Tuesday, 27 December 2011

Tak Perlu ke Finlandia (Tahun Ini) Untuk Suasana Christmas

Christmas Day 2011 telah terlewati...and suasana Natal tahun ini di Indonesia terasa banget yah. Gak seperti suasana Natal tahun lalu. Lucky me, tahun lalu saya menikmati suasana Natal di Singapore. Read my experience here : 4 Days in Singapore : Christmas.
Keinginan saya menikmati suasana Christmas ala Eropa terlaksana loh, walaupun nggak harus ke Finlandia. Cukup di Indonesia - murah dan meriah. Yang pasti KEREN!

Lobby Borobudur Intercontinental Hotel , Central Jakarta
Atrium Grand Indonesia Shopping Town , Central Jakarta
The Forum Mall Kelapa Gading 5, North Jakarta
The newest lifestyle centre in Jakarta - Kuningan City
Yaaa..itulah sebagian foto saya ketika menikmati suasana Christmas - walaupun saya tidak merayakannya. Yang pasti bahagia-nya turus merasakan dong ;-)


Saturday, 17 December 2011

Thanks,God for Cantiknya Indonesia ;-)

Minggu lalu saya hanya berada di kota metropolitan Indonesia, namun dari depan monitor PC saya merasa berada di tengah alam Indonesia yang cantiknya nggak ketulungan. Thanks, God! Memang saya pernah menikmati kedamaian negeri kiwi yang kecantikan alamnya luar biasa, namun keberagaman Indonesia itu looooh...mantap sekali! Apalagi sekarang banyak event yang mengangkat wisata Indonesia yang nggak hanya Bali dan Candi Borobudur.
Dua event yang saya datangi untuk membuat saya semakin berterimakasih kepada Allah atas kekayaan alam dan budaya negeri Khatulistiwa ini adalah : 

PERTAMA :
PictFest 2011 di fX Sudirman tanggal 9 - 10 December 2011. Saya datang kesana bersama Mbak Lien (Nyetir mobilnya ...hehe), Mbak Nana, Ndarti, Widya and Yuli sepulang dari acara di Radio Dalam. Mampir ke PictFest sekaligus melihat foto saya yang dipamerkan di booth KeluaRumah dan mengambil tiket RealWOW juga di booth tersebut (karena menang kuis ;-D).

Salah satu foto saya yang numpang pameran di PictFest 2011 booth @keluarumah : Pulau Khayangan Sulawesi Selatan (Yang pasir putih ada 1 kapal-nya tuh!)

KEDUA :
Peluncuran Program Marketeers Real WOW : Konser Keajaiban Indonesia
Yeaaay, akhirnya saya datang ke acaranya Markplus sebagai undangan or tamu. Periode November 2008 sampai September 2011 saya khan aktif sebagai Freelancer di Markplus Insight. Maka kini tibanya sebagai undangan/tamu dong ;-) Selama jadi aktifis FIELD Department saya tidak pernah menyaksikan Bapak Hermawan K melakukan speech - walaupun seringkali naik dalam 1 lift kantor atau bertemu di kantor pusat Jln Prof.Satrio. Hehehe, apalagi kali ini saya duduk di kursi VIP, hanya berselisih beberapa kursi dengan pimpinan (?) Kellogg School of Management ;-) Saya datang bersama Widya, sedangkan Ika Cs walaupun datang, tapi kami nggak sempat ketemu. Ramaaai sekali BallRoom Ritz Carlton Pacific Place malam itu.
Tentang acaranya saya copy paste aja nih ya...hehehe..
Penampilan artisnya mantep semua! Pas Tari Saman juga rasanya pengen ikutan gerak, trus pas lagu daerah Sumatera Utara dikumandangkan cowok di sebelah saya malah bergaya nari Tortor...ckckck...saya mendadak pengen nyinden juga nih ;-D


Jakarta, 5 Desember 2011. Majalah Marketeers bersama dengan MarkPlus, Inc tengah membantu promosi pariwisata Indonesia melalui program kampanye “The Real Wonder of the World (WOW).” Program ini merupakan insiatif kami sebagai perusahaan media swasta dalam rangka memasarkan pariwisawa Indonesia sebagai situs dunia yang penuh dengan keajaiban terutama dalam aspek budaya dan alam.
Program yang didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia ini merupakan inisiatif kami dalam rangka memasarkan objek, situs, dan destinasi pariwisata di Indonesia yang memang layak disebut “The Real Wonder of the World” sebagai turunan dari program kampanye “Wonderful Indonesia.”    
Program “The Real Wonder of the World” ini  pula bertujuan sebagai platform rujukan untuk mempromosikan sederetan panjang objek, situs, dan destinasi pariwisata Indonesia yang selama ini masuk dalam UNESCO World Heritage List seperti Taman Nasional Ujung Kulon, Hutan Sumatera, Taman Nasional Komodo, Candi Prambanan, Candi Borobudur, Carstensz Pyramid, dan Sangiran Early Men Site, dan juga mereka yang selama ini masih dalam posisi “tentative status” sebagai World Heritage List, seperti Raja Ampat, Taman Laut Bunaken, Taman Laut Wakatobi, Pura Besakih, Derawan Archipelago, Muara Takus, dan lain sebagainya.  Program ini pula akan menjadi platform untuk promosi benda-benda intangible dan tangible yang merupakan warisan budaya Indonesia seperti Wayang, Batik, Keris, Angklung, dan sebagainya, juga untuk promosi pelestarian flora dan fauna khas Indonesia seperti Orang Utan, Badak Jawa Bercula Satu, Harimau Sumatera, Kangguru Papua, Burung Cendrawasih, Gajah Sumatera, dan lain sebagainya.
Sebagai peluncuran program untuk mempromosikan deretan panjang keajaiban budaya dan alam di Indonesia ini, kami akan menyelenggarakan  “Real WOW Party: Konser Keajaiban Indonesia” yang rencananya akan diselenggarakan di Ballroom Ritz Carlton – Pacific Place, Jakarta, pada 15 Desember 2011 pukul 19.30-22.00 WIB.
Berkolaborasi dengan Kompas Gramedia Production dan KompasTV, Marketeers akan menampilkan pagelaran seni musik rakyat, tarian daerah, dan juga video footage mengenai Keajaiban alam dan budaya Indonesia dari Sabang sampai Merauke. Konser ini juga akan menampilkan Dwiki Dharmawan & World Peace Ensemble, Dwiki Dharmawan & World Peace Ensembel, Elfa's Singers, Lea Simanjuntak, Ivan Nestorman, Zaneta Naomi, Bayang Paris (Fauzan Ja'Far), dan sebagainya.***

