Showing posts with label Jakarta Utara. Show all posts
Showing posts with label Jakarta Utara. Show all posts

Tuesday, 12 February 2019

Hotel Berbintang di Ancol Kini : Mercure Ancol Hotel

Kakak mengajak saya menginap di Mercure Ancol Hotel and Convention Centre Jakarta Utara. Saya menerima ajakan tersebut, sekalian piknik di salah satu pusat wisata legenda di kota Jakarta. Taman Impian Jaya Ancol merupakan tempat wisata paling melegenda di Jakarta, selain Taman Mini Indonesia Indah. Di masa lalu bagi masyarakat Indonesia, belum berwisata di Jakarta jika belum berkunjung di 2 tempat wisata ini.
Berulangkali saya berkunjung ke Sentosa Island Singapore, dan terlihat ada potensi Taman Impian Jaya Ancol menandingi kemeriahan wisata Sentosa Island. Dahsyatnya lagi, area Ancol memiliki marina tempat penyeberangan ke lebih 100 pulau di Kepulauan SeribuJakarta.


Tibalah saya di Taman Impian Jaya Ancol bersama kakak ke-5 di sore tertanggal 5 Desember 2018. Kakak ke-4 telah berada di hotel tersebut sejak pagi. Kami langsung menuju ke kamar di lantai 3 yang menjadi kamar kami bertiga selama menginap di Mercure Ancol Hotel. Hotel ini tidak asing bagi keluarga kami. Sejak kecil saya seringkali diajak menginap di hotel ini bersama Ayah. Dahulu namanya adalah Hotel Horison Ancol. Oleh karenanya agar tidak melebar di seluruh Ancol yang kaya akan wahana wisata, maka di tulisan ini saya akan fokus saat saya menginap selama 3,5 hari 2 malam yaa ...

Kamar yang kami tempati lumayan besar : Dengan ruang tamu bersofa, 2 bed ukuran lebih besar dari single

Sunday, 30 April 2017

Wisata di Kawasan Kelapa Gading - Pulo Mas - Rawamangun


Festival Fashion & Food terbesar di Jakarta yang diadakan setiap tahun (Dok.BozzMadyang)
Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya tahun 2015 hingga 2016 saya blas gak keluar pulau Jawa. Ngubleg aja terus diseputaran Jawa. Tapi gak masalah sih kalau hanya kerap berkunjung "menghabisi" daerah wisata di pulau ini,toch daerah Jabodetabek saja banyak "wahana" yang belum sempat saya telusuri. Nggak perlu jauh-jauh deh,dalam radius 1 - 3 kilometer dari tempat tinggal saja masih ada area yang belum saya ubleg2 kembali, diantaranya :

Wednesday, 8 March 2017

Hidup Sehat dan Segar di Kota Jakarta, Tepatnya di Klub Kelapa Gading

Klub Kelapa Gading Summarecon pada hari Minggu (26/02/2017) mengadakan acara Blogger Day. Waaaaw...asyiiik dekat rumah. Karena itulah jam 09.30 saya masih bobo leyehan di kamar....So jam setengah 11an saya baru tiba di Nirwana Room yang terletak di depan kolam renang-nya. Ini bukan pertama kali saya berkunjung ke sini. Ibu saya mengadakan resepsi pernikahan kakak ke-5 di Klub Kelapa Gading  pada tahun 90-an. Alhamdulillah pernikahan itu langgeng 20 tahun-an, dan kematian memisahkan mereka 3 tahun lalu. Anaknya saat lulus dari SMA Lab School Rawamangun Jakarta Timur, juga merayakan wisuda-nya di Klub Kelapa Gading. 3 bulan lalu saya juga masih sempat hadir ke resepsi pernikahan di Grand Ballroom. Jadi sebenarnya bukan suatu yang asing bagi keluarga besar kami. Klub Kelapa Gading dibangun sejak tahun 1984. Saat saya masih super imut almarhum Ayah sering mengajak kami  ke daerah ini *Ketahuan deh umur! Hihihi...👧👶


Yaaa, tetapi baru minggu lalu loh saya tersadar *Lah?, bahwa di dalam keramaian kota Jakarta ini ada sebuah tempat yang membuat kita sehat dan segar. Asli loh, berada di dalamnya kita seperti sedang berlibur di Bali atau Lombok. Pada kenyataannya memang Klub Kelapa Gading ini merupakan klub keluarga terlengkap dan ternyaman di kota mandiri Summarecon Kelapa Gading Jakarta Utara.

