekasi. 2 tahun lalu hotel ini di renovasi, mengalami perubahan yang significant. Paska renovasi kembali saya mendapatkan keberuntungan menginap di hotel ini. Bulan Oktober 2015 kesempatan menginap di New Horison Hotel Bekasi. Saya baru sempat menuliskannya tentang resto-nya , “MetskyDine Lounge, Menikmati Atmosfer Kota Bekasi Dari Hotel Horison

Jl. KH. Noer Ali, Kayuringin Jaya
Bekasi Selatan
Kota Bekasi 
Jawa Barat 17148
Phone:(021) 30028500

2. Amaroossa Grande Hotel Bekasi
Waktu itu saya sedang browsing, pandangan saya terhenti lama pada website/blog yang me-review hotel ini. Terkesan "aristokrat" desainnya. Saya berniat suatu saat menginap atau menghadiri acara di hotel yang 1 group dengan Grand Serella Bandung - dimana hotel ini pernah saya inapi ketika berkunjung ke Bandung sekian tahun lampau. 
Cerita saya bermalam di Amarrossa Hotel Bekasi dapat dibaca “Rezeki Wanita Sholeha : Stay at Amaroossa GrandeBekasi
Mohon dimaklumi kalau ada penulisan nama hotel yang keliru , karena selama menginap di hotel tersebut saya dan saudara-saudara sering mengucapkan nama hotel ini dengan "tepat" berulangkali. Nggak jelas huruf apa aja yang dobel... :D

Amarossa Grande Bekasi
Jln Jend.Ahmad Yani 88
Bekasi Barat - Indonesia

Sunday, 5 February 2017

Social Traveling To Lampung Timur

Bahagia banget deh mendapat undangan menghadiri suatu acara di Lampung. Apalagi kali ini menggunakan transportasi darat + ferry dari Pelabuhan Merak hingga Bakauheni. Yippiiii...mengulang pengalaman beberapa tahun lalu (Nggak perlu dijelasin kapan tepatnya, ntar ketahuan umur deh :p ), yang pasti saat itu sama di bulan January - beberapa hari sebelum keberangkatan ke New Zealand (Karena setelah kembali Ke Jakarta pihak Kedutaan Besar NZ nyari2 saya). Sebelum meninggalkan Indonesia saya khan mau maen dulu ke belahan Indonesia, so saya en Jeng Dion dengan pede-nya menuju Lahat Sumatera Selatan (Sumpe,Jeng, gw kagum sm diri kita yang kok yach tahan amat ke Lahat (Sumsel) naek kendaraan darat non AC. Sumpeee, skrg andai dibayar-pun msh mikir2 dah 😂

Kali ini, 20 January 2017 saya berangkat dari Filantrophy Building dengan mobil milik Dompet Dhuafa. Kami berenam dlm 1 mobil (AC ya,Buuuuk...). Melalui BSD kami menuju Pelabuhan MerakBanten , mampir bertemu dengan rombongan media di RM Berkah Bhayangkara. Makan siang, rombongan pria melakukan shalat Jumat.
Ampun deh, toilet yang hrs bayar Rp 2000 terlihat tidak terawat. Haloooo...Pak, daripada tidur njagain bayaran toilet gitu lebih baik lebih aktif membersihkan semuanya. Percaya deh, kebersihan sebagian dari iman dan bila kita semakin bersih maka rezeki juga semakin banyak berkah. Aamiin...😊🙏

Ferry Keberangkatan : Farina Nusantara
Kami masuk ke dalam kapal. Banyak cowok2 yang menawarkan diri untuk terjun ke laut asalkan di bayar dengan uang kertas. Huh, saya mah nggak peduli yang seperti itu! Lain halnya dengan teman seperjalanan saya yang "meladeni" ocehan orang-orang itu. Saya justru merasa terganggu sebenarnya, tetapi setelah dicuekin orang-orang itupun menyingkir dari hadapan saya.
Ternyata bener khaaaan, teman seperjalanan pada kena tipu. Sudah menyerahkan uang, tapi cowok2 itu malah kabur. Ya iyalah, secara kalau mereka terjun trus sampai nggak muncul lagi ke permukaan air atau kepentok besi kapal ,bisa2 kita loh yang bertanggung jawab. Secara mereka menawarkan dirinya dengan kalimat,"Ayolah Teh/Mbak/Bu Haji, untuk hiburan di kapal bayar pakek uang kertas, nanti saya nyebur." Jiaaah, boro2 kehibur kalau saya mah... mending ke laut sono,Bang!!
Peringatan aja nih buat kamu2 yang naik ferry menyebrangi Selat Sunda. Nggak usah ditanggepin kalau ada tawaran seperti ini. Justru yang harusnya ditanggepin adalah Abang Penjual Empek2 yang menawarkan 1 potongnya Rp 3000. Awalnya saya underestimate terhadap kelezatan Empek2 yang ia jual. Karena mondar-mandir dan nggak ada yang berminat beli, maka saya niatkan sedekah dengan membelinya. Cuma beli 1 potong sih, secara saya masih kenyang. Setelah saya gigit...duh saya kaget!!! Dengan kondisi kenyang, saya masih merasa Empek2 itu enak, ikannya terasa di lidah. Jualannya juga bersih, dengan plastik baru. Huaaa, sayangnya saya mengetahui hal ini terlambat. Kalau sejak awal saya coba,pastinya saya beli lebih banyaklah. Ini faktor selera ya, secara dengan harga Rp 3000 saya pikir cuma terasa kanji. Jadi jangan juga dibandingkan dengan Empek2 yang harga Rp 15.000 -  30.000/potong.
Kalau ferry Farina Nusantara ini ukuran kapalnya tidak terlalu besar, dan sepertinya kapal lama. Di cafetaria dan ruang lesehannya luas dan ada televisi-nya, tetapi...puaaannaaas, jadi mending kami berdua duduk di luar kapal sambil menikmati pandangan ke laut. Untungnya kapal angkutan tersebut tidak terlalu ramai, tetapi tetap aja kami merasa sudah nggak nyaman dan langsung ke ruang VIP yang full AC. Ruangannya biasa saja, di layar televisi tampak film jadul yang nggak ada selera untuk kami tonton. Jeng Yanti sempat tertidur, dan saya membaca surat Kahfi – kebetulan khan hari Jumat.