Monday, 14 November 2011

Taman Buaya Indonesia Jaya

Ada acara kumpul keluarga di rumah Om Rus, siang 13 November 2011, sehari setelah Owien ulang tahun. Owien-pun langsung minta kita menengok salah satu binatang kesayangannya - Buaya (nggak pakek darat!). Jadilah setelah makan siang di rumah Om Rus di Perumahan Taman Mutiara Cikarang kami (Saya, Bimo,Ibu,Mbak Nana,Owien, Mbak Rita dan Mas Tunggal yang menyetir Xenia-nya) menuju ke Taman Buaya Indonesia Jaua Cibarusa Kec.Serang Bekasi - Cikarang.
Tiket masuk @ Rp 20.000 ,- , saya, Owien dan Bimo langsung masuk ke Arena Atraksi Joko Tingkir. Ya Allah, saya sih sekejab aja deh di arena tersebut karena sedang berlangsung Atraksi Debus. Hiks, saya khan pecinta kelembutan lowh... ;-)

Saya dan Owin di depan Area Atraksi Joko Tingkir
Owin (Duta Buaya Putih , walau bjilbab merah) dan Anna (Duta Buaya Buntung) ;-p

Di kandang Buaya Putih dan Buaya Buntung kita diperbolehkan sedekah dengan ayam, bebek dan sejenisnya untuk makanan buaya-buaya ini (yang gigi-nya pada nongol mengerikan ;-D) . Sebaiknya sih kalau mau sedekah diserahkan saja ke pengurus atau pawangnya supaya mereka yang memberikan makanan tersebut. Nggak ingin sedekah ayam atau bebek?? Sedekah "buaya darat" juga boleeeeh...hehehe...
Beberapa saat saya dan yang lainnya berkeliling di Taman Buaya Indonesia Jaya, juga membeli minuman. Bimo malah beli ice cream ;-D

Ada -/+ 500 ekor buaya dengan panjang 2 meter - 5 meter yang dapat di saksikan dari dekat di taman wisata ini.

Ada tulisan : "Jangan dekat2,Monyet Galak" di kandang ini.Tapi saya sangat 'tersentuh' melihat matanya memandang saya. Love you,Nyeeet ;-)
Atraksi Manusia dan Buaya di Arena Joko Tingkir.

Setelah berkeliling sejenak kami semua menyaksikan atraksi manusia dan buaya. Nggak ada larangan foto, tetapi dimohon tidak menggunakan lampu flash. Sebelum atraksi kita harus berdoa agar kita semua selamat selama atraksi berlangsung ya ;-) Menurut keterangan brosur-nya atraksi ini adalah satu-satunya pertunjukan spektakuler hanya ada di Indonesia. Kami jadi teringat buaya-buaya yang berkeliaran di Bangkok Thailand yang saat ini tengah banjir deh.
Mengunjungi Taman Buaya Indonesia Jaya membuat kita lebih mencintai Indonesia dan kekayaan satwa yang ada. Berkunjung deh ke sini, sambil memberi masukan kepada karyawan/ti dan lingkungan di sekitarnya. Miris banget begitu membaca artikel fashion yang menjelaskan bahwa salah 1 model tas yang menjadi trend 2012 (diproduksi oleh rumah fashion premium pastinya) bahannya dari cangkang telor buaya dan kulit buaya. Mereka menjualnya dengan harga yang setinggi langit, sedangkan para "pemelihara" buaya ini hidup sederhana - bertarung nyawa. 
Foto bersama patung buaya dan boneka buaya pink yang dibeli dari penjual yang menggelar dagangannya di pelataran dekat pintu masuk. Harga boneka buaya pink @ Rp 25.000 ,-. Sungguh, jangan ditawar lagi karena pedagang mengatakan bahwa ia hanya mengambil untung @ Rp 2000 ,- ! Ayo syukuri nikmat Tuhan yang diberikan kepada kita untuk membeli boneka buaya ini ;-)

Ajak keluarga untuk berkunjung ke Taman Buaya Indonesia Jaya untuk mencintai wisata Indonesia anugerah Pencipta - dan bye...bye...buaya darat ;-D
Kalau mau informasi lebih lanjut mengenai Taman Buaya Indonesia Jaya, (Crodcodile Park) hubungi : 021 - 8995 - 2559. Buka setiap hari jam 08.00 - 16.00. Untuk atraksi Buaya/Ular dan Debus setiap hari Minggu dan libur jam 11.00 dan 14.00.


Monday, 3 October 2011

Ingin Menulis Tentang Medan

Entah kenapa kok tiba-tiba saya ingin menulis tentang Medan Sumatera Utara. Memang sih sepulang menunaikan tugas disana saya belum sempat menuliskan tentang Medan, justru begitu sampai di Medan saya sempat posting tentang kedatangan saya dari internet di lobby hotel, yaitu : Ini Medan, Bung! juga ketika saya sempat shock ketika baru tiba di Hermes Hotel karena Kamar Hotel Tanpa Jendela 

Mengenai suasana wisatanya belum saya tulis. Tetapi nantilah jika ada "kesempatan" saya akan menuliskan....#hmmm,kenapa gw jadi galau gini sih?!

 Saya di Istana Maimon Medan
.

Friday, 30 September 2011

Tour of Duty : Pulau Dewata


14 - 18 February 2011 : Saya berangkat dari Semarang,sedangkan Dina berangkat dari Jakarta. Penerbangan nan menawan itu saya tuliskan di SINI .Di bandara Ngurah Rai Bali merupakan titik point kami bertemu.Penerbangan kami hanya berselang tak sampai 1/2 jam.Begitu menjejakkan Pulau Dewata saya langsung menghubungi Fanny yang sehari sebelumnya sudah tiba di Bali.Begitu mengetahui saat itu juga Fanny akan ke Dreamland saya "jingkrak2" dari airport,"Fan...ke Dreamland-nya besok aja deeeh.Hari ini aku ada tugas ;(("...Yeee,berasa plesiran doang kali gw di Bali ;-p

Malam harinya kami baru bertemu Fanny dan temannya (Teman nih,Fan? ;-D) di Kuta Bali en ikut2an ngeraya'in Valentine di seputaran Kuta dan Legian...hehehe.Fisik sih ikutan Valentine,tapi hati berzikir krn keesokan harinya merupakan perayaan Maulid Nabi ;-D Sayangnya pocket camera digital yang saya bawa lowbatt,jd malam itu hanya Dina en Fanny yang jeprat jepret di Kuta en Legian nan ramai. 