Kolam air hangat...whirpool
Berbagai fasilitas tersedia disini , yaitu : Kolam Renang (Olympic Size) , Kolam Renang Anak, Whirlpool, Lapangan Tennis, Lapangan Badminton Indoor, Lapangan Squash, Lapangan Basket, Tenis Meja, Karaoke, Jogging Track, Fitness Center, Sauna, Kid's Club, Taman Bermain.

Friday, 21 February 2014

Thursday, 16 January 2014

Ketika Aku Mengelilingi Bumi Pertiwi (2)



Kalau mau baca cerita tentang 2 perjalanan foto diatas, silakan di : Christmas Holiday in Bali & Lombok

Nah, kalau cerita tentang ke Suramadu, sekilas saya tulis awalnya di Sparkling Surabaya 2011

Sunday, 15 April 2012

Imlek @ Ancol Superblock


Longweekend coming! (Yang sebenarnya gak terlalu berpengaruh untuk kehidupan saya sejak Oktober 2011 sih :D). Kakak saya no-3 sudah "memesan" beberapa hari sebelumnya (tgl 17 January 2012 saat Bimo birthday) agar saya ikut bermalam di Mercure Hotel Ancol pada longweekend kali ini. Nemenin ibu di kamar! Hhhmmmm,berarti stay overnigth at hotel kali ini bukan dengan maksud "me time" ya. Jadilah saya bersiap-siap untuk ber-longweekend Imlek tahun ini di Mercure Hotel. Baru 20 hari yang lalu saya menginap di chain hotel yang sama untuk merayakan tahun baru Masehi. 20 hari lalu kami menginap di Mercure Hotel yang di Hayam Wuruk.
Berangkat naik Innova dijemput My Sist en her husband and her son. Jam 3 check ini 3 kamar, saya and my mom menempati kamar bernomer 638, Galuh en Arif di 637 en My Sist en husband di 636. Dari jam 3 hingga menjelang Maghrib saya berinternet ria di kamar sambil nonton TV. Sekedar twitteran, FB en nulis berbagai artikel mini. Dari situ saya berkomunikasi dengan keponakan, dari yang berada di Magelang – Jogjakarta – Senayan City sampai ada yang di dekat lokasi Ancol. Maghrib-nya Sekar, Seno and their parents mampir ke hotel. Nostalgia keluarga nih, karena saat ayah saya masih bersama kami, keluarga kami seringkali menginap atau berpesta tahun baru-an di hotel yang dahulu bernama Hotel Horison Ancol.Jam 7 rombongan keluarga makan malam , masih di dalam area Ancol – yakni Bandar Jakarta.

Yang namanya Bandar Jakarta Resto pengunjungnya ampun-ampunan rame-nya. Kita harus mendaftar terlebih dahulu untuk mendapatkan tempat. Setelah mengajukan nama untuk waiting list, kami berkeliling Ancol. Ancol dahulu berbeda dengan saat ini. Beberapa tahun lalu Ancol di waktu malam, dipinggir pantainya banyak “mobil goyang”, “tenda goyang” dan wanita-wanita penjaja seks! (Huh deh, seks yang merupakan salah satu ibadah kenapa harus dijajakan sih?Please deh…), atau hal menyeramkan seperti hantu wanita legendaries yang sampai pernah disinetronkan. Tapi kini (semoga) semua-nya sirna. Sekarang berdiri gagah apartmen Ancol Mansion, perumahan mewah dan di bagian yang dulu di anggap jin buang tuyul disana aja takut, kini berdiri stage konser music plus Ancol Bay City Lifestyle Mall. Weees, Mal di dekat pantai , cuy! Jadi Ancol sekarang udah benar-benar mirip superblock. Oke banget sih, apalagi ada Dufan, Sea World ditambah Eco Park yang baru. Jarak ke area wisata shopping di Mangga 2, Cempaka Mas dan Kelapa Gading sangat mudah dijangkau. Station kereta api dan pelabuhan laut-pun dekat. Bandara mudah terjangkau (Apalagi kalau bandara masih di Kemayoran seperti di komik Tin Tin yak?hehehe).Malam imlek saya dan keluarga makan malam di Planet Bakso, disamping hotel. Siangnya area tersebut dipakai untuk acara Hip Hip Hura – nya SCTV tuh.