Welcome to Sumatera
Barangkali sekitar jam setengah 4 sore kami tiba di Pelabuhan Bakauheni - Lampung Selatan. Kemudian mampir sejenak di Indomaret Menara Bakau (Siger) membeli cemilan dan minuman, kemudian melanjutkan perjalanan. Pemukiman warga di sekitar situ banyak berdiri pura di depan rumahnya. Saya malah jadi ngerasa mendarat di Negara Bali...hahaha...Namun traffic-nya berbeda sih. Di Lampung banyak truck dan kendaraan besar yang ngebut, kendaraan pribadi jarang berpapasan dengan kami. Tak tampak pula kendaraan umum sejenis angkot. Wiiih, penduduknya pada kemana yach?
Jam 5an kami tiba di RS AKA Medika Sribhawono Dompet DhuafaLampung Timur yang sedang dipersiapkan untuk diresmikan keesokan harinya. Kami khan diundang ke Sribhawono Lampung Timur memang untuk meliput dan menyebarkan info program ini. So plis yach untuk yang niatnya plesiran gratis....jangan kebangetan deh .

Thursday, 2 February 2017

Al Azhar Memorial Garden, Terminal Terakhir di Dunia

Temu Blogger di Al Azhar Memorial Garden Krawang

Beberapa tahun lampau pemakaman dianggap sebagai suatu tempat yang menakutkan, angker alias banyak setan-nya. Padahal kematian merupakan kehidupan abadi yang sesungguhnya, dan pastilah kematian adalah menuju keindahan abadi bagi kita yang beramal ibadah baik karena Allah swt selama kehidupannya di dunia. 
Merupakan fardhu kifayah, kewajiban bagi umat memandikan dan mengkafani jenazah sesama muslim. Memakamkannya di tempat yang baik, karena inilah peristirahatan terakhir bagi jasad untuk berikutnya mencapai tahap menghadap kembali kepada Sang Pemilik. Tidak perlu mewah, tetapi sangat dianjurkan makam tersebut indah. Sederhana dan indah.
“Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci. Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan,Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan...” (HR Tirmidzi)

Keindahan peristirahat terakhir ini juga dapat menjadi syiar Islam dengan mengajak peziarah untuk mengingat hari akhir, sekaligus dengan memandang indahnya taman, mengajak peziarah untuk menginat hari akhir, sekaligus  dengan memandang indahnya taman, mengajak peziarah untuk mengingat kebesaran, keagungan, kemuliaan dan keindahan Allah SWT yang telah menciptakan alam dengan sempurna.
Al Azhar Memorial Garden melalui Yayasan Pesantren Islam Al Azhar menyediakan lahan pemakaman yang memenuhi unsur keindahan tersebut, tentunya dengan menuruti syarat makam syariah.
·         Areal pemakaman hanya ditujukan untuk memakamkan dan ziarah saja, tidak  ada fasilitas lain yang dapat menimbulkan tindakan pemborosan dan berlebihan dalam pemakaman.
Berdasarkan syarat makam syariah tersebutlah maka makam di Al Azhar Memorial Garden berbentuk sederhana, tidak dibuat beraneka model dan tidak dibangun apapun, hanya gundukan tanah setinggi 10 cm yang ditanami rerumputan. Diantara makam satu dengan lainnya diberi jalan setapak agar peziarah dapat berjalan tanpa menginjak-injak atau melangkahi makam. Perawatan dan pengelolaan makam hanya dibayarkan pada awal pemakaman.