Malam Valentine (Or Maulid Nabi?!) @ Kuta - Bali

Keesokan harinya karena kaki saya yang terkilir di kantor klien...hiks,jadi gak bisa parasailing,gak bisa nyewa motor keliling Bali.Mungkin dgn kondisi saat itu saya masih bisa diving,tp berhubung halangan hari pertama...gw ogah lagi diving gitu diembus2 hiu ;-p Sore sih sempet jalan2 ke Sanur.Siang nyantai2 aja di hotel - Pop!Haris Hotel yang Nasi Jinggo-nya bikin Dina terkejatkejit.Bahkan pihak klien begitu saya ceritakan bahwa menu breakfast kami adalah Nasi Jinggo mereka melongo,"Haaahh?? Klau cuma mau nasi Jinggo sih nanti kita beli'in deh.Enak dan 2000perak udah dapet banyak banget!".Ternyata big boss mereka kalau ke Denpasar juga sering menginap di hotel ini,tambah bingunglah mereka,komentarnya,"Para boss itu kok gak pernah cerita ya kalau breakfastnya cuma dikasih nasi Jinggo?" Hahaha...malah malu deh daku, para boss itu aja gak protes dikasih nasi tsb,kenapa kita "protes"? 



Kamar tidur merangkap kamar kerja selama di Bali ;-D

Hari terakhir di Bali,barulah kami berdua sempat ke Dreamland dan Pasar Sukowati.Di album foto ini ada juga yang berada di Tabanan Bali, rumah salah satu nasabah klien yang tajir melintir en masih single.Punya perkebunan en sawah organic berhektar-hektar.Di area rumahnya juga terdapat landasan pesawat terbang (kelas Cessna tapinya...)

Monday, 12 September 2011

Naar Boven : Sakura-pun Mekar di Indonesia

Liburan lebaran saya, ibu, Mas Tunggal, Mbak Rita, Sekar dan Seno ke Cibodas. Berlibur sambil nganterin ibu menyaksikan bunga Sakura yang mekar di Cibodas - Jawa Barat. Kami sempat beriringan dengan Honda Jazz yang dikemudikan Bimo (pax : Mbak Wien, Mbak Lien, Fajar) tetapi karena kondisi Honda Jazz yang nggak prima menghadapi macet - maka di Ciawi mereka balik arah ke Jakarta.

Mampir di salah satu hotel. 


Setelah mampir di hotel tersebut, kami menuju Cibodas dan menyaksikan bunga Sakura yang mekar di sana. Sayangnya Sakura-nya tidak terlalu banyak karena musimnya hampir berakhir :)

SEKAR & SAKURA MEKAR

Monday, 11 July 2011

My Favorite Hotel in City : Dharmawangsa


@ Bimasena Dharmawangsa Hotel
Baju terusan : Gaudi (Beli di Gaudi MKG), Celana panjang : Beli di NZ, Manset : Beli di Royal Plaza Surabaya,Tas : MEXX (kado dari Mbak Dien, beli di Belanda), Jilbab : Rabbani (Rawamangun)



Pagi jam 2 sampai rumah dari Trans Studio Bandung, setelah matahari kelihatan berkemas meninggalkan rumah,sebelum shalat Jumat (1 July 2011) saya harus ngasih lembar-lembar form isian ke kantor Markplus. Dari depan kantor saya menyetop taksi Cipaganti (Rp 35.000 ,- dari depan kantor di Jl.Prof.Satrio ke depan Dharmawangsa Hotel) dan minta diantar ke venue. Disana Sekar (+ sopir Daihatsu Xenia-nya), Amel dan Tyas sudah tiba. Mereka ke Dharmawangsa Hotel dalam rangka mau foto-foto dengan juri Master Chef (RCTI)...ckckck...niat banget yak?
Kalau saya sih ke Dharmawangsa Hotel dengan niat survey. Survey apa'an???!!! *sok senyum misterius ;-D

"Plesiran" di sekitar swimming pool Dharmawangsa Hotel





Thursday, 7 July 2011

Trans Studio Bandung - Kedua Setelah Makassar


Mengakhiri bulan Juny 2011 kami (Saya, Bimo, Abi, Amel,Tyas dan Dilla) berlibur ke Bandung. Beeuuuh,bahasa awal saya udah seperti di pelajaran mengarang SD ;-D Sebenarnya bukan kota Bandung-nya yang kami tuju, tetapi kami fokus untuk bermain di 'TransStudio Bandung' yang baru saja dibuka, setelah yang di Makassar. Tentunya Trans Studio yang di Makassar sudah saya kunjungi juga doooong....*norak!



Memasuki kota Bandung, pukul 17:27 GPS langsung diaktifkan untuk menunjukkan arah ke Bandung Supermall. Tapi yang nyetir mobil dari Jakarta Bimo loh,bukan saya - saya lagi iseng aja sambil nunggu yang lainnya ke toilet di pom bensin dekat Pasteur.

Amel, saya dan Tyas beraksi sejenak begitu memasuki Bandung Super Mall,dimana TransStudio Bandung berada.


Tanpa membayar tiket masuk kamu-pun dapat bergaya di depan TransStudio Bandung.

Usai menjajal wahana 'Jelajah'. Antri lebih dari 1 jam, naik kereta gak sampai 10 menit dan rok+sandal basah! *kucrit tuh petugas2...saya khan niat ngelepas sandal,kok dilarang sih???!!

Wahana untuk anak TK, membuat saya ingin kembali mengajar mereka ;-)

Yamaha Racing Coaster yang tidak sempat kami naiki karena hujan. Menurut saya inilah wahana paling keren yang ada di Trans Studio baik yang di Bandung maupun di Makassar. Setelah memandanginya saya jadi berpikir..."Wih,bakal megap-megap gak nih gue melihat rel-nya yang sadis-kayak lagunya Afgan-?" Apalagi berdasarkan info dari official web-nya : roaller coaster ini merupakan tercepat di dunia, hanya ada 3 di dunia (2 di USA dan 1 di Trans Studio Bandung. HIDUP INDONESIA!!! MERDEKA BANDUNG LAUTAN WAHANA!!!). Tuh roaler coaster tetap meluncur di ketinggian 50 meter, dengan kecepatan 120 km/jam dalam 3,5 detik kemudian mundur dengan kecepatan yang sama. Wuuuuiii, emang sih kenyataannya waktu di sana kami akan menjajal wahana ini kemudian dilanjutkan ke wahana 'Dunia Lain'. Saya-pun nyelutuk,"Kalau tadi kita jadi naik ini kita bakal beneran ke dunia lain nih setelahnya...." hihihi....
Tapi tadi Bimo ketemua seorang ibu yang sudah sempat menjajal wahana Yamaha Racing Coaster.Huks,pasti itu ibu seharian di Trans Studio. Mungkin yaaa,si Bimo aja sampai bilang,"Iya tuh, sampai suaminya gak di masakin en dicuekin aja di rumah.Si Ibu asyik aja nyoba semua wahana yang ada disini." Good ;-D

Monday, 20 June 2011

Wayang Orang Indonesia??? Kweeerreeeen....!