Oleh karena-nya selama 3 hari di Ancol kami tidak keluar dari area tersebut. Selain makan malam di Bandar Jakarta bersama (Saya, My Mom, My Sist and her Husband, Galuh en Arif, Pandu, Sekar, Seno and 2 S’s parents) , keesokan harinya kami juga makan siang di Jimbaran Resto.



Makan siang di Jimbaran Resto tanpa Sekar ,Seno and her parents, namun kali ini kami kedatangan Owin en her Mom. Kami juga member makan kepada ratusan atau bahkan ribuan ekor ikan di Eco Park dengan makanan yang dapat dibeli disana seharga @ Rp 5000,-. Sedekah untuk ikan – makhluk hidup ciptaan-NYA merupakan salah satu kegiatan yang mengasyikkan. Kami juga jalan-jalan ke Pasar Seni. Saya pribadi berharap agar Ancol tetap mempertahankan bahkan menambah seni khas budaya Indonesia – khususnya Jakarta. Emaknya Sekar berarti mengatakan bahwa Ancol sebenarnya lebih oke disbanding Sentosa Singapore! Yang langsung disanggah oleh Sekar, anaknya….hahaha. Sekar mengatakan bahwa untuk urusan perawatan dan kebersihan sangat jauh lebih baik Sentosa Singapore. Weeei, dari sini seharusnya sebagai warga Jakarta kita bantu Ancol agar tetap asri dan terawatt. Prospek bisa mengalahkan “kehebatan” tempat wisata di Singapore khan tuh ;-D Gak perlu jor-joran ngebangun seperti Esplanade or Kincir Raksasa,tapi cukup warnai Ancol dengan kekayaan budaya (petugasnya mengenakan busana Abang None, misalnya) , keramahan  dan kedisiplinan (missal : menjaga kebersihan laut dan pantainya – ayo pengelola,Ancol ,tolong beri tong sampah berbentuk khas seperti ondel-ondel,misalnya.). Lebih asoy lagi kalau Ancol membuka akademi pariwisata di area Ancol…keren dah tuh!

My Sist and her husband malah sempat bersepeda ria di sekitar Ancol. Pagi hari berjalan kaki dari hotel ke pinggir kali Jln Lodan dan Eco Park, keesokan harinya bersepeda dari samping hotel ke dekat makam pahlawan Belanda. Waduh, kok saya baru ingat bahwa saya dulu pernah ikutan Rally Sepeda dan menjadi Juara 2 se-Jakarta ya.Rally sepeda itu berlangsung di Ancol juga!

Ketika check-out, pukul 11.30 kami sempat menyaksikan Barongsai di lobby hotel. Perjalanan pulang hanya memakan waktu 17 – 18 menit dari Ancol sampai depan rumah saya, padahal gak ngebut dan gak lewat toll loh.Sehingga siangnya saya masih janjian dengan Yuli di Mal Kelapa Gading.Sempat menyaksikan boy band Max 5 yang awalnya kami kira rombongan barongsai…hahaha.

BREAKFAST @ Mercure Ancol Hotel 

Oh ya, dari di Ancol sampai MKG semuanya bagai lautan manusia. Tapi justru saya jadi jarang melihat etnis China tuh. Justru etnis Melayu yang ramai. Atau barangkali etnis China justru makan-makan saja di rumah???
Tahun baru China kali ini saya merasakan penuh keramaian bersama keluarga dan rekan. Sedangkan tahun lalu saya berada di Surabaya, berkunjung ke Pecinan Surabaya yang juga justru sepi :D Baca kisahnya DISINI