Saya siap menarikan Tari Golek di Anjungan JaTeng TMII

Hari gini gak mendukung wisata,seni,budaya Indonesia?! Ih, ndak gaul deh you! ;-p Kemane aje? Udah selesai gaul di mancanegara? Sempat cerita ke bulek-bulek kalau di Indonesia ada pagelaran wayang orang yang keren banget?? Bahkan salah 1-nya di selenggarakan di mall modern dengan harga tiket Rp 1 juta untuk kelas VIP-nya. Keren khan? Rakyat Indonesia jan sugih tenaaan...;-)

Hah?! Nggak ngerti? Weleh-weleh...please deh ah,Indonesia itu negeri yang diciptakan Tuhan dengan kekayaannya tidak tertandingi oleh negeri manapun. Sayangnya banyak masyarakatnya gak mensyukuri nikmat-Nya ini. Karena kaya-nya sampai kakak saya yang sudah puluhan tahun tinggal di Belanda "teriak" begitu melihat eskalator imut di pintu masuk Senayan City,"Hah??Ini khan pemborosan listrik! Siapa yang mau pakai eskalator sependek itu? Ini pasti satu-satu-nya di dunia ada eskalator sependek ini...". Dan kakak saya sempat bergidik begitu melihat seorang cowok muda kekar yang masuk ke Senayan City dengan menggunakan eskalator tersebut. Hehehe...

Setelah menyaksikan wayang orang modern yang ceritanya bisa dibaca disini, 3 minggu kemudian (Sabtu, 18 Juni 2011) saya dan keluarga menyaksikan Wayang Orang Bharata di Senen Jakarta Pusat - naik APV yang lumayan mudah mendapatkan parkir pada malam itu. Jalan Kalilio Senen juga tampak tenang - tak sesemraut di siang hari.
Lakon kali ini adalah "Wisanggeni Lahir". Pagelaran dibuka dengan tari "Gambyong Pareanom". ................Ya Allah nan maha Indah, kuteringat masa kecilku yang gemar menari Jawa ;-)

CANDRADIMUKA Untukmu, Gatot Kaca dan Wisanggeni


Sungguh,ini bukan bayi Gatot Kaca atau Wisanggeni saat saya membawakan Tari Bondan di Anjungan JaTeng TMII

Nonton 2x pementasan wayang orang dalam waktu gak sampai 1 bulan, keduanya lakon kelahiran 2 tokoh. Serunya lagi kedua-nya di cemplungin ke kawah candradimuka.
Disini saya baru 'ngeh' kalau Wisanggeni itu adalah anak dari Arjuna dan Dersonolo.
3 jam menyaksikan wayang orang tak terasa lama untuk saya yang mengerti bahasa Jawa. Apalagi banyak adegan kocak dari Batara Narada, Punakawan dan Wisanggeni. Namun untuk pengenalan wayang orang ke remaja saat ini sebaiknya lebih di persingkat. Bagi yang gak bisa boso Jowo...tenang aja, ada running text tentang masing-masing adegan kok ;-)

Join aja di FB Group : WO Bharata

My Dream :
  • Saya ingin turis-turis mancanegara memasukkan pementasan wayang orang merupakan kewajiban jika berkunjung ke Indonesia. Bharata Jakarta, Ngesti Pandhowo Semarang dan Sriwedari Surakarta bagai panggung Broadway yang dipenuhi oleh pecinta seni dan budaya dunia.
  • Walau 3/4 dunia sudah saya kelilingi, namun sekarang saya tidak ingin bermimpi menjadi duta pariwisata. Setidaknya impian saya kini "hanya" ingin agar wisata, seni dan budaya traditional Indonesia menjadi tuan rumah di bumi Nusantara.
My Past :
  • Hari Minggu 12 Juni 2011 saya , Mbak Lien, Ibu dan Mbak Nana menghadiri pernikahan di Sasono Adiguno TMII. Kami berempat justru hadir pada saat akad nikah - makan malam kami justru di Hema TIS. Hubungannya dengan wayang orang??? Ketika almarhum papie masih ada saya pernah diajak beliau menyaksikan wayang orang di lokasi ini. Kalau gak salah lakonnya : "Shinta Obong". Pertunjukan di siang hari.
  • Ketika SD saya aktif menari traditional Indonesia dari berbagai daerah. Sekarang saya merasa perlu aktif berolah raga, namun setelah saya pikir lagi , lebih baik saya kembali aktif berlatih tari Bali dan tari Jawa sebagai salah 1 cara untuk menjaga kesehatan. Ketika SD saya beberapa kali pentas di TMII . Oleh karenanya tanggal 12 Juni 2011 saya bernostalgia ketika usai menghadiri akad nikah tersebut kami berempat (dengan Hyundai Avega milik ibu dan dikendarai Mbak Lien) berkeliling TMII ;-)

Dulu belum ada camdig,jadi gak ngerti kalau hasil fotonya blur total.Tapi masih tetap terlihat khan saya menarikan Tari Golek di pernikahan Mbak Nti di Kebumen JaTeng?

Curcol : Pengen banget nonton live 'Matah Ati'. Karena pas pementasan di TIM saya lagi hectic sama kerjaan...Ada lagiii duuung ..

Sunday, 19 June 2011

Gaya Hidup Modern : Cinta Seni Traditional Indonesia


Gaya hidup modern?! Mencintai seni dan budaya traditional Indonesia dong....Itu nama-nya sosialita sejati! Hidupkan budaya dan wisata Indonesia yang melimpah ruah dan tiada yang menandingi. Tuhan menganugrahkan bumi Indonesia dengan kelimpahan keindahan yang tiada tara.

Salah satu cara adalah mendukung seni budaya Indonesia. Wayang orang! Alhamdulillah, keluarga saya adalah pecinta wayang Jawa. Tanggal 27 - 28 Mei 2011 bertepatan dengan hari ulang tahun saya, Seni dan Budaya Indonesia menghadiahkan kepada saya sebuah pertunjukan spektakuler pertama di dunia. Memadukan elemen hiburan,yakni sinema, wayang orang, wayang kulit, sinema dan orkestra. Wayang modern "Jabang Tetuko" : The Birth of The True Superhero hadir di Senayan City Ballroom Lantai 8. Tiket seharga @ Rp 1000.000 ,- sampai @ Rp 100.000 ,- terjual laris oleh masyarakat Indonesia. Ehmmm...saya ditraktir oleh kakak saya,Mbak Wien dengan tiket seharga @ Rp 250.000 ,-/orang . Kami ber-8 ( Mas Tunggal,Mbak Rita,Sekar,Seno,Ibu,Mbak Wien dan Mbak Dien yang sehari sebelumnya datang dari Belanda) menyaksikan hiburan yang musik-nya ditata oleh Deane Ogden, gak tanggung-tanggung Deane adalah penata musik film-film Hollywood, diantara hasil karyanya bisa didengar dalam film Surrogates (yang sungguh bukan adaptasi film Malam 1 Suro-nya Susana ;-D), Tron dan The Hitlist. Penata laga-nya juga dari "sono", Benjamin Rowe yang menata laga film Fast & Furious dan Transformer 3. Para pemain, tentunya dari Wayang Orang Bharata plus Ki Dalang Agus Sambowo pastinya berperan besar dalam lakon ini.

Melihat Gatot Kaca dan Batara Surya yang benar-benar melayang-layang (pakai tali pastinya) asyik banget.Keren! Nilai lebih lainnya di pementasan kali ini??? Di kanan kiri stage terdapat giant screen.Jadi saat Arjuna dan Karna (Putra Surya) rebutan alat pusaka mereka bertarung di stage, kemudian saat berlarian...di giant screen mereka juga tampak bertarung di outdoor alias semacam hutan gitu deh ;-D

Pertunjukan berlangsung hanya 1 jam. Agak risih sih menyaksikan wayang orang yang sedemikian keren namun tidak menggunakan bahasa Jawa. Tetapi pertunjukan ini sangat baik untuk generasi (sangat) muda untuk mengenal budaya traditional Indonesia. Hihihi,dalam hati saya ngomong : "Duuh,dari kemarin gue kerja keras semalam suntuk.Pulang dari kantor aja sampai jam 11-an gara2 FGD.Hiburannya cuma sejam dengan menyaksikan wayang.Biasanya sih orang pada nonton wayang semalam suntuk.Kerjanya???....hihihi,gak tau deh!"

Semalam (Sabtu, 18 Juni 2011) kami bertujuh (Saya, Ibu saya, Mbak Wien, Mas Yono, Arum,Fajar,Kany) menyaksikan kembali pagelaran di Gedung Kesenian Bharata Senen, dengan lakon "Wisanggeni Lahir". Ulasan-nya menyusul di tulisan saya berikutnya ya ;-)

Friday, 11 March 2011

Lembah Tidar Suatu Hari di Februari 2011

Selama bertugas di 7 kota besar Indonesia saya sempat memanfaatkan jeda waktu sehari untuk visit ke keponakan saya yang sedang menuntut ilmu di SMA Taruna Nusantara Magelang Jawa Tengah.
Kalau mengikuti itinerary perusahaan yang menugaskan : 7 - 9 February 2011 saya bertugas di Semarang, 10 - 12 February 2011 di Jogjakarta. Malam tanggal 12 February 2011 saya kembali ke Jakarta dan pagi hari tanggal 14 February saya sudah harus berada di Denpasar Bali. Wuuiii...please deh, lebih baik saya langsung ke Denpasar atau Semarang saja!
Ketika saya berada di Jogjakarta saya ditelpon kakak dan mengarahkan saya bagaimana agar saya dapat mencapai ke SMA Taruna Nusantara.

Check out dari Amaris Hotel pukul 11. Dengan menumpang becak saya menuju Malioboro Plaza, membeli paket J.Co dan Hoka Hoka Bento untuk diberikan ke Asti, keponakan saya. Ya, sekolah di Taruna Nusantara makanan sehari-harinya memang selalu tersedia makanan yang memenuhi syarat 4 Sehat 5 Sempurna. Oleh karenanya mereka jarang mengonsumsi jenis fastfood ;-)

Magelang by Rama Travel
Sekitar jam 14 saya berangkat dari markas travel yang terletak hanya beberapa langkah dari Amaris Hotel, Jln Diponegoro. Duduk di seat depan bersama Pak Sopir dan seorang cewek muda keturunan China yang juga dosen di Unika Atmajaya Jogjakarta. Dari obrolan kecil kami saya menjadi tahu bahwa dia tinggal di Magelang dan mengajar seminggu 2x di Jogjakarta. Melepas dari Jln Raya Magelang - Jogjakarta Pak Sopir kasak kusuk menelpon mencari informasi mengenai banjir lahar di jalan yang harusnya kami lintasi.Hhhmmm,sebelumnya gak terbayangkan saya harus dekat dengan lokasi bencana Merapi. Petualangan yang mengasyikkan ;-) Sedangkan Ibu Dosen disebelah saya sibuk juga membantu mencari informasi dari Blackberry-nya. Info Merapi di Twitter.
Hujan nan deras membuat kami akhirnya memotong jalan. Masuk ke pedesaan-pedesaan yang ketika Merapi meletus daerah tersebut salah satu yang terkena bencana, dekat dengan lokasi Mbah Maridjan. Posko bantuan dari perusahaan multinasional dan station TV masih terlihat dan masih terlihat "aktif".

Sampai Juga Magelang
Saya turun di daerah yang disebut 'Armada". Sopir travelnya ngerti kali ya kalau gue salah satu 'ArmADA masa lalu' ?. Di pojokan jalan banyak angkot kecil plus minibus yang ngetem untuk mendapatkan penumpang.
Hup, saya luncat ke 1 minibus yang keneknya meneriakkan,"Purworejo...Purworejo...". Absolutly performance saya gak match banget dengan keadaan weekend sore di sebuah kota tak ramai, bawa jinjingan mall - sepatu pantofel kerja hak 7 cm - kemeja kerja Logo dan tas fitness Adidas. Penampilan tak dapat ditebak, mau kemana sih nih orang benerannya?! ;-D
Dengan membayar Rp 2000 - 3000 saya pesan ke kenek,"Pak, SMA Taruna Nusantara ya.". Sejauh-jauhnya pasti cuma 10 menitan, makanya pas di depan Akademi Militer Campus saya pasang mata menyusuri sekeliling agar dapat menemukan SMA Taruna Nusantara. Beberapa tahun lalu sih pernah melewatinya, tapi naik mobil pribadi dan gak kepikiran bahwa satu saat anggota Kansas57 akan ada yang sekolah di Taruna Nusantara.Padahal keluarga besar kami beberapa diantaranya berlatar militer, termasuk My Dad ;-)
Hap, pandangan mata ini menangkap tulisan 'SMA Taruna Nusantara'. Pak kenek lupa memberitahukan ke saya. Dengan gaya sedikit panik saya meminta minibus berhenti, dan sang kenek dengan kalem cengar cengir mengatakan bahwa ia lupa memberitahu.Sang sopir juga kalem menghentikan minibus dan membiarkan saya turun dengan santai....gak ada gaya sopir or kenek metromini di Jakarta dah! Thank U, Driver!
Saya turun di pinggir Jalan Raya Purworejo, berhenti menatap gerbang SMA TN. Minibus meninggalkan saya dipinggir jalan....mirip adegan2 di film-film tahun 70-80an tentang pendatang yang ke kota mencari saudara-nya yang alamatnya gak jelas ;-p
Perlahan saya memasuki pos penjagaan SMA TN. Seorang bapak tentara yang berada disana menyambut saya dengan ramah.Pos penjagaannya lebih keren dibanding kebanyakan kantor polisi di Jakarta.
"Selamat sore,Pak...blablablabla..." (Terjadilah percakapan kami berdua, tampak lembah Tidar mengintip.)
Karena bukan jadwal untuk visit, akhirnya saya berniat menitipkan J.Co atau Hoka Bento ditangan saya. Tapiiii...ah ya,ambil keputusan aja deh untuk bermalam dan bertemu Asti besok.Udah sampai sini kok ketemu anak-nya sih. Lagipula kakak saya tadi juga sms en sudah booking tempat untuk bermalam. Kakak saya on the way by travel dari Jakarta, dan Shubuh baru tiba di Magelang.
"Maaf,Pak, kalau homestay atau penginapan Arema yang mana ya?" tanya saya ke Pak tentara itu lagi. Ternyata penginapan tersebut tepat di depan gerbang SMA TN."Itu, yang ada mobilnya..."
Saya langsung ke rumah tersebut, mengetuk pintu perlahan dan seorang bapak membukakan pintu. Bapak tersebut memanggilkan istrinya yang kemudian dengan kesantunannya meminta maaf bahwa kamar berjumlah lebih 20 telah penuh. Malam itu hanya 2 kamar yang kosong, namun sudah di-booking. Salah satu kamar di-booking oleh orang tua murid TN yang katanya saat ini masih dalam perjalanan dari Jakarta, namanya Ibu Dian.
"Nah, mungkin itu kakak saya!" Seru saya. Oh ya, di sekitar TN memang banyak rumah penduduk yang akhirnya dijadikan homestay bagi ortu2 murid SMA TN yang berkunjung menengok anak-anak mereka.
"Ibu Dian itu apa yang dokter itu ya?" Ibu itu mengerutkan kening, masih kurang yakin tapi justru bersikap santun - nggak curigaan gituh...
"Benar,Bu...Kalau gitu nggak salah, yakin kalau itu kakak saya!"
Saya diantar ke ke salah satu kamar yang terletak di luar rumah utama. Dengan keramahan hospitality khas pedesaan Indonesia sang landlord (cieeeh,landlord?!) menunjukkan kamar mandi, tempat mencuci,dll. Please deh ah,gue cuma sehari disini ;-D Semua-nya serba bersih. Kamar mandi-nya selain bersih, airnya juga jernih.
Tak lama kemudian ibu tersebut menyediakan minuman hangat dan cemilan. Saat itu pukul 5 sore, saya pamit ingin ke department store yang ada di Magelang. Mau beli pakaian dalam. Tetapi ibu itu tidak memberikan izin saya pergi sendiri! Katanya lebih baik saya menunggu anaknya dan nanti diantar dengan motor. Dia khawatir jika saya kemalaman maka tidak dapat kendaraan umum yang bisa mengantar saya pulang. Jiiiaaah, Maghrib udah dibilang malem?! Saya sih daerah sana cukup aman dan nyaman. Hhhmmm, sekalian mau cuci mata dengan para brodong Akmil nih, Bu ;-D
Eeeeh, tuh ibu malah ngasih beberapa pakaian dalam yang masih baru dan berlabel.Saya jadi berasa anak remaja yang diproteksi sama emaknya nih...hihihi.Sebenarnya ortu2 yang menginap di penginapan yang sama banyak yang menggunakan mobil pribadi, tapi saya gak enak ati-lah kalau numpang ke mereka. Yang pasti mereka dari kalangan menengah ke atas. Saat ini untuk masuk SMA TN dikenakan biaya Rp 30 juta-an dan perbulannya Rp 3 juta-an. Hiii, biayanya sama seperti ketika saya kuliah di New Zealand ;-D
Jadinya sore itu saya gak kemana-mana deh.Cuma bisa manggil tukang Somay dan nonton TV di kamar.Untunglah film-nya lagi film Superman! Sambil nonton TV, sms2an sama Surya yang kemarin menyatakan ingin menjadi Polisi.Trus update status FB...Alhamdulillah bisa untuk hiburan juga HP China yang saya beli di Marina Plaza Surabaya tanggal 1 February 2011.
Saya-pun terlelap dengan nyaman...sampai Shubuh sebuah suara memanggil-manggil dari luar kamar,"Annaaa...Aaaan....Aaaannaaaa..." (Suara kakak saya yang telah tiba di Magelang)

Foto : Bersama Asti,DR.Anggito Abimanyu (Ekonom) dan anaknya yang bersekolah di TN

Friday, 4 March 2011

Tour of Duty : Semarang


Foto : Di depan Gereja Blendug - berjarak 200mtr dari Hotel Raden Patah
Difoto oleh Fika dari atas becak yang berhenti di seberangnya.Hihihi...udah pesan ke Fika : "Aku gak kelihatan gak apa-apa kok,yang penting bangunannya."


Seharusnya dari Surabaya saya dipersilakan untuk pulang ke Jakarta dengan pesawat terbang.Hanya 2 hari di Jakarta saya harus berangkat lagi ke Semarang. Daripada "resek" , lebih praktis dari Surabaya saya lanjut Semarang, tanpa pulang ke Jakarta. Toh Semarang juga merupakan "tanah air" orang tua dan sanak saudara saya.

Transportasi pilihan Surabaya - Semarang :
- Pesawat Terbang : Jarak "dekat", kelamaan di perjalanan dari/ke bandara + check in + bagage claim. Apalagi Bimo lagi di Jakarta, nggak ada yang nganter ke airport.
- Kereta Api : Hanya ada 1 KA eksekutif perhari-nya yang sampai di Sta.Tawang Semarang masih dalam keadaan terang benderang. Kalau sampainya tengah malam sih sebenarnya ada yang bisa menjemput, tapi...maleslah kalau harus celingak-celinguk cari orang yang njemput.
- Bus Eksekutif : Bukan favorit saya! Crowded!
- Pilihan : Travel Shuttle-lah! Beberapa tahun silam ( = > 10thn) saya seringkali melakukan perjalanan Surabaya - Semarang - Surabaya - Semarang dengan jasa transportasi ini. Kali ini saya ingin bernostalgia.

Shuttle Tak Sesuai Harapan
Namuuun...Perjalanan Surabaya - Semarang dengan travel tidak saya nikmati sempurna. Travel dengan 2 pax melewati jalur tengah, Blora - Cepu. Malam hari semua gelap.Yang harusnya mobil KIA Pregio baru, namun rusak, akhirnya diganti L 300 tanpa seatbealt. Walaupun AC berfungsi baik namun saya merasa mikrolet-mikrolet baru di Jakarta masih lebih baik. Di Blora pukul 1 - 2 malam masih berhenti di warung makan,tapi saya lebih memilih tidur di mobil. Sebelum berangkat saya sudah makan masakan Jepang di Royal Plaza Surabaya. Di Blora juga kami menjemput 1 pax.
Ah,ini sudah merupakan pilihan saya menggunakan jasa transportasi ke Semarang, so saya harus terima resiko, termasuk saat saya muntah (Justru saat sudah sampai Plamongan Indah Semarang!). Untungnya saya belum booking hotel berbintang, dengan pertimbangan check in pukul 12 - 14 sedangkan saya tiba di Semarang pada hari masih gelap - Shubuh, jadi saya berniat transit dulu di Hotel Raden Patah sambil menunggu waktu check ini hotel berbintang.
Semalam saya hubungi Hotel Raden Patah untuk memesan kamar favorit. Nah, rencananya saya mau booking hotel berbintang dari travel agent 24 jam yang berada di seberang Hotel Raden Patah.
Dikarenakan saya merasa tidak total fit (sepertinya saat tidur di perjalanan, sopir membuka kaca jendela sehingga membuat saya agak masuk angin) saya memutuskan untuk stay di Hotel Raden Patah dengan pertimbangan kalau "ada apa-apa" saya bisa memanggil petugas-petuugas hotel yang sudah saya kenal atau menelpon saudara-saudara yang tinggal tidak jauh dari hotel.
Hotel Raden Patah boleh dikatakan sebagai hotel terawal beroperasi di Semarang. Hotel melati bersejarah di pusat kota lama Semarang yang pernah masuk list Lonely Planet, hanya sejengkal dari Gereja Blenduk yang sangat populer. Sayangnya Hotel Raden Patah saat ini tidak dikelola secara profesional total, andai iya pastinya bisa jadi hotel butik bersejarah. Tapi harganya pasti melonjak jauh, jadi lebih baik seperti sekarang aja dah...supaya daku bisa transit bebas dan numpang cuci baju atau minta tolong ke petugas-petugas secara kekeluargaan jika ada keperluan (misalnya : Order taksi/becak, beli makanan...sayangnya, kemarin saya gak bisa order Mbok-mbok pijat.Yang tersisa tukang pijat cowok...waduh kalau urusannya kaku terkilir sih masih bisa kaaallliiii...Mbok pijat "langganan" saya di Hotel Raden Patah sudah meninggal dunia beberapa waktu lalu...hiks.)

Hotel Raden Patah - Candi Plaza - JOG(lo)SEMAR


Yup...akhirnya rute saya tiap pagi adalah HRP - Candi, dengan taksi yang saya order hanya Rp 20.000 ! Gara-gara ini saya jadi malas diantar/jemput klien...hahaha,ntar ketahuan kalau saya nggak nginap di hotel berbintang khan bisa "diprotes".


4 malam di Semarang, dilanjutkan ke Jogjakarta by Travel Shuttle Joglosemar...nah kali ini perjalanan nyaman, mobil Suzuki Elf baru dan penanganan profesional. Yang memesankan tiket travel-nya....resepsionis Hotel Raden Patah, termasuk yang mengantar saya ke Semarang Tourist Information Office di Jl.Pemuda Semarang pada saat Shubuh.Saya menitipkan sebagian barang di Hotel Raden Patah untuk ditinggal selama 3 malam ke Jogjakarta dan Magelang. Setelah bertugas di Jogjakarta dan visit to SMA Taruna Nusantara saya kembali ke Semarang. Sayangnya dari Jogjakarta 'Joglosemar Jogjakarta Office' tidak dapat memastikan apakah ada shuttle yang bisa mengantar saya ke Magelang dikarenakan banjir lahar dingin di Muntilan yang susah diprediksi. Akhirnya saya-pun memakai jasa travel lain yang sudah sejak lama eksis di dunia transportasi. Pfuuuh, mosoq gak ada seat bealt dan gak ada AC perjalanan Magelang - Semarang...tetapi untunglah tiket office-nya dapat memberikan saya seat samping sopir dan dekat jendela, selain itu ketika saya katakan bahwa saya minta diturunkan di Hotel Raden Patah pak sopir-nya langsung mengerti dan mengantar saya.Dan tanggal 14 February 2011 berangkat ke Denpasar Bali. Berangkat dari Hotel Raden Patah jam 5-an pagi, di-orderin taksi sama Tutur yang lagi tugas sebagai front office. Naik taksi dari Hotel Raden Patah ke A.Yani Airport sekitar Rp 35 ribu-an dengan perjalanan yang sangat lancaaarr....

Friday, 4 February 2011

Surabaya Heritage Track


Tahun baru China, Imlek saya masih berkutat di Surabaya - sementara Bimo malah ke Jakarta. Sedangkan Fajar yang beraktifitas di bandara masuk dari pagi sampai jam 2 siang. Jadilah saya menuju House of Sampoerna seorang diri. Dari majalah pariwisata saya mendapatkan informasi mengenai 'Surabaya Heritage Track', semacam tram yang digunakan untuk turis dan gratis. Oleh karenanya sehari sebelumnya saya sudah booking untuk 3 orang.

Pagi hari saya cari-cari info akses menuju ke lokasi House of Sampoerna. Menurut Oom Aan nggak banyak orang yang mengerti daerah sana. Saya katakan bahwa menurut petugas yang kemarin saya telpon katanya di area Jembatan Merah. Oom Aan menyarankan saya naik bis kota yang melewati depan tempat saya menginap. Yang bener aja loe?! Niat plesiran dengan santai mosoq di suruh naik bis kota?! Alternatif berikutnya naik taksi. Memang taksi di Surabaya nggak mahal, nggak sampai 5 juta-lah dari Jl.A.Yani hingga Jembatan Merah. Saat menunggu taksi yang lewat di depan saya justru bis kota...ya sudahlah, iseng naik aja deh, kalau kepanasan khan bisa turun di jalan kemudian melanjutkan naik taksi.
Tetapi akhirnya saya menumpang (eh bayar tapinya!) hingga dekat JMP. Waktu bayar Rp 3000,- sempat nanya ke Mas Kenek-nya,"Mas, kalau mau ke Jembatan Merah turun dimana ya?" Yang langsung dijawab si Mas,"Loh, JMP iku podo karo Jembatan Merah, Mbak'e..." Ooo...gitu, ternyata JMP adalah kepanjangan dari Jembatan Merah Plaza. Sorry,Bro...I'm tourist gratisan...hahaha...;-p

Belum sampai di JMP saya melihat papan penunjuk arah 'House of Sampoerna'...yup, langsung turun dan naik becak Rp 5000 ,- Yiiiihhhaaa, naik becak! Dengan berbaik hati si Tukang Becak menurunkan saya tepat di depan HoS. Surabaya Heritage Track terdapat di depan bangunan timur. Saya langsung mendaftar ulang dan mendapatkan tiket untuk tour yang jam 13 plus dikasih Surabaya Heritage Map.

Sambil menanti waktu saya berkeliling museum dan gallery yang terdapat disana. Ah, andaikan semua industri lokal berkwalitas international memiliki fasilitas seperti ini, pastilah dunia pariwisata Indonesia dapat lebih baik lagi.
Selain itu saya sempat menikmati minuman "Ice Chocolate" di cafe-nya.


SHT : Lunar Track


Singkat cerita, saya sudah harus berkeliling kawasan kota lama Surabaya. Kawasan pecinan di masa lalu, kawasan Eropa, kawasan Arab...betapa kaya-nya negeri-ku ;-) Hingga akhirnya kami berhenti dan singgah di satu klenteng tertua (Didirikan tahun 1830) di Surabaya - yakni Klenteng Hok An Kiong, tepatnya di Jln.Coklat. Sekitar 15 menit kami singgah. Mereka sembahyang, merayakan tahun baru Imlek.

Tak terasa waktu tour selama 1 jam telah selesai, diantara-nya kami melintasi Jln.Bunga Jepun dan beberapa jalan yang dipenuhi oleh bangunan bersejarah Surabaya yang masih terawat, termasuk jam "bigben"-nya Surabaya.
Nostalgia juga bagi saya, karena di masa kecil saya beberapa kali melintasi kawasan ini bersama papie tercinta ;-)

Sambil menunggu tour berikutnya (jam 15) saya menuju lantai atas 'HoS', terdapat toko souvenir yang barang-barangnya sangat menarik dengan harga lumayan terjangkau. Saya-pun membeli beberapa postcard bergambar, khusus postcard bergambar 'Jalan Kembang Jepun di Masa Lampau' saya kirimkan dengan perangko Surabaya Heritage Track ke tujuan rumah saya di Jakarta. Biasa...untuk koleksi ;-)

Tour berikutnya dimulai pukul 15.00. Surabaya yang semula terik tiba-tiba berubah menjadi hujan deras. Kami-pun hanya melintasi Tugu Pahlawan, tanpa turun dari tram. Kemudian tram menuju ke PTPN XI.
Saya merasa pernah berkunjung ke tempat ini beberapa kali, terakhir tahun 2005. Setelah saya ingat-ingat saya-pun menelpon Mbak Nana di Jakarta untuk konfirmasi.
Saya : "Mbak, Mbak Hera tuh kerjanya di PTPN XI khan ya?"....bla...bla...bla...ternyata benar, bangunan bersejarah nan megah ini merupakan kantor Mbak Hera - adik iparnya Mbak Nana (kakakku ke-5). Yup, tahun 2005 saya dan beberapa kerabat menjemput Mbak Hera di gedung ini.

THEME TOUR*
"Lunar Track", on 28 Jan - 27 Feb 2011
Weekend Fri to Sun
Hok An Kiong Temple - Boen Bio Temple -
Kampung Kapasan Dalam
1. 09:00 - 10:30
2. 13:00 - 14:30
3. 15:00 - 16:30

*Others tours will follow regular schedules

All tours depart from House of Sampoerna

Saturday, 22 January 2011

Traveling # Holiday


Rasanya baru kemarin terpikir,"Ih, pengen deh menikmati suasana kerja baru..."
Rasanya baru kemarin berharap,"Keliling Indonesia..."

Rasanya baru kemarin menggerutu,"Kalau mau nugasin kerjaan yang jauh sekalian dong, jangan cuma Bogor!" (Waktu ditugasin observasi project Ammusement.)


Taaarraaa...12 January 2011 ada telepon dari nomor tak dikenal, yang ternyata eks-Field Manager di tempat saya beraktifitas sekarang, menawarkan pekerjaan dengan kondisi dan situasi seperti yang tercetus diatas! Serba cepat! Hari itu juga saya bertemu dengan Business Director perusahaan yang menawarkan pekerjaan tersebut. Keesokan hari-nya, jam 10 harus mulai mendapat jadwal mewawancara investor di Jakarta Barat! Wawancara dilakukan di J.Co St.Moritz...hehehe, berhubung saya Interviewer Profesional jadi saya tidak mengatakan bahwa saya juga menjual apartment mewah tersebut, padahal Responden tersebut begitu antusias menceritakan kenyamanan berada di PX St.Moritz. Tanggal 23 November 2010 saya Seminar Motivasi di lantai 5 PX St.Moritz ;-)

Setelah tugas Jakarta selesai, maka saya segera keliling 6 kota di Indonesia, yaitu : Bandung - Surabaya - Semarang - Jogjakarta - Denpasar - Medan. Biarpun saya bukan tipikal orang yang menyukai bekerja sambil traveling, tapi saya akan melakukannya. Nggak ada salahnya-lah! Sebenarnya hanya Medan yang belum pernah saya kunjungi.Hehehe,padahal "Sang Mantan" lahir di daerah ini.

Tadi sore saya sudah booking 'Day Trans' untuk ke Bandung pada tanggal 24 January 2011. Untuk transportasi udara dan akomodasi saya lebih memilih agar perusahaan yang mengaturnya. Lah khan lagi kerja, bukan lagi jadi Independent Traveler....jadi biar aja perusahaan yang mengatur...hehehe.

Kesampai'an juga deh plesiran di bulan February 2011 yang pernah saya ungkapkan di : blog Never Ending Journey . Disana khan saya mengungkapkan keinginan untuk plesiran di bulan February 2011. Memang sih tidak plesiran murni, tp Alhamdulillah namanya rezeki mosoq sih ditolak...apalagi anggarannya puluhan juta ;-D